Fight For Everyone

Fight For Everyone
Kena Mental


__ADS_3

Hiro yang baru nongol dari lubang pun langsung berlari menggendong Pixie, sementara teman lainya menggendong Charlie, tentu fenomena Hiro muncul dari lubang bawah membuat semua orang di sana terkejut.


Hiro langsung buru buru ke suster dan mendaftarkan mereka berdua, Berhubung Hiro membayarnya pake uang bukan "BPJS" Suster dan dokter menangani teman Hiro dengan cepat.


Pixie dan Charlie kini berada di ruang IGD dan sedang dirawat dengan semampunya.


Sementara itu, teman semua Teman Hiro kini tengah duduk di kursi, kemudian muncul sisanya seperti Hana, Ravel, dan Luna yang muncul. Datang nya Ravel langsung menanyakan keadaan sahabatnya.


"Bagaimana!?" ucap Ravel dengan panik


"Mohon bersabar lah, doakan saja yang terbaik untuk mereka berdua" ucap Hiro


Mereka semua duduk, semua teman Hiro duduk di kursi kecuali Hiro yang mundur mandir sembari mengigit jari nya. Messa agak merasa resah karena Hiro yang panik, dia pun mencoba menghibur Hiro dan hendak berdiri.


Namun saat dia berdiri, dokter keluar dari pintu IGD dan langsung menghampiri Hiro, dengan ramai semua teman Hiro berdiri dan hendak menanyakan dokter tersebut.


"Kami ada kabar baik dan buruk" ucap dokter


Mereka semua tegang dan panik.


"Kabar baik, teman anda yang tanganya putus, berhasil kami amputasi dengan aman" ucap dokter


Mereka semua sedikit lega, namun tak kunjung lega sungguhan. Dokter pun terdiam sebentar.


"Ada apa? Mengapa!?" tanya Hiro


Dokter menarik nafas dengan panjang dan menghembuskan nya.


"Maaf sebesar besarnya, teman anda yang satu nya lagi.... Tak bisa kami selamatkan" ucap dokter


Mereka semua shock dan agak terkejut, semuanya.


Hiro memasang wajah sedih dan shock berat, dia pun tak bisa menahannya dan duduk di lantai. Namun yang paling kesal di antara mereka adalah si Ravel, dia pun menghampiri dokter dan menarik kerahnya.


"Yang benar saja...! Charlie orang kuat dan tak akan pernah mati!!" ucap Ravel ke dokter


"Ahh maafkan kami, kami sudah berusaha sekuat tenaga" ucap dokter yang ketakutan.


Ravel dengan amarah nya hendak menyakiti dokter, namun Yamada menghentikan pergerakan nya dengan tanganya sendiri.


Yamada menatap Ravel seolah tatapannya mengatakan tidak atau jangan.


Ravel pun melepaskan dokter dan berjalan cepat ke arah kamar mandi.


"Kami permisi dulu" ucap dokter


Hiro masih duduk termenung dibawah dan tak bergerak sama sekali, sementara temannya yang lain hanya bisa diam saja.

__ADS_1


Singkatnya, mereka pun pergi ke pemakaman Charlie dan berdoa untuk nya, setelah melakukan itu, teman Hiro pergi meninggalkan Hiro sendirian di sana.


"(Aku... Lemah, aku kehilangan teman ku untuk kedua kali nya... Apa aku tak pantas meneruskan ini... Aku tak mau kehilangan apapun lagi)" pikir nya


Saat Hiro masih merenung, tiba tiba ada seseorang datang. Dia adalah Ravel dan membawa seseorang yang ada di kursi roda.


Ravel membawa orang itu ke pemakaman Charlie dan berdoa untuk nya, kemudian menabur bunga untuk nya.


"Alie... Janji mu, kau melupakanya yah" ucap wanita itu.


"Amina, Charlie saat ini... Aku tak bisa..." ucap Ravel


Hiro pun menghampiri mereka berdua.


"Maaf, sebelumnya Ravel, bisa kamu perkenalkan kalian siapanya Charlie?" tanya Hiro


Saat Ravel hendak berbicara, wanita di kursi itu menyerobot.


