
Sebelumnya:Hiro berhasil mengalahkan Ucup yang sudah terduga adalah orang yang mengepung Zen, serta Hiro berhasil mesuk ke Final melawan Yamada, apakah Hiro berhasil mengalahkan petarung terkuat itu?
Hiro sedang beristirahat di kantin bersama yang lainnya, Hiro nampaknya sedang memulihkan energi dan tenaga untuk pertarungan final nanti, dan disana juga ada Yamada dan kawannya yang sedang istirahat juga.
Mereka menanyakan apa rencana Hiro untuk menguasai pertandingan dan memenangkannya. Hiro tak punya rencana, namun baginya, kekuatan terbaik adalah temannya yang datang menyemangati nya.
Setelah berlama lama, mereka kembali ke area pertandingan, Hiro turun ke bawah untuk bersiap memasuki arena.
Hiro sedikit melakukan pemanasan dan memaksa hatinya agar tak gugup. Lawan Hiro kali ini sudah bukan kroco lagi, dia paham harus lebih serius atau dia yang tamat.
"Selamat datang! Di Tournament KufLife Final! Ada 2 petarung yang berhasil masuk final, dan tentu saja mereka kuat, langsung saja kita panggil petarung pertama."
"Sebelah kiri saya, ada petarung yang kuat dan juga kull bet. Yamada!"
Yamada memasuki arena pertandingan
"Dan sebelah kanan saya, ada petarung kuat yang masih bertahan, dia Hiro!"
Hiro memasuki arena pertandingan
"Eittss tunggu dulu, untuk menjaga format pertandingan final, kita menambahkan sebuah kurungan! Ya, kurungan besi yang di sekitarnya kira kira 4 meter!"
Mereka memasang kurungan besi setinggi 4 meter dengan alasan untuk menjaga format pertandingan final.
Lonceng berbunyi yang menandakan pertandingan di mulai.
Scene berpindah kepada orang sebelumnya yang sedang mengutak atik gas, kini dia sudah memasang gas ke semuanya, serta mengikat kan tali ke penutup gas itu.
Saat dia menarik talinya, maka semua bau gas akan memasuki area pertandingan.
Orang misterius itu melakukan penguncian ruangan ke semua pintu, ada 4 pintu yang berada di dalam area itu, dia mengunci semuanya.
Kembali lagi kepada Hiro dan Yamada yang sedang bertarung. Hiro melakukan pukulan ke Yamada yang dapat di tepis nya, Hiro tak mengerti mengapa hanya dia yang menyerang, sedangkan Yamada Hanya menepis nya.
Hiro masih mencoba memukul dengan sekuat tenaga, dengan harapan menghancurkan pertahanan Yamada, namun Yamada masih terus mengkis dan menepis serangannya hingga tangan Hiro jadi biru.
Strategi yang digunakan Yamada adalah, bertahan sebelum badai menyerang. Dia terus melakukan blocking yang baginya mendorong dirinya untuk mendapatkan power pukulan yang strong.
Dan benar saja, saat Hiro mulai mengepek ngepek kan tangannya, Yamada melncarkan pukulan yang keliatan kaya ada asap nya, itu menandakan pukulan yang strong, layaknya meteor jatuh ke bumi.
Hiro tak sempat menangkis dan menerima bogem itu mentah mentah tepat di wajahnya, Hiro terpental jauh sampai guling guling dikit. Hiro tergeletak tak berdaya.
Semuanya mengira Hiro sudah kalah, namun mengejutkan, Hiro berhasil bangun kembali.
Hiro yang dari hidungnya keluar darah mencoba beridiri dengan sempoyongan dan berkata
"Kalah? Aku tak mengenal kata itu dalam hidup ku"
Hiro berlari ke Yamada, dan Yamada menepis serangan Hiro, namun kali ini berbeda, Yamada merasa sakit luar biasa di kedua tangannya saat menepis pukulan Hiro.
Saat Yamada kehilangan fokus, Hiro menendang pinggang Yamada hingga dia berlutut kesakitan.
__ADS_1
Hiro berniat mengakhiri nya dengan menendang kepala Yamada, namun belom sempat sampai tendangannya, Yamada memukul perut Hiro, Hiro kesakitan memegangi perutnya.
