Fight For Everyone

Fight For Everyone
Genggam Tanganku


__ADS_3

Hiro dan teman temannya pun berpencar untuk mencari Anna, Hiro mencari didalam rumah


Dia mengecek seluruh ruangan yang ada hingga ke kamar ketiga


"ruangan terakhir kamarku sendiri" ucap Hiro yang langsung membuka pintu


dan ternyata benar mereka berdua ada didalam kamar Hiro, Doff mencoba melecehkan Anna dikasur milik Hiro


"apa nih ancrit, setan masih punya nafsu? Buset" ucap Hiro


"Hi..ro..." Anna yang terkapar lemas


"kenapa kau terus mengganggu!!" Doff langsung berada didepan Hiro dan mencekik nya.


Hiro dibanting kearah meja dengan keras, doff pun mendekati Hiro dan mencengkeram kepala Hiro


"apa yang kau lakukan!" ucap Hiro


"akan ku tarik roh mu dengan kata lain MEMBUNUH MU! Agar kau tidak menggangu lagi!"


Doff menarik keluar roh Hiro dengan paksa, disaat sedang menarik Doff melihat sesosok kakek didalam diri Hiro


"lebih baik jangan kau ganggu anak ini!" ucap kakek itu


Doff yang terkejut langsung membatalkan serangannya dan mundur, Hiro memanfaatkan situasi dan langsung menyergap doff dan melemparnya keluar rumah


"sial sial sial sial SIAL! MANUSIA RENDAHAN!! BENAR BENAR AKAN KU BUNUH KAU!" ucap Doff yang sangat kesal hendak terbang kembali kekamar Hiro


"tidak semudah itu, Ravel Rizky gas kita serangan Combo!" Ucap Mura


"tentu saja!" jawab Rizky dan Ravel


"APA?!" Doff yang terkejut


Serangan diawali Ravel yang langsung menandai beberapa bagian tubuh Doff lalu Mura yang menerbangkan Doff dengan angin topan nya


"apa apaan!" ucap Doff yang kesal didalam angin Mura


Paku berukuran lumayan besar muncul di bagian tubuh yang sudah tandai oleh Ravel dan langsung melubangi Doff, Rizky pun melancarkan serangan terakhir


"angin berhembus... Matahari bersinar... Daun yang jatuh, tak menimbulkan suara... Tebasan dimensi!" Ucap Rizky yang melancarkan tebasan kearah Doff


Angin topan milik Mura pun terbelah termasuk tubuh Doff!, Tubuh Doff yang terbelah menjadi dua jatuh ke tanah.


Hiro turun untuk menemui Mura dan lainnya, dia melihat tubuh Doff yang terbelah tergeletak di tanah


"apa.. Sudah berakhir?" Ucap Anna yang digendong Hiro


"belum.. Belum belum BELUM!!! SIALAN KALIAN!" suara Doff yang muncul entah darimana


Tubuh Doff yang sudah terbelah itu tiba tiba melayang, aura jahat berkumpul masuk ketubuh Doff


Lalu tubuh Doff ditutupi oleh bola besar, bola itu berwarna darah dan lengket.


Tentakel muncul dari bola itu dan menyerang Hiro, Hana berhasil melindungi Hiro dengan Lubangnya


"hati hati, tentakel itu terlihat sangat berbahaya" ucap Mura


Mereka menghindar dari tentakel itu, namun terlalu sulit! Tentakel itu menyebar ke segala arah hingga berhasil mengikat Yura


"mbak!" Mura mencoba menyelamatkan mbaknya namun tentakel itu tak bisa diserang, berkali kali ditebas selalu meregenerasi.


Yura yang terikat tentakel ditarik oleh Doff ke bola lalu dihisap olehnya, sesaat hisapan itu hampir menutupi seluruh tubuh Yura, Hiro melompat dan hendak menebas Bola yang menghisap Yura namun..


"Hi.. Ro..." Ucap Yura yang setengah pingsan


"Yura!" teriak Hiro


Seketika saat Hiro kehilangan kekuatannya dan langsung terjatuh ketanah, Chin milik Hiro nonaktif secara tiba tiba


"memang cacat, Anna apa kau baik baik saja" ucap Hiro


"ya, aku baik baik saja yang lebih penting temanmu itu dia sudah terpenuh tenggelam ke dalam bola milik Doff" ucap Anna.


