
Tepat saat jam 18:00, Hiro bertemu dengan Fahmi dan Bayu, mereka datang dari arah berlawanan menuju ke Hiro
"ada apa memanggil kami?" tanya Fahmi
"simple nya..."
Hiro menjelaskan semua nya, Fahmi dan Bayu paham dengan Hiro kalau ini adalah misi yang lumayan berbahaya.
"aku bertanya, apakah kalian bisa bertarung?" tanya Hiro
"aku adalah master karate dari tempat ku, aku bahkan sudah sabuk tertinggi" ungkap Bayu
"aku pengguna Chin" ucap Fahmi
"wow aku ga tau kalo kamu bisa pake Chin, coba tunjukin" ucap Hiro
"aku bisa menembakan lendir hijau yang lengket banget, saat terkena sesuatu, maka itu bisa menempel sampai 15 jam" ucap Fahmi
"hmm tipe marksman ya, mungkin itu berguna buat suatu saat, baiklah ayo" ucap Hiro
Mereka bergerak menuju tempat yang akan mereka tuju, dengan bermodalkan nyali, Hiro berencana menguping dan mengintai mereka semua, jika ketahuan, antara kabur atau melawan.
Saat di bazar, ada Luna yang sedang minum sebuah Boba rasa permen karet. Saat dia lagi asik nya, ada seseorang di samping nya yang mesen juga, ternyata itu Charlie.
"(waduh, dia lagi... Semoga ga liat semoga ga liat..)" ucap Charlie dalam hati nya
"loehh... Ada kamu to" ucap Luna yang sadar
"(aishhh sialan)" ucap Charlie
"ngapain kamu Disni?" tanya Luna
"aku, eumm nganu,, (xialan, aku harus bilang apa)"
Charlie terlihat panik, tentu saja panik, karena ini bukan bazar biasa, melainkan bazar yang menjual perlengkapan wanita mulai dari make up, Boneka, dan lain lain.
"hayoo, kamu kelainan ya!" ucap Luna yang meledek Charlie
__ADS_1
"apaan dah, orang aku cuma nyasar doang" ucap Charlie
"serius nihh??" ucap Luna
"demi master Limbad makan di mekdi, aku nyasar disini co" ucap Charlie
Saat mereka lagi berdebat sedikit, tiba tiba ada seseorang yang menghampiri mereka berdua
"owh Charlie, kamu kenapa bisa disini?"
Itu adalah Pixie yang menghampiri mereka sembari membawa boneka Teddi besar berwarna pink.
"loh kamu sendiri kenapa bisa disini? Bawa boneka lagi, hayo kelainan ya!" ucap Charlie
"ini buat Kaka ku, iseng aja ngasih hadiah, kali di kasih game,, dan kamu... Selingkuh ya!!" ucap Pixie
"kaga benga, gua dah putus cik kemarin, lu nya ketinggalan info" ucap Charlie
"owalah, btw dia siapa Charlie? Baru putus dan nakal banget stepen mu" ucap Pixie
"dia anggota baru freedom Sekai, namanya Luna" ungkap Charlie
"iya salam kenal,, yaudah kalo begitu aku mau pulang dulu" ucap Pixie
Pixie pulang, meninggalkan mereka berdua yang masih di toko Boba itu, suasana nya agak canggung, lalu Charlie berbicara
"eh Lun, mau bantu aku cari blush on ga?" tanya Charlie sambil malu malu
"tuh kan kelainan, kamu suka dan dan!" ucap Luna yang keras sambil ketawa dikit
"Halah ga guna kamu ah, berisik doang aku jalan sendiri dah" ucap Charlie yang kesel dan pergi meninggalkan Luna
"eh tunggu!!"
Luna menghampiri Charlie dan memegangi tangannya serta mengikutinya, singkatnya dia membantu Charlie.
Scene berpindah ke Yudo yang menyiapkan 46 anggota nya untuk menemui preman dan berunding dengan mereka. Sementara itu para preman kini sedang mengobrak abrik kota, mulai dari merampok, menghajar, hingga memerkaos orang yang kelihatan.
__ADS_1
Mereka lanjut bergerak dan tiba lah di titik pertemuan, bagian berandal juga berada di sana dan siap berunding. Terlihat perbedaan anggota yang sangat jauh, anggota preman sangat banyak, sekitar 123 orang, sedangkan berandal hanya 46 orang.
"langsung ke intinya saja, untuk apa kau menyerang?" tanya si nomer satu
saat Vin bilang begitu, bagian berandal pada berteriak semua
"bukannya kamu yang nyerang dasar tolol"
Yudo mengangkat tangannya dan mengisyarakatkan untuk diam, mereka hening seketika.
"serahkan anak kecil yang menyerang ketua kami, maka pertikaian ini selesai" ucap Yudo
"anak kecil!? Yang kau maksud itu keponakan boss kah? Dia semalaman bersama boss tau, lalu kami yang nyerang kami" ucap si nomer 2 Alon
"jangan bercanda sialan, anak kecil dan satu orang telah menyerang tempat kami dan menghajar guru kami, sedangkan kalian malah ngibul" ucap Yudo
"(ada yang salah disini)" ucap Arman dalam hatinya merasa keanehan
Saat mereka sedang berkumpul dan berunding, ada Hiro, Bayu, dan Fahmi mengintip di balik pohon, mereka menyimak semua yang di katakan.
"arghh sudah cukup tolol, kalau mau gelud sini maju!" ucap si nomer 3
Saat dia hendak maju, tiba tiba tubuhnya merasa berat dan dia terjatuh, Vin menahannya dengan gravitasi nya
"jika memang tak ada yang menyelesaikan masalah, maka kita adakan perang di antara 2 kubu ini" ucap Vin
"huhh...langsung ke inti nya ya.. Bagus..." ucap Yudo
Saat Hiro asik menyimak, tangan dia kepeleset dan palanya kejedot ranting, Vin menyadari ada seseorang dan melirik sedikit ke arah Hiro dan kawanya.
"Alon, tolong ambil alih" ucap Vin
Vin menghilang dari sana. Saat Hiro kembali melek, dia melihat Vin sudah tidak ada, saat dia mencoba melihat sekitar...
"apa yang kalian lakukan, bocah nakal" ucap Vin yang berada di belakang mereka
Mereka terkejut akan kehadiran Vin, apakah Hiro berhasil selamat, atau akan metong di tempat?
__ADS_1
-bersambung