
Usai menjenguk Fahmi, Hiro pulang sendiri malam hari... Dia bertekad bakal jadi lebih kuat, dia tak mau melihat teman nya atau anggota nya dalam bahaya lagi, atau bahkan sampai titik paling dalam. Saat Hiro sedang melamun, tiba tiba ada seseorang yang muncul di depan nya.
Dia adalah Hiroi, Hiroi muncul dengan bermaksud memberi tahu sesuatu, Hiro terkejut dan bersiap untuk menyerang Hiroi
"santai dulu, kamu ini selalu saja seperti itu, aku kesini bukan untuk melawan mu" ucap Hiroi yang menenangkan Hiro
"Apa tujuanmu?" tanya Hiro
"aku datang ke sini dengan baik-baik, aku hanya memberi sebuah informasi penting yang wajib kamu ketahui" ucap Hiroi
"informasi... Penting?" Hiro kini tenang dan berdiri dengan santai
"terkait bentrok berandal dengan preman"
Suara angin malam terdengar dan suara jangkrik berbunyi, mereka berdua diam sementara
"aku ga tertarik lagi oleh permainan mu,, aku hanya ingin menjalani hidup yang lebih baik" ucap Hiro
"hmmm begitu ya, bagaimana jika aku mengaitkan orang tersayang mu?" ucap Hiroi
Mendengar itu, Hiro menghentikan langkah nya dan langsung bertanya dengan nada keras
"apa maksud mu!?"
"bagaimana ya... Ifrit Michellea...."
"JANGAN SESEKALI KAU PERNAH MENYENTUH DIA!!!" Ucap Hiro yang kesal dengan nya
Hiro maju ke arah Hiroi dan hendak menghajar nya, Hiroi berhasil mengelak dan berdiri di samping nya
"coba lah untuk menyelamatkan nya lusa nanti, sekaligus menghadapi bentrok yang hebat" ucap Hiroi yang berbisik ke Hiro
Saat Hiro menghadap ke samping, Hiroi sudah tak ada di sana, dia pun berteriak
"bangsat!! Kemana kau!!"
Hiro benar benar marah karena dia mengaitkan orang yang ga ada hubungannya dengan tujuannya, Hiro dalam bad mood pulang ke rumah nya.
Kini berpindah ke Hiroi, dia berhasil kembali ke base camp nya, basecamp dia adalah sebuah rumah pohon...
Disana terlihat ada Kai, bawahannya, dan juga Messa. Hiroi duduk di sofa dan melamun di sana sambil curhat di dalam hati...
"(aku harap bisa dapat kediaman yang tenang di banding ini, aku tak tahan dengan mereka berdua)" ucap Hiroi dalam hati
"(mereka berdua bukan orang yang normal, pertama Kai, dia menyukai sesama jenis, ketahuilah alasan dia melepaskan narapidana berbadan besar dan kuat bukan hanya untuk di jadikan anak buah nya, tetapi menginginkan 'Sesuatu' dari nya)" ucap Hiroi sembari melirik ke arah Kai yang sedang di pangku anak buah nya
__ADS_1
"(lalu masalah kedua...)"
Tiba tiba datang Messa yang datang di samping Hiroi, dia menggunakan tanktop dan sambil mabuk membawa botol...
"puwahhh Hiroi!! Kamu dari mana saja sihhh, aku nyariin kamu loh dari tadi!!" ucap Messa
Messa tiba tiba duduk di samping nya dan langsung merangkul nya
"(ini lah yang aku paling ga suka, sejak pertama kali bertemu, dia adalah orang yang menyukai ku, entah apa alasannya... aku merasa aneh kepadanya, dia adalah seorang masokis yang haus banget akan cinta, aku muak)" ucap Hiroi yang menggerutu
"lohe? Hiroi kamu bengong aja? Apa jangan jangan kamu ngntuk? Mau pijat ga? mwhehehe" ucap Messa
"lohh, kenapa pas aku Deket kamu, aku ngerasa panas ya? Paha ku jadi panas nihh..... Eh tapi beneran kok panas banget ya?" ucap Messa
Saat Messa melihat sumber nya, ternyata Hiroi menyalakan api di paha Messa dan membuat Messa kepanasan, dia teriak dan langsung berlari ke kamar mandi...