Yamada berdiri mendekat ke Hiro dan ingin menyerangnya, namun Hiro melakukan pukulan uppercut, dan memukul dagu Yamada sampai ke atas.
Yamada sempat terjatuh, namun ia bangkit kembali. Mereka saling adu jotos, hingga mereka berdua terduduk lemas tak berdaya.
Scene berpindah kepada orang misterius itu, dia menarik tali utama dan melepaskan aroma gas ke seluruh arena. Aroma itu mulai menyebar dari ventilasi, orang itu melompati ventilasi yang tak ada gasnya dan merangkak menuju tengah area.
Tak sedikit penonton yang sadar dengan aroma gas ini, dia mulai menyebar, tetapi penonton itu semua mulai menghiraukan itu demi menonton pertandingan epik.
Charlie mulai sadar dengan bau gas. Dan mengajak temannya untuk keluar area karena akan berbahaya.
"Apa sih, kamu ga liat Hiro lagi bertarung asik asiknya? Udahlah paling ini cuma bau kentut" ucap Aartox
Charlie yang panik berusaha mendekati arena dan mengajak Hiro untuk pergi.
Hiro dan Yamada masih mencoba berdiri, Yamada pulih kembali, sedangkan Hiro hampir pingsan.
Yamada tak mengakhiri pertandingan, karena dia sadar akan bau gas yang sudah menyebar, dia melambaikan tangan nya untuk segera membubarkan area ini, Sera membuka kurungannya.
Namun, orang berjubah itu menyalakan korek, dan melempar nya tepat di area. Orang berjubah itu langsung pergi dengan cepat dan bergegas menjauh.
Saat korek yang di lempar mencapai tengah, api mulai menyambar keseluruh area pertandingan itu, dan terjadi ledakan, karena menyambar speaker, lampu, dan handpone yang menyala.
Semuanya kaget melihat api yang berkobar dimana mana dan mulai menyebar ke seluruh gedung itu. Penonton mulai berhamburan dan kabur sana sini berusaha keluar ke 4 pintu itu.
Namun sayang, pintu itu sudah di kunci sebelumnya. Merek berusaha mendobrak pintu itu.
Yamada kabur lagi menyelamatkan dirinya. Hiro yang masih lemas berusaha membuka pintu itu, tak lama kemudian, datang Charlie yang membantu Hiro.
Charlie agak kesusahan menerima kunci dari Hiro itu. Kemudian datang juga teman temannya yang lain, mereka mencoba meraih ke pintu, Aartox memanjat pagar dan berhasil masuk ke dalam arena Hiro.
Dia membuka pagar itu dan membawa Hiro keluar, saat melihat sekitar, banyak sekali kerumunan yang mencoba keluar dari pintu barat yang lebih dekat dengan pintu keluar.
Namun Pixie melihat Yamada yang menunggu seseorang di pintu selatan, dan ternyata pintu itu terbuka dengan di dobrak oleh partnernya dan Yamada keluar dari sana.
Pixie mengajak semuanya keluar dari sana. Saat berada di depan pintu, Charlie berteriak
"HEI... PINTU SINI TERBUKA!"
Orang orang dari pintu barat, mulai berlarian tak beraturan menuju pintu selatan.
Mereka berjalan keluar sambil membopong Hiro. Mereka pun tiba di luar gedung dan melihat api yang berkobar dari mana mana.
Hiro teringat satu hal, dia masih lupa dengan Zen yang masih berada di UKS. Hiro berlari dengan tertati Tati menuju UKS, temannya melihat hal itu berusaha mencegah Hiro, namun mereka semua terhadang oleh pemadam kebakaran yang datang duluan.
Hiro berhasil masuk ke dalam sana dan melihat api yang berkobar dari semua tempat, Hiro terlalu banyak menghirup asap, dan mulai berlari menuju UKS.
Saat tiba di depan pintu UKS, dia melihat api yang sedikit berkobar, namun dia melihat seseorang yang keluar dari UKS situ.
Dia adalah dalang penyebab kebakaran ini, Hiro bertanya
__ADS_1
"S-siapaa kamu!"
