
Hiro langsung maju dan menyerang Hiroi, dia memukul namun Hiroi bisa menangkisnya. dengan tangan api nya, Hiro agak kepanasan sedikit, dia berpikir agar tidak melakukan serangan fisik ke arah Hiroi.
Ray dan Pixie menemukan sebuah rencana untuk mengalahkan si Kai, Pixie melompat lompat sedikit dengan teknik boxing nya, sedangkan Ray mulai maju ke arah Kai. Kai fokus menahan serangan Ray. Dia menggenggam tangan Ray dan membuat nya dingin, Ray menendang rahang nya dan itu berhasil.
Kai kesakitan langsung melepas nya, dia mengambil batu di tanah dan melempar ke Ray, Ray pun menghindar sedikit sebelum batu sampai, tanpa dia sadari batu itu diberi angin es oleh Kai dengan cara memukul udara.
Batu itu menjadi balok es yang lumayan gede, dia pun kaget dan menahannya, serangan yang besar dan cepat itu membuat dia terjatuh ke bawah.
"kau cukup jago, tapi masih butuh waktu untuk mengalahkan ku" ucap Kai
Dia menghampiri Ray dan hendak menghabisi nya, namun dia baru tersadar akan satu hal, ada temannya yang masih di sana. Dia berbalik badan dan melihat Pixie tepat di sampingnya.
Pixie berada di belakangnya dengan wajah penuh amarah, dia melakukan charge di tangannya dan menciptakan pukulan yang kuat. Kai sempat ingin melapisi tanganya dengan balok es, namun dia kalah cepat dengan Pixie.
Pixie memukul nya tepat di kepala nya, dia langsung terjatuh bersamaan dengan Pixie yang jatuh ke tanah juga. Kai hendak berdiri, namun dia ga kuat dan kehilangan kesadaran, Pixie mencoba berdiri, namun tanganya penuh dengan darah akibat memukul kepala Kai yang sekeras batu bata.
Aartox kini sedang bertarung melawan Messa, dia terlalu meremehkannya, Messa benar benar kuat. Messa berhasil membuat Aartox kewalahan, saat Messa hendak menendangnya, Aartox berhasil membaca seranganya dan langsung membelokan seranganya. Messa yang kehilangan keseimbangan pun terjatuh.
Saat Aartox hendak menghampiri nya, tiba tibaa sesuatu yang menghampirinya dengan cepat. Sesuatu itu menghampiri perutnya dan membuat nya terluka.
Aartox berlutut karena terluka di bagian perutnya, saat dia melihat sumber seranganya, ternyata itu adalah serangan sniper Alon yang meleset tapi mengenai Aartox. Aartox yang sedang berlutut dia menutupi perut nya agar tidak terjadi pendarahan.
Saat Aartox sedang lengah, dia di tendang oleh Messa hingga terpental dan terseret jauh hingga membuat debu berhamburan. Silvi yang melihat Aartox langsung berdiri dan berhasil pulih.
Saat dia mendekat ke arah Aartox, dia melihat Aartox yang ternyata masih baik dan bisa berdiri
"kamu baik baik aja?" tanya Silvi
"gapapa, aku berhasil bertahan" ucap Aartox
Silvi bersyukur dan langsung memeluknya, namun saat dia di pelukan Aartox, Aartox membantingnya kebawah dan membuat Silvi terjatuh lagi, bantingan tadi benar benar menyakitkan, tak sampai disitu Aartox menendang Silvi hingga terpental sedikit, Silvi benar benar merasa kesakitan.
Saat Aartox menghampiri Silvi, tiba tiba Aartox di tendang oleh Aartox, Aartox kedua di tendang di kepala oleh Aartox pertama. Aartox kedua ternyata adalah Messa yang menyamar, Messa sempat tersenyum Dan berkata
"duhh, bego ah"
Messa pun pingsan. Aartox yang asli menghampiri Silvi dan meminta maaf, Silvi langsung duduk dan memeluknya, begitu juga dengan Aartox.
Kini Ruma memimpin posisi pertandingan, dia berhasil melancarkan serangan ke arah Rhoni dengan cepat, Rhoni bahkan tak dapat menghindar maupun menangkis, serangan tadi keras dan juga cepat.
di saat saat terakhir nya, Rhoni tersenyum dengan luka yang yang banyak tepat di wajahnya
"Kamu kuat dan jago, mau sama aku ga" ucap Rhoni
"Jangan ngayal bodoh" ucap Ruma
Ruma melancarkan jab dengan sedikit charge, dia langsung memukul Rhoni tepat di wajahnya hingga membuat dia terpental, tubuh Rhoni yang terpental mengenai banyak anggota preman dan berandal yang di jalurnya, Rhoni pun pingsan disana.
