
Scene menunjukan diman Yuzan yang habis bertabrakan dengan Rara, dia mulai bengong sebentar dan masuk ke dalam flashback.
Yuzan saat masih berumur 7 tahun, dia mendapati ibunya yang sudah tiada akibat penyakit paru paru. Ayah nya begitu tertekan hingga membuat dia depresi berat, tentu saja Yuzan di umur segitu belum paham apa apa.
Setiap malam, dia hanya bisa melihat ayahnya yang mabuk mabukan dengan minum 2-3 botol anggur merah dan menghabiskan 1 bungkus rokok.
Sampai Yuzan umur 10 tahun, ayah nya mendapati menikah dengan seorang perempuan, perempuan itu lumayan cantik. Singkatnya 3 bulan berlalu, hubungan rumah tangga mereka tak bagus, dan ibu Yuzan yang baru memilih untuk cerai.
1 tahun berlalu lagi, dia mendapati ayahnya yang sudah menikah lagi dengan wanita baru. Dia lumayan cantik dan baik.
Namun tak selang lama, hubungan mereka memburuk, namun yang parahnya, ayah Yuzan memilih untuk menceraikan istrinya lagi. Hal itu terulang lagi di kehidupan Yuzan saat berumur 13 tahun.
Sampai suatu ketika, ayahnya menikah kembali dan ibu baru nya memiliki anak yang bernama Rara itu sendiri, Rara berusia 13 tahun dan Yuzan 14 tahun.
Mereka di tunjukan lumayan akrab, mereka berteman dan bermain bersama sampai Yuzan beranjak dewasa.
Di umur 16 tahun, Yuzan mendapati ayahnya yang menceraikan ibunya lagi. Yuzan yang sudah stress dengan apa yang di lakukan ayahnya, dia memilih untuk pergi dari rumah dan menyiapkan barangnya di koper.
Dia melihat Rara yang masuk ke mobil meninggalkan ayahnya dan rumahnya.
Di suatu malam, Yuzan dalam keadaan dingin berusaha menghangatkan dirinya, dia teringat kembali dengan Rara yang waktu itu terlihat cantik dan menggoda.
Yuzan paham apa alasan ayahnya seperti itu, saat dia bertemu wanita, dia berhalusinasi bertemu dengan ibunya yang sudah tiada, namun akibat efek alkohol yang terlalu banyak, membuat dia berhalusinasi sangat lama. Sampai efek nya benar benar hilang di bulan atau tahun tertentu, dia mulai teriak ga jelas dan berkata kalau istrinya bukan istrinya yang dulu.
Tentu saja itu membuat risih, dan istri pertamanya pergi meninggalkannya.
Begitu juga dengan istri nya yang lain, namun berbeda, ayahnya Yuzan lebih memilih meninggalkan istrinya daripada istrinya yang menceraikanny. Dia paham kalau pilihan ayahnya adalah tepat dengan memilih wanita seperti itu, namun dia sangatlah bodoh.
Yuzan yang kedinginan hampir pingsan karena kelaparan. Namun seseorang datang menghampirinya. Dia adalah seorang pak tua yang memberinya makan.
Pak tua itu menanyai tentang Yuzan dan apa yang di lakukan disini. Yuzan menjelaskan semuanya, pak tua itu dapat menyimpulkan kalau Yuzan adalah anak tak mampu
"Ikut aku saja, aku adalah pemilik panti asuhan, kamu bakal punya banyak temen!" Ucap pak tua itu
Yuzan menerima tawaran itu dan ikut ke panti asuhan. Dan di tempat itulah dia di latih menjadi kuat dan bertemu dengan Dazo dan Yamada. Ingatan nya masih membekas di kepalanya tentang keluarga, teman, dan Rara.
Yuzan mematung sebentar sebelum Dazo datang menghampirinya.
"Hey, kamu baik baik aja? Dan dia siapa?" Tanya Dazo
"Bukan... Siapa... Siapa.." ucap Yuzan
"Kak, kamu beneran ga inget sama aku?" Tanya Rara
Yuzan masih mematung dan bengong di tempat, seolah tak percaya dengan apa yang di lihatnya.
