
Hiro pulang dengan membawa sebuah brosur yang dia ambil dari orang misterius yang dia temui di gang nya, dia pun membaca lengkap brosur itu.
"Apakah kamu yang terpilih? Apakah kamu orang yang pemberani? Apakah kamu orang hebat? Pergi lah ke VILLA BRONTUS!! Dikatakan villa ini adalah peninggalan orang Belanda! Banyak warga bilang villa itu angker sekali!! Jika anda tertarik berkunjung ke villa ini dan berhasil mengusir hantu nya... Hubungi kami!" isi Brosur itu
Hiro pun terlihat tertarik, dia hendak menelpon seseorang di nomer brosur itu. Namun sebelum dia menelpon nya, ada seseorang yang mengetuk pintu rumahnya, Hiro pun berdiri dan pergi mengecek.
Saat dia melihat orang itu, ternyata dia adalah Lea dan Pixie yang tanganya di perban, Hiro pun benerin rambut dulu dan langsung keluar.
"Hmmm... Aku benar benar minta maaf" ucap Hiro ke Lea
"hm? Minta maaf? Untuk apa?" tanya Lea
"Aku yang bertanggung jawab atas kelompok ku, aku juga yang mengawasi mereka, aku yang lemah ini tidak bisa menjaga Pixie dan membuat tanganya terputus..." jawab Hiro
"Hey... Sudah lupakan, aku yakin ini bukan kesalahan mu, ini adalah salah nya Pixie karena ga hati hati" ucap Lea sembari menjewer telinga Pixie
"AW AW AW!! Sakit tau..!" ucap Pixie yang kesakitan
"Kami kesini untuk memberi tahu mu tentang sesuatu, Hiro" ucap Lea ke Hiro
"Apa itu?" tanya Hiro
Lea menatap Pixie, Pixie pun kemudian menarik nafas dengan panjang dan mulai berbicara.
"Hiro... Aku berniat mengundurkan diri dari organisasi mu..." ucap Pixie
Mendengar itu, Hiro agak kaget sedikit.
"Ada apa?" tanya Hiro
"Dikarenakan tangan kanan ku yang terputus ini, aku tak bisa lagi bertarung... Aku sudah memutuskan akan pergi berkelana bersama petinju terkenal, Ruma. Aku akan menjadi teman perjalanan sekaligus pelayan setianya, aku harus mengubur mimpi ku dalam dalam untuk menjadi pemain tinju" ucap Pixie
Mendengar hal itu, Hiro langsung memeluk Pixie.
"Maafkan aku kawan, karena aku, engkau harus menjadi Seperi ini" ucap Hiro
Kemudian Pixie menyela "Tidak, ini bukan salah mu. Aku yang menginginkan ini, jadi tak apa" ucap Pixie
"Baiklah, aku akan merelakan mu... Aku kehilangan 3 Anggota penting, Charlie, Pixie, dan Ruma juga" ucap Hiro
"Namun, maukah kamu setidaknya ikut aku ke sebuah tempat? Untuk kenangan terakhir" ucap Hiro
"Tempat?" tanya Pixie
__ADS_1
"Ini adalah villa, disana, kita akan diberi waktu 5 hari menginap, terlihat menarik" ucap Hiro
Hiro tak memberi tahu sama sekali tentang betapa angker nya villa itu, dia Hanya memberi tahu kalau villa itu nyaman.
"Kalau mau, kamu juga boleh ikut kok, Lea" ucap Hiro
"Hmmm... Baiklah, nanti aku pikirkan lagi" ucap Lea
"Aku ikut, untuk sahabat ku" ucap Pixie
Mereka berdua pamit dari rumah Hiro dan pulang, saat Hiro hendak menutup pintu lagi, dia melihat segerombolan orang datang ke rumahnya.
"Hey Hiro!!" ucap orang itu
Ternyata dia adalah gerombolan Mura dan anggota nya.
"Lah Mura? Kenapa kamu bisa disini?" tanya Hiro
"Aku baru mau nanya itu, kenapa aku bisa disini? Terakhir saat kamu bertarung, kami melawan gadis yang bisa ngendaliin orang, kayanya kita dikendalikan dan jadi gini" ucap Mura
"Waduh, pertarungan sudah selesai Mura... Kalau kamu mau pulang boleh aja sih" ucap Hiro
"Hahh? Okelah"
"Oy Mura! sini" panggil Hiro
Mura pun berbalik dan kembali menghampiri Hiro
"Jadi gini Mur, aku berencana bakal ngajak seluruh temen ku buat ke villa, kamu kalo mau ikut boleh juga kok" ucap Hiro
"Wahhh liburan!? Aku juga biasa liburan sih, cuma kalo rame pasti seru bet! Aku juga ajak Kakak aku deh..." ucap Mura
"Jam 6 pagi, kesini ya" ucap Hiro
"Baiklah, sampai jumpa!" ucap Mura
Mura and the geng pun pulang ke rumah nya, sementara Hiro kembali masuk ke rumah. Dia pun mengeluarkan telpon nya dan hendak menelpon semua teman nya.
"Ini pasti bakal seru! Aartox dan Charlie pasti suka" ucap Hiro
.....
"Charlie..."
__ADS_1
Hiro agak sedih kembali mengingat kawanya.
"Tidak"
Hiro pun menelpon semua kawanya yang ada, dan menanyakan apakah mereka semua bisa.
Singkat cerita, esok hari pun tiba. Hiro sudah bersiap di depan rumahnya, dia juga terlihat menyewa sebuah bus untuk pergi.
Tak lama, muncul Aartox bersama Silvi yang jalan bareng, mereka juga udah siapin barang mereka.
Disusul dengan Lea dan Pixie yang baru Dateng.
Hiro juga mengajak Ravel, Ravel yang baru bangun tidur terlihat lemas sembari menenteng tas. Dia juga mengajak Ray yang datang dari belakang Ravel.
Mereka semua pun berkumpul.
"Tinggal beberapa orang tersisa" ucap Hiro
Hiro tak bisa mengajak Luna, karena alasan dia masih marah kepada Hiro, dia juga ga bisa ngajak Yamada, karena dia ga bakalan mau acara beginian. Hiro juga baru inget dia punya Teman yang lumayan akrab, Zazel. Cuma Zazel selalu sibuk.
Entah nongol darimana, Messa muncul dibelakang Hiro dengan Hoodie oversize dan tas nya.
"Loeh!? Apa yang kamu lakukan!?" ucap Hiro
"Apa? Aku mau ikut dongs..." ucap Messa
"Tapi kann... Ahh yasudahlah" ucap Hiro
Awalnya Hiro ga mau ngajak Messa, karena ini bakal jadi penginapan remaja, bukan nya emak emak
"Hm?"
Dan kemudian, datang lah Mura dan Yura kakak nya. Mura pergi menghampiri Hiro serta Yura juga.
Melihat Yura, Lea kembali mengingat dia dan memberikan tatapan cemburu.
Tak selang lama, muncul Hana dan Rizky dari lubang, kini Hiro tak perlu repot dengan Hana, karena Hana sudah tinggal di rumah pak Dapon, tentu kamar Hana dan Rizky terpisah, kalo ga bakal dicabuli.
"Yoo Hiro" ucap Hana
"Baiklah, karena semua sudah berkumpul... Ayo!!" ucap Hiro
Semua nya pun naik ke bis dan berangkat.
__ADS_1
-Bersambung