Charlie dan Alon masih berhadapan, dia masih belum selesai dengan pertarungan mereka, Alon Dangan pinta dengan bermain jarak sembari menembakan senjatanya, sedangkan Charlie hanya bisa bertahan dengan Chin nya sembari mencoba mendekat.
Saat dia mau maju mendekat, Alon menembak ke arah pundak kiri Charlie, Charlie menghindar ke kanan, namun ternyata itu tipuan, Alon menembak bagian kiri Charlie, Charlie tak sadar dengan itu dia benar benar skakmat.
Saat tembakan itu hampir mengenai Charlie, ada seseorang yang menghalanginya, badanya besar dan full hitam. Saat Charlie melihat ke sekitar, ada seseorang di sampingnya, dia adalah Rizky, tentu Charlie belum mengenal Rizky.
"Kamu siapa?" tanya Charlie
__ADS_1
"cerita nya panjang, aku akan membantu mu mengalahkannya" ucap Rizky
Kemudian, ada pak Dapon yang sedang mengawasi Hiro dari gedung yang lebih tinggi
"Mari kita lihat perkembangan mu dek Hiro" ucap pak Dapon
Kawan Hiro telah berhasil semua menghadapi musuh, kini hanya tersisa dirinya yang melawan Hiroi.
"Nampak nya semuanya telah menyelesaikan masalah disini, akhiri ini sekarang atau aku akan 'melakukan' sesuatu dengan gadis mu" ucap Hiroi
Hiro mendengar itu langsung cemberut dan di tambah bumbu amarah. Tiba tiba dia mengeluarkan sebuah aura emas dari tubuhnya
"Jangan coba coba engkau menyentuh dirinya, atau aku akan..."
Hiro benar benar marah karena Hiroi, dia menggenggam tangannya sembari mengeluarkan aura emas, Hiro benar benar melaju ke puncak titik emosi marah.
Saat Hiro hampir mencapai puncak emosi amarah, Lea terbangun dan melihat Hiro dan Hiroi
"Hiro! Berhati hati lah ya!" ucap Lea
Hiro melihat Lea dan hati nya menjadi tenang kembali, aura emas yang di keluarkan nya masuk kembali
"yaa, aku akan memenangkan ini untuk mu!" ucap Hiro
Hiroi yang paham kalau Hiro hampir saja mengawakend chinya, langsung menatap Lea dengan wajah marah.
"Dasar tolol"
Hiroi menjentik jarinya dan membuat Lea pingsan, saat Hiroi menjentik jari, dia mengeluarkan api kecil yang dengan cepat melaju ke arah Lea dan membuat dia pingsan.
Hiro mundur sejenak dan memikirkan bagaimana caranya mengalahkan Hiroi. Dia melihat pipa panjang yang menempel di tembok, dia pun mengambil nya dan akan menggunakan nya sebagai senjata.
"Jika saja dirimu mengikuti jalan ku, maka engkau tak harus sampai turun tangan begini" ucap Hiroi
"Aku tak akan mengikuti jalan mu yang menggunakan kekerasan untuk mencapai tujuan, aku akan memperoleh jalan ku sendiri" ucap Hiro sembari mengayunkan tongkatnya.
"Kalau begitu, menyingkirkan kan mu adalah kewajiban ku" ucap Hiroi
Hiroi langsung menghilang dari sana, dia berada di belakang Hiro dan hendak memukulnya, Hiro berhasil menahan dengan menggunakan pipa, dengan begitu dia tak perlu khawatir dengan hawa panas Hiroi. Hiro menendang perut Hiroi dan berhasil kena.
Hiroi menjauh sedikit dan memegangi perutnya, Hiro maju ke arah Hiroi, dia melempar pipa nya membuat Hiroi menangkis pipa itu dan memberi celah. Hiro menerjang perut nya dan menendang nya dengan melompat, Hiroi menahan kaki nya dan membuat Hiro stuck di udara.
Hiro memutar badanya dan berhasil lepas dari Hiroi dan memukul wajah nya, itu sangat berefek dan membuat Hiroi berlutut...
Hiroi meludahkan darah nya yang keluar
"Kali ini aku tak akan main main" ucap nya
Dia menghilang dari sana, dan berada di belakang Hiro, dia memukul lehernya dan menghilang, dia memukul perutnya dan menghilang, dia terus memukul bagian Hiro, Hiro terkena seranganya mentah mentah tanpa perlawanan.
Hingga Hiro mendapat kebangkitan Chin nya sedikit, Hiroi mundur karena merasa aura yang besar. Hiro mengeluarkan Chin nya yang ga sempurna dan Chin itu membentuk sayap malaikat yang bersinar, secara ajaib luka Hiro menghilang.
