Fight For Everyone

Fight For Everyone
Anggun namun Mematikan


__ADS_3

"Oke pertama jelaskan, mengapa kamu bisa tau dimana aku dan kenapa menolong ku?" tanya Hiro kepada Messa


"Fufu? aku cuma mau bantu doang kok, apa salah membantu adik ipar?" ucap Messa


"Yuck! Ini orang ngomong apa sih njir" ucap Hiro


Mereka sekarang berada di rumah Hiro, setelah pertarungan kemarin, entah mengapa Messa membantu Hiro dalam pertarungan itu, dia pun mengintrogasi nya agar mereka tidak mengalami kesalahan.


"Dia siapa, Hiro?" tanya Hana


"Dia temen Abang ku namanya Messa, aku agak sus dikit karena dia sableng njir, 'dia seorang masokis' " ucap Hiro


"Hm? Kamu mengatakan sesuatu?" tanya Messa


"ehh ga ada, hehe... (Intinya, ini benar benar mencurigakan banget)" ucap Hiro


"Perlu aku beri beberapa kepastian? soalnya dilihat lihat kamu ini orang nya ga percayaan banget" ucap Messa


"Emmm... Coba beri satu saja alasan yang masuk akal... Dengan begitu aku akan mencerna dan membiarkan mu bersama ku" ucap Hiro


Messa pun berdiri dari bangku tempat dia duduk, dia berjalan ke arah jendela di rumah Hiro dan melihat ke arah jendela.


"Hmmm nampak nya aku sudah harus memberi tahu mu tentang ini" ucap Messa


"?"


Hiro dan Hana kebingungan, dia pun tetap diam dan menunggu maksud Messa


"Huhh... Hiroi, Punya kanker paru paru..."


Mendengar itu, Hiro merasa kalau itu adalah bohongan dan menyebut kalau Messa main main dengan nya.


"Kamu bercanda kan!" ucap Hiro


"Menurut mu? Aku adalah teman terdekat nya, ketahuilah kalau selama ini Hiroi menghilang bukan untuk pergi berkelana atau apapun, namun dia menjalani sebuah perawatan dengan temannya" ucap Messa


"Temannya? Mengapa dia pergi dengan temannya? Dan apa kamu tau dimana tempat nya?" tanya Hiro


"Temannya adalah pengguna Chin tipe penyembuh, dan aku ga tau kenapa sampai saat ini Hiroi tak pernah sembuh, meski dia di obati temanya menggunakan Chin... Soal tempat nya aku ga tau pasti" ucap Messa


Mendengar fakta tersebut, Hiro seakan ga percaya sembari memegangi kepala nya dengan tatapan yang agak sedih sedikit.


"Abang mu itu, menyuruh ku untuk membimbing mu menuju jalan yang benar, dan menyuruh ku memperhatikan mu agar tak mengambil keputusan yang salah" ucap Messa

__ADS_1


Tempat seketika hening sebentar


"Oleh karena itu, biarkan aku membantu mu Hiro, semua alasan Hiroi menggangu mu itu adalah untuk mengetes mu, semuanya yang dia lakukan untuk membuat mu agar menjadi lebih kuat dari cara apapun... Mohon pahami situasi nya dan biarkan aku bersama mu!" Ungkap Messa


Hiro pun berdiri dari bangku nya, sembari menatap Messa dengan penuh api semangat.


"Aku percaya kepadamu... Ayo kita lakukan ini" ucap Hiro


Messa melepas senyum nya kepada Hiro


"Kamu akhirnya paham ya..." ucap nya


"Jadi apa yang mau kau lakukan Hiro?" Tanya Hana


Hiro pergi ke kamar nya sebentar, lalu dia kembali lagi dan mengeluarkan sebuah laptop. Dia pun membuka Logel (Google) di laptop itu dan search sebuah tempat.


"Ini dia, letak markas the Clown" ucap Hiro


"Hmm... jadi kamu mau langsung menyerang nya? Bukan kah itu terlalu ekstrim?" Tanya Hana


"Aku dah ga peduli Ama kematian dan kehidupan ku, yang aku yakini, selama aku masih bernyawa, aku ga akan pernah menyerah!" Ucap Hiro


Melihat semangat Hiro, Messa menatap nya sembari tersenyum hangat.


"(Dia memang sesosok pemimpin yang hebat)" ucap Messa dalam hati


Hana membuat lubang, mereka bertiga pun masuk ke lubang itu dan berpindah ke suatu tempat.


Scene berpindah ke sebuah tempat yang hanya ada satu lampu penerang, disana terdapat 7 orang yang sedang berkumpul.


