
Pagi hari seperti biasanya, Hiro terbangun dan bersiap akan melakukan pertemuan dengan para anggota lainnya di halaman mereka, tentu akan banyak anggota yang ikut dalam acara ini, sekitar 200 anggota akan berkumpul di satu tempat yang akan Hiro beritahu.
Hiro bersiap akan pergi ke tempat yang di janjikan, dia pun berangkat, singkat nya, Hiro berhasil sampai di tempat yang di janjikan, dan benar saja banyak orang yang berkumpul di sana, mulai dari yang terkuat bahkan yang terlemah, di sana juga ada teman teman Hiro yang menunggu kedatangannya.
"oi Hiro sini!" ucap Charlie
Hiro menghampiri mereka, terlihat mereka sudah berkumpul dan akan bersiap untuk pengumuman yang Hiro berikan itu. Hiro dan kawan kawan naik ke panggung dan memberikan sebuah Sapaan hangat.
Disisi lain ada seseorang yang datang ke rumah Hiro, dia masuk dengan cara mendobrak pintu nya, dia mulai mencari kamar Hiro dan akhirnya ketemu.
Setelah masuk ke kamar Hiro, dia mencari sesuatu, di lemari, kasur, laci semua nya dia buka Deni mendapatkan sesuatu. Singkatnya dia berhasil mendapatkan yang dia cari, kartu keluarga Hiro, dia pun pergi dari sana lewat jendela.
Kembali kepada Hiro, kini dia siap untuk berbicara
"ehhh halo semuanya, terimakasih telah datang ke pertemuan kali ini, aku akan menyampaikan sesuatu yang penting. Pertama, yang bisa menggunakan Chin silahkan maju kedepan"
Terlihat beberapa anggota mulai maju kedepan, sekitar 35 anggota dari 200 orang bisa menggunakan Chin.
"oke dan kedua, aku ingin yang tak bisa menggunakan Chin, mohon asah kemampuan kalian semua Sampai menjadi yang terkuat" ucap Hiro
"maaf Ketua, bisa tolong jelaskan makna kita berkumpul disini?" tanya seseorang
"huhhh baiklah aku akan langsung ke utamanya. kali ini Hiroi merencanakan sebuah rencana yang dapat merugikan kita semua, ya kita semua. Oleh karena itu aku ingin mempersiapkan kalian agar tidak jatuh dalam peperangan kali ini" ucap Hiro
"oyy ketua, padahal kan si brengsek itu urusan mu, kenapa harus kita yang kena juga?" tanya seseorang, di susul dengan protes semua orang
__ADS_1
"huhh kalian ini belom paham juga ya, aku bilang semua orang juga terkena dampaknya, baik kalangan musuh, berandal, preman, mereka semua akan terseret ke masalah ini, percaya lah jika kalian mengikuti ku, maka kalian akan aman dari rencana Hiroi" ucap Hiro
Suasana disana jadi hening seketika, semua orang mulai berbincang satu sama lain membicarakan hal ini.
"huhh yang terpenting adalah, kuasai apa yang kalian bisa, entah dalam kekuatan, bela diri, apapun itu asah saja jika itu menguntungkan kita, itu saja yang ingin ku sampai kan" ucap Hiro
"baik....." ucap semua anggota
"kalian semua boleh bubar, kecuali yang bisa menggunakan Chin, aku akan melakukan interview kepada mereka satu persatu" ungkap Hiro
Mereka semua pada bubar, dan berhamburan. Suara motor berbunyi di sana sini, dan suara bising juga terdengar di sana sini. Hingga akhirnya tempat itu menjadi hening.
"baiklah, sekarang sisa kalian semua" ucap Hiro yang merujuk pada anggota nya yang bisa pakai Chin
kini Hiro sedang menanyai satu persatu anggota nya yang bisa menggunakan Chin, sampai dia melihat ada Ruma disana.
"wow, aku ga tau kau bisa pakai Chin?" ucap Hiro
"tentu ketua, saat aku sedang depresi waktu itu, entah kenapa aku merasakan sesuatu yang berbeda dan aku menumbuhkan kekuatan ini" ungkap Ruma
bagus lah kalau begitu, kali ini cukup sampai disini saja, aku telah menemukan apa yang aku cari, sekarang kalian boleh pulang dan datang lagi kesini esok pagi jam 5, aku akan melihat potensi Chin kalian.
Malam hari tiba, Laksa nampak sedang menunggu seseorang masuk keruangan nya. orang itu tiba di sana dan memasuki ruangan Laksa.
Penampilan orang itu benar benar.... Memakai tudung, tatapan kosong, dan membawa sebuah sabit besar berwarna hijau terang.
__ADS_1
"datang juga kau" ucap Laksa
"berikan targetnya agar aku bisa kembali ke Meksiko" ucap ornag itu
Ternyata dia adalah seorang pembunuh bayaran dari Meksiko yang di sewa oleh Laksa.
"ini, target bernama Narua Hiro, kamu bisa membaca semua nya" ucap Laksa
"(!!)" Laksa terkejut mendengar nama Narua Hiro, dia tak berkutik dan diam seketika mengingat apa yang terjadi.
"aku mau kau membawa kepala nya kesini, karena aku ada dendam kepadanya dan akan menertawakanya, jadi tolo-"
Tak sempat menyelesaikan nya, kepala Laksa langsung terpotong dengan sabit orang itu, potongannya sangat cepat dan rapih, sehingga darah yang keluar butuh waktu 1 detik agar bisa muncrat.
orang itu mengambil dokumen berisi tentang Hiro dan pergi begitu saja.
scene berpindah ke Lea yang baru saja pulang dari belanja nya di mall, entah apa yang dipikirkan, dia memilih lewat gang sepi.
Saat dia sedang berjalan, ada seseorang yang baru saja jatuh dari atas. Lea sontak menengok kebelakang dan kaget.
"halo nona"
Ternyata itu adalah Hiroi yang membuntuti Lea, apa yang akan dia lakukan selanjutnya?
-bersambung
__ADS_1