Bola itu perlahan turun ketanah, retakan muncul dari sisi atas bola secara perlahan menyebar kesuluruh bagian hingga


Bola itu pun menetas.. Memperlihatkan sosok Yura yang berubah hampir seluruhnya mulai dari pakaiannya yang berubah, rambutnya yang berawal hitam menjadi putih bercampur merah, kulitnya menjadi kepucatan, telinganya seperti telinga iblis, tanduk muncul dari kepalanya dan yang terakhir, suaranya bercampur dengan suara Doff.


"boleh juga tubuh ini, sangat mudah dirasuki namun sayangnya dia adalah seorang wanita" ucap Doff yang berada ditubuh Yura


"mbak?! tidak.. Apa yang kau lakukan Doff!!" ucap Mura yang panik dan kesal


"apa yang kulakukan? Aku hanya terpaksa merasuki tubuh wanita ini, tubuh Fisik memang yang terbaik.. sekarang hanya tinggal menunggu suara ku menggantikan wanita ini, dengan itu aku sepenuhnya sudah merebut tubuh miliknya!" jawab Doff


"sialan kau! Tidak akan kubiarkan, semuanya maju!" ucap Mura


Namun.. Hanya dengan mengibaskan tangannya, Doff mementalkan seluruh teman Hiro sampai pingsan.


"akan kubunuh kalian nanti, yang lebih penting DIMANA KAU HIRO!" teriak Doff


"dimana? Gak dimana mana" Hiro yang langsung menyerang Doff dengan tinjuannya


"apa yang terjadi? Kekuatan mu hilang begini kau menjadi sangat lemah!" ucap Doff yang menangkis serangan Hiro


"berisik kekuatan ini masih belum sempurna, Yura! Apa kamu masih ada didalam sana" ucap Hiro sembari menatap mata Yura yang dirasuki doff

__ADS_1


"hi..ro.." setengah wajah Yura yang menangis


"sepertinya wanita ini sangat mencintaimu ya.. Baiklah akan ku bunuh kau!" Ucap Doff.


Doff memukul dada Hiro, Hiro yang terkena pun tertunduk dihadapan Doff lalu Doff menendang tepat diwajah Hiro hingga Hiro terpental menabrak kubah


"santai saja, akan ku habisi dengan cepat" ucap Doff yang hendak menghabisi Hiro dengan serangan jarak jauhnya


Hiro yang terlihat pingsan tiba tiba aura emas mengelilingi nya, aura itu masuk ke tangan dan saluran darah Hiro


"habisi? Masih belum!" ucap Hiro


Seketika Hiro menghilang


"hilang?! Dimana dia" ucap Doff yang heran


"Yo! Sejak kita berhadapan kau sangat cepat bagaimana jika sekarang kita adu kecepatan!" Hiro yang langsung berada dibelakang Doff


Mereka pun beradu kecepatan, Ravel yang setengah sadar melihat pertarungan Hiro dan Doff yang sangat cepat hingga dia tak sanggup melihat


"sepertinya.. Aku tak perlu khawatir" ucap Ravel dan dia langsung tertidur.


"sialan, kau menjadi sangat kuat padahal hanya tanganmu saja yang dialiri aura emas!" ucap Doff yang kesal


"Keluar dari tubuh itu atau ku keluarkan secara paksa!" ucap Hiro yang sedang beradu kecepatan di udara


"lepaskan? Tidak mungkin! Sekarang suaraku sepenuhnya menggantikan suara wanita ini, dengan kata lain aku sudah memiliki tubuhnya! HAHAHA" Ucap Doff


"benarkah? lalu ada apa dengan mata itu" Ucap Hiro


"HUH?!" Doff yang terkejut


Hiro pun menarik keluar Doff dengan kekuatan pemurnian miliknya, Doff pun dilempar keatas oleh Hiro


"Yo, Yura" ucap Hiro


"Yo, Hiro..." ucap Yura dengan suara lemasnya lalu memeluk erat Hiro di udara.


Mereka pun mendarat lalu dihampiri Anna, sementara Doff melayang di udara diam tak bergerak


"Yura,Anna kalian tunggu disini saja, akan ku kalahkan Doff" ucap Hiro


"baik" jawab mereka berdua.


Hiro pun melompat pergi untuk mengakhiri pertarungan, disaat terbang dia melihat Doff yang melayang di udara


"apa apaan dia itu, apa dia ingin berubah menjadi lebih kuat lagi?!" ucap Hiro


"SIAL!! MANUSIA! MEREKA"+°%°¢^+#-2 BUNUH BUNUH BUNUH!!!!-" Doff yang berbicara gila tiba tiba berhenti.. Dia menarik seluruh mayat Genderuwo yang sebelumnya sudah dibunuh ke satu titik


Darah yang menjadi kubah pun ikut tertarik dan terserap kearah Doff, Hiro yang sedang terbang tiba tiba terbanting ketanah


Doff berubah menjadi Makhluk yang tak jelas harus disebut apa, benar benar seperti monster!


