
Di jam 03:00, Hiro sedang berolahraga pagi di depan rumahnya, dia bangun awal untuk bersiap pergi ke pertemuan yang di janjikan di jam 05:00.
Hiro melakukan push up, sit up, pull up, dan lari di tempat, serta melakukan kardio, Hiro terus berolahraga tak henti agar memaksa tubuhnya untuk terbangun, serta bertujuan membangkitkan potensi Chin nya.
Di saat yang bersamaan, muncul pembunuh bayaran yang kemarin di sewa Laksa, dia datang dengan sabit besar nya, dia melihat Hiro yang sedang berolahraga di sana.
Orang itu langsung melompat dan berdiri tepat di hadapan Hiro yang sedang push up, Hiro yang kaget mencoba berdiri dan, namun karena otot nya yang tak stabil dia langsung terduduk dan tak bisa berdiri.
"siapa kamu?" tanya Hiro
Hiro melihat ciri orang itu, saat dia melihat kebelakang nya, dia membawa senjata berupa sabit besar. Hiro tau kalo dia akan di serang lalu dia mengatur nafasnya dan berdiri.
"Narua Hiro, kematian mu mencium bau mu" ucap orang itu
saat Hiro kebingungan apa yang di maksud orang itu, orang itu melesat dengan cepat dan hendak menebas kepala Hiro, dengan kekuatan plot armor, Hiro berhasil menghindari serangan yang mematikan itu dengan timing yang sempurna.
"siapa kau dan apa mau mu?" tanya Hiro lagi
Orang itu membuka tudung yang menutupi wajahnya dan memperlihatkan wajahnya, Hiro sempat mikir dan bingung siapa dia sebenarnya.
"berjanji pergi bersama, dan tak akan melupakan sesama" ucap orang itu
Orang itu berbicara hal aneh, namun entah kenapa Hiro merasa Dejavu dengan ucapan itu, memori dia di masa kecil mulai melintas dengan sangat cepat dan mengarah ke memori saat dia mendengar kata itu.
Hiro melihat masa lalu nya bermain bersama seorang anak kecil, dia bermain kejar kejaran sepanjang hari, dan saat sore hari nya, mereka berdua mengucap kalimat itu. Hiro mendapat kembali ingatan nya tentang siapa orang itu.
"A-Akmal?" ucap Hiro
"ITU NAMA BAPAK GUA BEGO!!" ucap orang itu dengan nada marah
"ahh maaf, maksud ku, kau adalah Luvin?" ucap Hiro
"sungguh pertemuan yang mengejutkan Hiro, benar benar tak menyangka aku akan bertemu dengan mu disini" ucap Luvin
"kau kemana saja?" tanya Hiro
"sayang, ini akan menjadi pertemuan terakhir kita, kau akan kubunuh" ucap Luvin
Luvin maju sembari bersiap mengayunkan sabit nya Hiro berdiri memasang kuda kudanya dan bersiap bertarung melawan Luvin.
Luvin mengayun kan sabit nya dengan kencang, sehingga membuat suara angin yang berhembus cepat dan lumayan berisik. Beruntung Hiro bisa menghindar dari serangan itu, Hiro mundur untuk menghindarinya dan langsung maju lagi untuk menyerang Luvin.
Tak di sangka Luvin memukul perut Hiro menggunakan tangan kiri nya yang nganggur. Hiro jatuh tersungkur dan batuk batuk akibat serangan dia.
Luvin berjalan mendekat ke Hiro dengan membawa sabitnya, dia menodong kan sabit nya persis di leher Hiro, dia hendak mengayunkannya.
tepat sebelum Luvin mengayunkannya, Hiro bersenandung dengan pelan, hal itu di dengar oleh Luvin. Luvin terdiam dan mematung mendengar lantunan Hiro, Hiro kembali bersenandung yang lama lama menjadi sebuah lagu.
__ADS_1
"perjalanan kita, masih lah panjang.... Ayo hadapi! dengan kau di samping ku...."
Luvin mulai mundur dan di serang oleh memori dirinya bersama Hiro, memori itu bermunculan dan terus menyerang otak Luvin hingga membuat pandangannya kabur. Hiro masih bernyanyi yang membuat Luvin berlutut dan hampir kehilangan kesadarannya, Hiro selesai bernyanyi dan menatap Luvin dengan pandangan penuh harapan.
Luvin membuka matanya lagi dan menatap mata Hiro, mata mereka saling bertemu, Luvin melihat betapa indah nya mata Hiro yang penuh harapan dan tekad yang mengarah kepada dirinya. Luvin langsung menarik niat nya untuk membunuh Hiro dan langsung berdiri, Luvin berjalan ke Hiro.
Hiro menutup matanya karena dia berpikir Luvin akan membunuh nya. Namun Luvin menodongkan sabitnya ke Hiro
"cukup saat ini aku melepaskan mu, kawan. Namun di lain waktu kita bertemu, aku tak segan segan memisahkan kepala mu dari lehermu" ucap Luvin
Luvin dengan cepat membalik sabitnya dan langsung mengayunkan nya ke atas, dia ternyata memotong lengan kanan Hiro dengan rapih dan cepat, sehingga Hiro telat merasakan sakitnya.
Hiro menggeliat di tanah dan melihat Luvin pergi dari tempat itu dan berjalan ke arah pepohonan, Hiro masih menggeliat kesakitan dan putus asa karena darah nya yang terus bercucuran keluar, dia bisa mati karena itu.