Itu adalah rapat para eksekutif the Clown, mereka ada 7 orang, 7 orang itu tak termasuk ketua mereka, Vonix.


"Ada seseorang yang berhasil mengalahkan kalian berdua, Meta dan Padro... jelaskan semua nya" ucap Vonix


"Ngih pak, Kita mung gelut biasane, kita terus kelangan fokus lan kalah" ucap Meta


"Kebodohan kalian membuat malu nama organisasi kita, seharusnya aku ga pernah menaruh orang seperti kalian untuk menjadi salah satu eksekutif " ucap Vonix


"Punten pak" ucap Meta


Didalam eksekutif itu, ada 7 orang, terdiri dari Meta, Padro, Mina, Jack, Natan, Edward, dan Nana. Mereka orang yang katanya 'terkuat' dan terpilih oleh Vonix menjadi eksekutif the Clown.


"Jack, Natan. Kalian urus bocah yang mengalahkan si Meta dan Padro, Nana akan mengurus semua orang yang pingsan dan dijadikan boneka, sisanya persiapkan diri kalian" ucap Vonix

__ADS_1


"Baik boss" ucap Natan


Natan tiba tiba tubuh nya nge glitch, dan perlahan menghilang dari sana, sementara itu Jack pergi dari pintu keluar.


"Entah kenapa akhir akhir ini, Trickster selalu saja menggangu ku, aku benar benar kesal kepadanya" ucap Vonix


Tiba tiba scene beralih ke Charlie yang sedang berada di sebuah pasar, dia sedang duduk di bangku panjang.


Dan Charlie melihat ayah dan ibu yang sedang bermain bersama anak mereka, dapat dilihat wajah tersenyum oleh keluarga mereka.


"(Keluarga, keluarga??)" Ucap Charlie dalam hati


Tiba tiba dia ter flashback oleh masa lalu nya bersama Hiro dan teman teman nya yang dia anggap sebagai 'Keluarga', dia pun secara tak sadar meneteskan air mata.


Sementara itu, ada Aartox lagi duduk di sungai, dia sedang memahami arti dari kebosanan sesungguhnya, Dimana tak ada lawan untuk bertarung, dan tak ada teman untuk berbicara.


Begitu juga dengan Pixie, dia merasa bosan dengan bermain di rumah saja, dia pun menelpon sirkelnya, yaitu Aartox, Charlie, dan Ray.


"Hey sobat, aku merasa kasihan dengan Hiro yang berjuang sendiri" ucap Pixie


"Berbeda dengan ku, aku merasa tidak enak mengatakan itu kepada Hiro, aku merasakannya kalau kita memang membutuhkan Hiro, bukan Hiro yang membutuhkan kita" ucap Charlie


"Kau benar, ayo berkumpul dan bertemu dengan Hiro dan berjuang bersama!" Ucap Aartox


"Anu, maaf aku masih ada kerjaan, kalian duluan aja, ntar aku nyusul" ucap Ray


Mereka menutup telpon dan berniat pergi ke tempat Hiro, Ray menutup telpon, dia ternyata sedang tidak bekerja dan menggunakan jubah, disusul dengan beberapa orang berjalan di belakangnya.


Saat Pixie hendak keluar ruangan, dia mendengar pembicaraan ayah nya, dia pun pergi ke depan ruangan ayah nya dan menguping.


"Iya aku tau, jika kita melaksanakan ini, bisnis bisa berjalan dengan luas bukan? Anak wanita ku pasti bisa menerimanya kok" ucap ayah Pixie


"(Eh? Emangnya kenapa Ama mbak?)" Tanya Pixie dalma hati


"Yaudah gini aja, Minggu depan kita bicarakan ini, kamu bawa anak laki laki kamu kesini ya, dan biarkan anak cewek saya liat anak mu, kali dia ga merasa nyesel saat hendak di nikahkan" ucap ayah Pixie


Mendengar itu, Pixie terkejut dikit sampai mundur beberapa langkah, dia pun berlari keluar dengan niat bertemu dan memberi tahu tentang ini. (Jangan pernah percaya kepada Pixie, dia tipe orang yang pelupa dan rada bloon)


Hiro pun keluar dari lubang itu bersama Messa dan Hana menuju ke sebuah kamar orang, terlihat orang itu sedang merenung dan duduk.


"Yoo... Yamada" ucap Hiro


Yamada menatap Hiro dengan mata merah yang menyala di mata kiri nya, dan ada gigi taring yang tajam di seluruh gigi nya.

__ADS_1


"Hi...ro..."


-bersambung


__ADS_2