"apa apaan itu bukankah itu terlalu tinggi, sekitar 1 km?! Para warga yang berada di kejauhan pasti melihat juga" ucap Hiro


Makhluk itu mengarahkan telapak tangan nya kearah Hiro, Hiro reflek menghindari serangan itu lalu memanjat lengan Doff dan mencoba memotong lengannya namun terlalu keras


"sudah kuduga dengan pedang ini tak sanggup, kalau begitu akan kupakai yang satunya-" Hiro yang lengah terkena pukulan dan terpental beberapa ratus meter


"kau ini benar benar kuat ya" Ucap Hiro


Lalu Hiro memindahkan fokus kekuatannya dari tangan ke kaki lalu bergerak secepat bahkan lebih cepat dari Cahaya!


Seketika Hiro berada tepat dibawah Doff lalu mengeluarkan Pedang Besarnya


"musnahlah kau!" Ucap Hiro menebas kearah atas


"MAN$*#%NUSIA!!!!!!!" Ucapan terakhir Doff


Doff pun terbelah menjadi 2 dan secara perlahan lenyap dari dunia...


Hiro pun terduduk lemas dan melihat kearah matahari ternyata sudah sore


"buset kita bertarung hampir sehari, pantas saja selelah ini" ucap Hiro yang perlahan Chinnya menghilang


Lalu teman teman Hiro dan Anna menghampiri Hiro, Mereka melihat matahari terbenam bersama sama..


"lelah lelah, sudah waktunya kembali" Ucap Mura


"iya, kita pulang lalu Pesta! Hahaha" Rizky yang tertawa


Matahari sudah terbenam lalu mereka kembali ke Villa, disaat mereka sudah kembali mereka sedikit Terkejut melihat keadaan villa Sedikit Bobrok


"waduh" Ucap Hiro


*mau tak mau kita yang harus membersihkan" Ucap Yura


Mereka pun membersihkan Villa dari sisa sisa pertempuran tadi, setelah selesai membersihkannya mereka Langsung berpesta


"hari ini kok aku merasa kuat banget ya, melebihi dari biasanya" ucap Hiro


"aku memberimu kekuatan ku, jadi fisikmu lebih kuat dari biasanya" Ucap Anna


"kekuatan? Anna apa kamu memiliki Chin juga" tanya Hiro

__ADS_1


"jadi sebutannya Chin ya, kemampuan Chin ku adalah memperkuat fisik dan mental seseorang ratusan kali lipat namun hanya untuk orang lain.. Tidak berguna pada diriku sendiri karena itulah kekuatan ini tidak berguna selama aku hidup jadi aku tak pernah menggunakan nya dengan maksimal" jawab Anna.


Lalu Anna ikut berpesta merasa sangat senang, pertama kali dia tertawa bahagia dan merasakan apa itu kebahagiaan.


"Apa kamu sudah merasakannya?" Tanya Hiro ke Anna


"ya.. Terimakasih Hiro" jawab Anna dengan sedikit air mata.


Lalu malam dihiasi canda dan tawa oleh mereka hingga matahari sedikit menyinari hari, mereka semua yang pesta semalaman tertidur pulas dan


Yang masih bangun hanya Hiro,Lea,Anna


"Hiro.. Aku ingin kamu ikut denganku, Lea kamu juga" Ucap Anna


"kemana" tanya Hiro


"sudah ikut saja, hanya kedepan villa ini" jawab Anna


Lalu mereka berdua mengikuti Anna keluar Dari Villa, Keadaan sangat hening


"Hiro... aku ingin kamu membunuh ku" Ucap Anna


"bunuh?! Apa yang kamu bicarakan, kamu baru saja merasakan kebahagiaan kan" Jawab Hiro yang terheran heran


"pada dasarnya aku adalah arwah yang tidak tenang aku kan sudah memberi tahu mu, kekuatan mu pemurnian kan dengan itu aku ingin kamu membunuh ku agar sepenuhnya aku pergi ke alam sana dengan tenang.." ucap Anna


"aku mengerti.. Karna kamu sendiri yang meminta maka akan ku lakukan.." Ucap Hiro yang memejamkan matanya menahan kesedihan


"Dari hati terdalam.. Kejujuran dan kesetiaan tanpa kecurigaan.. Segala sesuatu berasal dari satu.. Segala kekotoran harus dibersihkan.. pemurnian" Hiro yang mengaktifkan Chin nya


"sebelum itu aku ada pesan untuk semua yang sedang tertidur, Terimakasih Karna mau menghabiskan waktu bersama arwah sepertiku, lalu pesan untukmu Lea, jangan pernah sakiti Hiro, dan yang terakhir.. Untukmu Hiro.. Apa kita bisa bertemu lagi suatu saat" Ucap Anna yang terisak tangis


"ya.. Pasti akan ku sampaikan pesan itu, dan pasti.. pasti kita akan bertemu lagi!" Ucap Hiro dengan sedikit air mata.