"Tak perlu khawatir, Hiro, aku disini bersama mu kok" ucap pria misterius itu
Hiro seakan familiar sekali dengan kata kata itu, Hiro mulai teringat masa kecilnya dengan abangnya yang berkata seperti itu juga.
Di saat orang itu melepas tudungnya, dia memperlihat kan wajah yang sama dengan Hiro, dan terkejutnya Hiro bahwa dia adalah ABANG KANDUNG dari Hiro yang bernama Hiroi.
"Ga perlu buru buru, sini main dulu sama aku" ucap Hiroi
"K-kau, si brengsek, menyingkir dulu, aku ingin menyelamatkan temanku" ucap Hiro yang kesal kepadanya
Hiro maju ingin menyerang Hiroi, namun tak sempat menyerang, pala nya di bogem dan membuat Hiro jatuh.
Hiro masih kehilangan banyak stamina dan belum pulih untuk bertarung.
"Kamu ga ingat sama Abang mu sendiri ya? Abang mu yang menjaga mu, berkorban untuk mu, Dan merawat mu!" Ucap Hiroi dengan tegas
"K-kenapa kau menghancurkan acara ini?" Tanya Hiro
"Nampaknya kau sudah harus tau tentang kebusukan dunia ini, Hiro"
"Saat kau masih bayi, orang tua kita sangat miskin sampai tak bisa membeli makan untuk mu, ayah berinisiatif meminjam uang kepada bank pemerintah, dan berhasil meminjam 2 juta. 3 tahun berlalu, ayah belum bisa membayar hutang dan di paksa oleh orang orang bank, serta pejabat di sampingnya. Ayah di bawa paksa dengan ibu, mereka akan di penjarakan untuk dapat membayar apa yang mereka pinjam, aku yang merawat mu sampai kau berusia 5 tahun. Lalu aku mendapat kabar, bahwa orang tua kita meninggal di dalam penjara akibat mati kelaparan, kebusukan orang orang itu, membuat ku hina dan marah besar! Aku yang merawat mu, menjaga mu, dan memberi mu makan, meskipun aku yang kesusahan, karena itu lah tugas seorang Abang!"
"Aku berjanji Hiro ku sayang, aku akan membakar dunia yang penuh kebusukan ini, demi mendapatkan apa yang seharusnya kita dapatkan, kehancuran!"
"Tidak kak! Aku juga punya tujuan sama, aku berniat melawan kepemerintahan negeri ini, demi mendapatkan keadilan, sebaiknya aku saja yang melakukan itu. Tapi aku juga heran, apa hubungannya dengan ini semua?" Tanya Hiro
"Tau kah kau, pemeliki sekaligus penyelenggara acara ini, adalah pejabat dari pemerintah, aku benci dengan apa yang berbau pemerintah itu. Aku akan membakar mereka hidup hidup, dan kau cukup tidur tenang disini melihat aku mengadakan pertunjukan untuk nya ya!" Ucap Hiroi
Hiroi langsung menendang kepala Hiro dna membuat Hiro tak sadarkan diri, Hiro tak sempat menyelamatkan Zen dari kobaran api, serta Hiro sendiri tak bisa bergerak pergi.
Tak lama, muncul lah pemadam kebakaran yang langsung mengisolasi tempat itu dan membawa Hiro serta Zen, saat pemadam kebakaran ingin masuk ke tempat Zen, pintu UKS tertimpa kayu kayu runtuh, dan akan sangat berbahaya jika masuk duluan.
Beberapa hari berlalu, Hiro sadar di sebuah rumah sakit. Dengan keadaan yang lumayan mengenaskan, Hiro nampak batuk batuk akibat terlalu banyak menghisap asap.
Hiro masih tak percaya dengan keadaan abangnya yang masih hidup, dan langsung frustasi akibat pernyataan abangnya mengenai tujuannya.
Hiro langsung teringat dengan Zen, dia langsung. Mencoba keluar dan bertanya kepada seseorang.
Dia bertemu Charlie dan Aartox yang sedang mengobrol
"Ohh, Hiro! Kau sadar!" Ucap Aartox
"Di- dimana Zen?" Tanya Hiro
Charlie dan Aartox langsung memasang muka melas
"Maaf Hiro, tapi...."
-bersambung
__ADS_1