Hiro menerjang Hiroi dengan cepat menggunakan bantuan dorongan sayap nya, dia berhasil menendang kepalanya dan membuat dia terpental. Hiro mengangkat Hiroi di kerah bajunya, Hiroi menyalakan api di tubuhnya agar Hiro melepas nya, namun ada aura yang melapisi tangan Hiro, mencegah dirinya terbakar.
Di udara, Hiro melepas Hiroi, namun tepat sebelum Hiroi terjatuh, Hiro memukul Hiroi dengan beruntun dan cepat, hitungan detik tak sempat menghitung pukulan Hiro, Hiroi perlahan jatuh ke udara dan mendapat serangan beruntun dari Hiro.
__ADS_1
Hiro pun menghantam Hiroi ke bawah dan membuat dia terjatuh. Di bawah, Hiroi wajahnnya babak belur karena Hiro, dia melihat Hiro yang terbang dengan sayap nya turun perlahan ke arah Hiroi.
"(Sudah kuduga, kekuatan mu adalah yang sempurna, namun aku berharap kau dapat membangkitkan Chin mu lebih cepat)" ucap Hiroi dalam hati
Saat Hiro ingin menghabisi nya, Hiroi batuk dan menyuruh dia berhenti sejenak.
"Hiro... Ketahuilah, paman mu masih ada di dunia ini...." ucap Hiroi
Hiro syok dan mundur perlahan, dia benar benar ga percaya kalau Paman nya masih hidup dari insiden itu... Hiro yang berusaha melupakannya, langsung menendang Hiroi tepat di wajahnya dan membuat Hiroi pingsan. Faktanya, Hiroi belum sempat menggunakan 70% kekuatannya, dia hanya pasrah membiarkan kemenangan di tangan Hiro.
Hiro berlari ke arah Lea dengan Chin yang perlahan pudar, dia melepas ikatan Lea dan menggendongnya, dia memeriksa tubuhnya dan bersyukur dia tak di lukai.
Hiro menelpon pak Dapon
"Semua sudah selesai disini pak" ucap Hiro
"Ya... Aku sudah lihat itu" ucap pak Dapon
Pak dapon berdiri dan langsung menggunakan chinya, dia membuat semua orang yang berada di sana berpikir kalau kejadian yang menimpa pemimpin mereka, tidak terjadi. Serta pak Dapon membuat semua orang berpikir kalau mereka lupa dengan apa yang mereka lakukan disana.
Semua orang pun diam seketika, dan langsung berpikir "dimana kita?", Yudo yang lagi baiwan juga merasa begitu, dia pun melihat sekitar dan melihat ada pasukannya, karena dia yang lupa dengan kejadian itu, dia menyuruh mereka untuk pulang dan memarahi mereka kenapa bisa disini.
Begitu juga dengan Alon dan Kido, mereka menyuruh mundur sekaligus menggendong Arman yang tepar. mereka semua mengosongkan lapangan, menyisakan kawan Hiro serta Messa, Rhoni, Kai, yang pingsan.
Hiro melihat Hiroi yang babak belur dan mengucap
"Aku terpaksa melakukanya kak, aku berjanji akan meneruskan jalan mu dengan cara yang jauh lebih baik" ucap Hiro yang pergi sembari mengendong Lea
Dia pun pergi menemui teman nya, Aartox terluka di bagian perutnya, Silvi babak belur, Charlie ada bersama Rizky, serta Ray dan Pixie. Pixie mendekat ke Hiro dan menunjukan sesuatu.
"Hiro lihat lah! Aku berhasil membangkitkan Chin ku!" ucap Pixie
Dia mengeluarkan cahaya putih di tangannya yang dapat membutakan pandangan seperti flash bang. Chinya adalah tipe kaiyo.
Hiro senang 3/5 temanya berhasil membangkitkan chinya, sisanya hanyalah Silvi dan Ray serta dirinya.
Pak Dapon mendekat ke Hiro dan langsung menepuk pundaknya
"kerja bagus dek Hiro! Aku melihat semua nya, kamu memanfaatkan Chin yang tidak sempurna mu untuk menambah kekuatan, itu hebat!" ucap pak Dapon.
"Aku berterimakasih pak Dapon, karena telah membantu ku dalam menyelesaikan masalah ini." ucap Hiro
"Ga masalah kok! Penyakit yang aku dapat itu cuma hidung mampet nih... Oh ya dek Hiro " pak Dapon mendekat ke telinga Hiro
"Buat video cewek joget nanti, japri bapak ya" ucap pak Dapon
"sip pak" ucap Hiro
"oh ya Hiro, ngomong ngomong siapa mereka berdua?" tanya Silvi
"Aku akan menjelaskan nya saat kita pulang, ayoo" ucap Hiro
Hiro pulang bersama temannya, untuk Lea dia membiarkan Pixie menggendongnya, mereka berhasil menyelesaikan masalah disini.
(Next arc: Unfunny Joker)
__ADS_1
-bersambung