Hiro pun menusuk Anna dengan pedangnya, perlahan matahari terbit lalu perlahan arwah Anna menghilang dari dunia ini...


"Terimakasih.. Hiro".


Lalu Hiro dan Lea kembali ke Villa, melihat teman temannya yang sudah bangun menghampirinya dan mempertanyakan apa yang terjadi


"Yo Hiro semalem seru banget yak, btw Anna kemana?" Tanya Mura


"Anna.. Kini Dia sudah meninggalkan dunia ini dengan tenang" Jawab Hiro


"meninggalkan?! Apa yang sebenarnya terjadi Hiro" ucap Rizky yang keheranan


Hiro berlari masuk ke Villa dan langsung masuk kekamarnya, teman teman Hiro bingung apa yang terjadi lalu Lea menjelaskan semuanya..


"begitu ya.. Apa boleh buat kalau begitu, Anna semoga kau tenang didalam sana" ucap Mura.


Hari terakhir di Villa berlangsung sepi, Hiro seharian sama sekali tak keluar kamar.. beberapa temannya mencoba mengetuk pintu dan memanggilnya namun tak ada respon


Hingga malam hari, tengah malam.. Lea mengetuk pintu Hiro


"Hiro..." ucap Lea


Lea mencoba membuka pintu ternyata pintunya sudah tidak dikunci lalu Lea masuk dan melihat Hiro yang duduk menatap langit lewat jendelanya, tatapan Hiro dipenuhi depresi karena kehilangan temannya lagi..


"Lea?...." Hiro yang menatap wajah Lea


Seketika Lea menarik Hiro ke kasur lalu memeluknya dengan erat, Hiro merasakan tubuh Lea yang sangat hangat


"Hiro tolong jangan berekspresi seperti itu lagi, Anna pasti sudah tenang di alam sana jadi mohon jangan sedih" Ucap Lea dengan sedikit tangisnya


Hiro terkejut melihat Lea yang seperti itu


"tapi aku kehilangan temanku lagi, lebih parahnya aku sendiri yang membunuhnya.." Jawab Hiro


"masih ada aku masih ada yang lain' ucap Lea


"kamu benar... masih ada Aartox,Rizky,Ravel,Mura dan yang lainnya.." Hiro yang sedihnya perlahan menghilang..


"Hiro.. Aku mencintaimu.. Aku ingin bersamamu aku ingin tau tentang mu lebih jauh.." ucap Lea


"Lea.. Aku juga mencintaimu aku ingin bersamamu, aku ingin merasakan kehangatanmu lebih lama..." ucap Hiro...


Lalu keesokan hari pun tiba, Matahari terbit seperti biasa dan mereka bangun pagi pagi untuk bersiap pulang, disaat mereka menuruni puncak Hiro dan Lea saling bergandengan tangan


Teman teman Hiro pun salfok dengan Hiro dan Lea yang terlihat sangat mesra


"ciee ciee" ucap Mura yang menggoda Hiro


"apa sesuatu telah terjadi diantara kalian?" Ucap Aartox


"Lea, untuk saat ini kamu berada satu langkah didepan ku, kedepannya aku tidak akan kalah" ucap Yura


"hehehe mungkin tak hanya 1 langkah.." jawab Lea.


Mereka pun sampai dibawah puncak dan langsung dijemput bis, disaat mereka semua didalam bis Mura main hp lagi dan liat berita berita hingga dia dikejutkan dengan 1 berita, berita itu mengatakan


"sebuah fenomena aneh telah terjadi dipuncak dekat Villa BRONTUS, fenomena itu menunjukan sebuah raksasa besar yang sangat tinggi namun itu hanya berlangsung sebentar, kesaksian dari warga ada kilat yang langsung menebas raksasa itu dari bawah hingga raksasa itu lenyap!" yang dikatakan berita itu


"eh?! Hiro bukannya ini kau" ucap Mura


"eh iya juga, tapi aku tidak terlihat jelas digambar itu jadi aku bisa tenang" jawab Hiro.

__ADS_1


Mereka pun pulang dan sampai dengan selamat..


-bersambung


__ADS_2