"aduh berisik banget sih! Ayo kita kamar aja" ucap Kai yang langsung digendong anak buah Nye ke kamar
"(ketahuilah, meski mereka orang aneh, mereka teman yang paling setia, pertama adalah Kai, dia orang kuat yang bisa diandalkan, dia seumuran dengan ku dan di asuh oleh orang yang sama... Kedua adalah Messa, dia berumur 31 tahun, sedangkan kita berdua 22... Pertama kali melihatnya aku ga sadar kalau dia lebih tua dari ku, namun aku semakin lama semakin menyadari nya)"
"( meski mereka orang aneh, aku tetap menganggap mereka sebagai teman ku, aku akan terus bersama mereka karena mereka orang yang ada di saat aku kehilangan segalanya)" ucap Hiroi
Hiroi pun tertidur di sofa itu dan mengakhiri malam nya.
Pagi hari pun tiba, pak Dapon yang baru pulang membeli nasi uduk, dikejutkan dengan kehadiran Hiro di depan pagar nya,
"pak, bisa ajarin aku ga? Aku lagi butuh banget lebih kuat untuk malam ini!"
Melihat cara bicara Hiro yang serius serta tatapan mata nya, pak Dapon paham kalau dia akan menghadiri pertempuran malam ini...
"aku paham, masuk lah dan akan ku beri ilmu yang ku tahu" ucap pak Dapon
Flashback
Hiro di Jam 5 subuh menelpon Mura
"hei Mura, nanti siang bisa kesini ga? Bantu aku menghadiri bentrok nanti" ucap Hiro di telpon
"hmm hmm... siang ya, kurasa aku bisa pergi dengan 6 teman ku" ucap Mura
Scene berpindah ke waktu sekarang, Mura jalan pagi, sekalian olahraga dan langsung ke rumah Hiro... Di perjalanan, dia di hadang oleh seseorang...
"sebaiknya kamu jangan pergi ke rumah Hiro!" ucap orang itu
Dia adalah Luvin, Luvin menghalangi jalan Mura berserta kawan kawanya, mendengar hal itu, tentu Mura marah dan kesal
__ADS_1
"lah lu siapa!? Berani berani nya ngehadang jalan kita!! Sikat boy!" ucap Mura
Mura beserta cecenguk nya langsung mengkretek tangannya, namun Luvin menarin sabit nya dan mengarahkan nya ke Mura
"ku peringatkan sekali lagi... Pergi atau mati!" ucap Luvin dengan tatapan yang benar benar seram
"ahh ayo gais kita pulang, kebetulan nanti ada acara aku, hahaha"
Mura berbalik ketika melihat Luvin bawa senjata dan melihat tatapan nya yang langsung membuat Mura ketakutan setengah mati, Luvin berhasil mencegah Mura membantu Hiro, kini dia hanya perlu menyingkirkan Hiro nanti...
Kembali lagi dengan Hiro dan pak Dapon, pak Dapon menyuruh Hiro melepas baju nya dan duduk sila di depan nya...
Saat Hiro memejamkan mata, pak Dapon akan melakukan totok ke badan Hiro, lalu pak Dapon memukul Hiro dengan ujung jari nya...
Hiro merasa kesakitan... Namun tanpa sadar, Hiro telah membangkit kan Chin nya...
"apa!? Apa ini!??" ucap Hiro seakan ga percaya
Dia melihat kedua tangannya dialiri aura emas... Pak Dapon menjelaskan
"teknik ini adalah teknik dimana kita bisa melihat sekilas apa Chin kita, setelah melihat lebih detail, Chin mu tipe penguat dan memiliki aura emas yang dapat kamu bentuk sesuka hati, cobalah" ucap pak Dapon
Saat Hiro ingin mengkreasikan nya, tiba tiba Chin nya hilang, Hiro langsung kebingungan
"pak Dapon ayo lakukan lagi!" ucap Hiro
"ga bisa, ini cuma bisa dilakukan satu kali seumur hidup, jika di lakukan lagi, maka aliran Chin mu akan tersumbat dan membuat mu tak pernah mengaktifkan Chin untuk selamanya"
Mendengar pernyataan itu, Hiro langsung sedih... tiba tiba dia mendapat telpon dari Mura
"halo Mura?"
"ummm Hiro, maaf aku batalkan janji kita ya, aku ga bisa bertemu" ucap Mura
"apa? Kenapa?" Tanya Hiro
"ada seseorang membawa sabit dengan tatapan yang seram, dia mengatahui nama mu dan menyuruh kami pulang, jadi kami pulang saja daripada harus mati" ucap Mura
"sabit? Si brengsek itu...!!!" Hiro menutup telpon dari Mura
"ada apa dek Hiro?" tanya pak Dapon
"maaf pak, aku harus pergi dulu ya" ucap Hiro yang langsung berlari
"hey tunggu Hiro!"
__ADS_1
"(brengsek itu, aku akan mencari nya dan menghajar nya!)" ucap Hiro yang berniat memburu Luvin
-bersambung