"Nama ku Amina, kami sedari SMP selalu bersama, bisa dibilang kita adalah sahabat tak terpisahkan. Charlie, aku, dan Ravel. Mereka berdua adalah orang yang paling berharga dalam hidup ku... Waktu kita lulus SMP, aku terkena penyakit stroke dan membuat ku seperti ini... Namun mereka merawat ku sampai sekarang, jadi ini alasan mengapa aku sangat menyayangi, sudah seperti kakak sendiri" ucap Amina


Pandangan Hiro terbuka, kesedihan sebenarnya tidak didapatkan oleh Hiro, namun masih ada yang lebih sedih dibandingkan dirinya.


Hiro kemudian bersujud kepada mereka berdua sembari berteriak dengan nada menangis.


"Mohon maafkan aku!! Hiks... Gara gara aku yang payah ini, teman kalian... Hiks, teman kalian..."


"Bangkitlah, kami sudah memaafkan mu" ucap Ravel


Hiro berdiri dengan wajah penuh tanah dan air mata berderai.


"hiks...ini masih salah ku,, aku... Hiks" ucap Hiro dengan gugup sambil menangis.


"Heii... Aku tau kamu kuat, aku tau kamu bisa bertahan tanpa teman ku... Kamu adalah temannya juga kan? Teman Charlie adalah teman ku! Jadi... Kuatkan lah, teman ku! Aku yakin Charlie tak mau melihat kamu bersedih Seperti ini" ucap Amina


Hiro pun meredakan tangis nya dan mengusap air matanya


"Ya..." ucap nya


Di alam lain, Charlie sedang melihat mereka berbicara, Charlie tepat berada di samping Hiro dan sedang duduk.


"Banyak drama euy" ucap Charlie


Mereka pun selesai mengunjungi pemakaman Charlie, namun saat Hiro hendak pulang, Ravel memanggil nya dan menghentikannya.


"Oy Hiro!" ucap nya


Hiro pun menoleh ke arah Ravel

__ADS_1


"Untuk menggantikan kawan Charlie, aku bersedia untuk menjadi anggota mu... Kau pasti butuh orang kuat seperti ku bukan?" ucap Ravel


"Hah? Kupikir kau akan kesal atau apa kepada ku" ucap Hiro yang kebingungan


"bego, aku yakin dengan menggantikan posisi Charlie, akan membuat dia merasa lebih baik... Jadi, mulai sekarang aku adalah tim mu" ucap Ravel


Mata Hiro kembali bersinar


"Selamat datang" ucap Hiro.


Mereka pun berpisah dan kembali ke rumah masing masing. Kepergian Charlie membuat kontroversi antar mereka, kesedihan Hiro semakin mendalam karena kehilangan teman untuk kedua kali nya.


Di siang hari, Hiro sedang mengunjungi Gedung nya yang hangus terbakar. Dan kemudian datang beberapa mobil konstruksi dan orang lainya.


"Baiklah, ayo bekerja semua" ucap mandor disana.


Markas Hiro pun hendak dibangun ulang, Hiro pun pulang dari sana.


Saat di perjalanan, Hiro bertemu Luna dengan wajah yang tak mengenakan.


"Ehh h-hey" sapa Hiro


Namun Hiro ditampar dengan keras di wajahnya.


"Menyebalkan, kamu... Menyebalkan" ucap Luna yang kesal


Hiro paham, kalau sebenarnya selama ini, Luna menaruh perasaan kepada Charlie, namun dia bahkan tak sempat mengungkapkan nya dan ditinggal pergi oleh orang yang dicintai nya.


"Maaf... Aku tau perasaan mu" ucap Hiro


"Perasaan? Orang bodoh dan lemah seperti mu, benar benar menyebalkan" ucap Luna


Luna pun menendang biji Hiro dan Hiro kesakitan dan terjatuh ke tanah. Luna pun meninggalkannya.


"Kampret..." ucap Hiro


Setelah beberapa menit. Hiro kembali berjalan jalan di taman, saat dia memasuki gang kecil, dia bertemu orang misterius.


"Hey sini..." ucap orang itu


Hiro yang tak ada otak pun pergi ke orang itu


"Aku memiliki tawaran untuk mu... Ini adalah poster Villa di suatu puncak, aku akan mendanai mu pergi ke villa ini untuk menangkap hantu yang bergentayangan disana, tertarik?" ungkap orang itu


Hiro mengambil poster itu.


-bersambung

__ADS_1


__ADS_2