Namun syukurlah ada Charlie dan Aartox yang datang kerumah Hiro dan langsung melihat Hiro, mereka berdua lari sambil meneriaki nama Hiro, Hiro yang kesadarannya mulai hilang kini pingsan.
Di ajak 5 tepat, seluruh anggota yang bisa menggunakan Chin serta seluruh teman Hiro kini berkumpul di rumah sakit sedang menunggu kepastian dokter yang sedang mengamputasi Hiro.
Dokter keluar dari ruangan dan langsung menghampiri Charlie.
"bagaimana kabar nya Hiro dok?" tanya Charlie
"maaf, teman anda masih bisa di selamatkan, namun dia kehilangan lengan kanan nya" ucap dokter itu.
Dokter itu meninggalkan mereka yang sedang frustasi menghadapi kenyataan yang mereka hadapi.
"anu... bisa aku melihat keadaan ketua sebentar?" ucap ornag itu.
Dia adalah seorang waria alias bencong yang bisa menggunakan Chin yang masuk ke freedom Sekai. Charlie dan Aartox sempat meragukan dia dan bertanya untuk apa.
orang itu menjelaskan semuanya mengenai Chin yang dia miliki, Charlie dan Aartox mulai masuk ke dalam penjelasan dia dan akan mencoba berbicara kepada dokter.
singkatnya, mereka bertiga di perbolehkan masuk oleh dokter, mekanik Chin nya adalah, dia dapat menambah atau menyambungkan sesuatu yang terputus ataupun berlobang asal ada bagian tubuhnya.
Dokter telah menyiapkan lengan Hiro yang sudah di bekukan sedikit dan memasang kannya tepat di lengan Kana Hiro yang terputus, ornag itu mulai bereaksi, tangannya mengeluarkan aura pink ke ungu an, dengan seluruh tenaganya, dia berhasil menyambungkan tangan Hiro yang terputus.
mereka bersorak gembira dan merayakan nya bersama, secara bersamaan, Hiro pun sadar dari pingsan nya, Chin orang itu bisa memulihkan 30% tenaga yang telah hilang.
Dokter bilang kalau Hiro butuh istirahat, mereka semua keluar sebentar dan membiarkan Hiro memulihkan tenaganya dan menyatukan nyawanya.
Jam 6 jam berlalu, Hiro yang sudah sadar kini berbaring di rumah sakit, dia di jenguk oleh Lea yang baru masuk ke ruangannya.
"lekas sembuh ya Hiro, ini aku bawa buah buahan untuk mu" ucap Lea
"terimakasih" ucap Hiro
Lea tersenyum manis ke arah Hiro
__ADS_1
"oh ya tau ga, semalem aku ketemu orang di gang sempit tau, serem banget" ucap Lea
"terus apa yang terjadi??" ucap Hiro dengan nada kesal sedikit
flashback Lea dan Hiroi
"siapa kamu!?" ucap Lea yang panik
"tak perlu cemas, aku ga ada niatan jahat kok" ucap Hiroi
Lea masih waspada kepada Hiroi
"jadi kamu Lea ya, aku cukup terkesan kamu orang yang cantik" ucap Hiroi
"bagaimana mana bisa kamu tahu nama ku" tanya Lea
"jujur saja Lea, apa alasan mu mendekati Hiro?" tanya Hiroi yang tau tau langsung berada di samping Lea dan merangkul nya
Lea terkejut dengan Hiroi yang berada di samping nya, serta terkejut mendengar Hiroi tau Hiro
"huhhh"
"Hiro adalah berandalan kau tahu, dia tak akan membawa kehidupan yang baik bagimu di masa depan kelak, dan tentu dia tak akan menjadi pribadi yang baik untuk pacar nya" ungkap Hiroi
"itu lah yang membuat ku mencintai nya! Dia orang yang pekerja keras dan pantang menyerah, aku suka orang seperti itu, dia pasti akan mempertahankan ku, aku yakin!" ucap Lea yang penuh percaya diri
"kau keras kepala ya" ucap Hiroi yang langsung pindah ke belakang Lea dengan cepat seperti teleport
"bagaimana kita adakan tes saja?" tanya Hiroi
"tes?" ucap Lea yang kebingungan
"benar, aku akan mengetes apakah dia bisa menjaga dirimu dengan baik, atau malah menyia nyiakan mu, dan kalah paling awal" ucap Hiroi
Lea kebingungan dengan maksud Hiroi, namun saat dia menoleh ke arah Hiroi, dia sudah tak ada di belakangnya. Hiroi sudah berada di atas gedung tempat dia melompat tadi
"kalau begitu, aku akan menantikan nya" ucap Hiroi yang langsung berlari menghilang
"pria ga jelas" ucap Lea yang lanjut jalan lagi
Mendengar itu, Hiro langsung syok karena Lea bertemu Hiroi, tentu yang di katakan Hiroi adalah sebuah kode untuk dirinya saat nanti.
"kau baik baik saja Hiro? tanya Lea
"ya gapapa kok" ucap Hiro sembari tersenyum
"(tenang gadis ku, aku akan menjaga mu, dan tak akan membiarkan mu di sakiti siapapun, dan aku tak rela diri mu di miliki siapapun selain diriku. Aku bersumpah akan menjaga mu!" ucap Hiro dalam hati penuh tekad
__ADS_1
-bersambung