Yuzan yang masih mematung padanya di pukul oleh Dazo
__ADS_1
"Aduh sakit... Apa apaan sih" ucap Yuzan yang kesakitan
"Kamu ini melamun terus, dia siapa sih?" Tanya Dazo
"Dia ini Adik tiri aku dulu, namnya Rara. Kamu juga ngapain disini Ra?"
"Ohh iya, ituuu... anuu... Ada orang mau bakar...!! Trus aku di suruh anu... Ambil pemadam kebakaran!!" Ucap Rara yang panik dan berlibet libet
"Ini kan arah ke kamar mandi, ngapain kamu kesini? Alatnya kan di sebelah sono" ucap Yuzan yang menunjuk ke belakang
Rara yang malu mulai berdiri dan berlari lagi dengan cepat.
"Oi bentar..." Ucap Yuzan yang mengejar Rara
"Woi.. ingat misi kita zann" ucap Dazo yang mengejar nya
Scene berpindah memperlihatkan Hiro yang terkapar lemas akibat serangan Hiroi yang kuat, Ray juga terbaring tak berdaya.
"Sekrang anak anak... Tidur dulu ya, aku mau lakukan ini dulu" ucap Hiroi
Hiroi mendatangi kabel listrik dan menyiramnya dengan bensin, dia terus meneteskan bensin sampai ke area luar sana. Hiroi terus menyiram sampai berhenti di suatu titik, itu adalah titik dimana tersambungnya jalur bensin lain.
Saat Hiroi ingin mengeluarkan korek, dia bertemu dengan salah satu peserta tinju.
"Oi, kok bau bensin disini? Kamu jangan main begituan dong! Bahaya ege" ucap petinju itu.
Petinju itu adalah Ruma, salah satu petinju terkuat dan yang memiliki winstreak 6 kali tak terpecahkan.
Saat dia menatap matanya, Hiroi mulai tersenyum dan berkata
"Kau membuak ku muak!"
Dengan cepat, Hiroi menendang kepala Ruma dengan keras. Namun Ruma tak berkutik dan diam di tempat, Hiroi paham apa yang terjadi.
Ruma pingsan berdiri akibat tendangan Hiroi tadi. Hiroi mendorong Ruma dan dia terjatuh.
Yamada melihat dari kejauhan, dia menyatakan berhasil dengan misinya, atasannya menyuruh dia membuat Ruma petinju terkuat gagal mengikuti turnamen, namun misi ini tak di selesaikan oleh Yamada.
Yamada mencium bau bensin, dan melihat ada jalur bensin di sana. Dia langsung turun dan berlari menghampiri Hiroi entah apa yang dia pikirkan.
Hiroi melihat Yamada yang berlari ke arahnya.
Yamada melompat dan ingin menendang kepala Hiroi, Hiroi berpindah dengan cepat ke samping Yamada dan memukul tulang iga Yamada.
Yamada yang kesakitan langsung terjatuh dari lompatannya. Hiroi mencoba mengeluarkan koreknya serta ingin membakar Yamada bersaman dengan tempatnya.
Namun sebelum dia mengeluarkan koreknya, dia melihat gerombolan orang datang kepadanya. Dia adalah kelompok 1 yang di pimpin oleh Aartox dan Silvi, dia langsung bergerak menuju Hiroi dan berniat menyerangnya.
__ADS_1
Hiroi tertawa lepas melihat kelakuan mereka. Saat mereka sampai tepat di depan Hiroi, Hiroi berkata
"Skakmat!"
Mereka semua terjatuh dan pingsan, ternyata Hiroi sudah menghabisi mereka dengan cepat tanpa suara.
Saat Hiroi ingin mengeluarkan lagi, Aartox langsung memeluk Hiroi dan melemparmya ke belakang.
Hiroi kaget dengan itu, mengapa dia tak tahu keberadaan Aartox, Hiroi terlempar cukup jauh dan kembali lagi ke tempat listrik selatan.
Hiroi mencoba bangkit kembali dan mulai muak dengan apa yang di lakukan mereka semua, Hiroi mulai mengambil koreknya dengan cepat.
Saat dia menyalakan koreknya, dia menjatuhkan koreknya dalam keadaan menyala.
Saat sebelum korek itu menyentuh lantai, Ray datang dengan merosot dan berhasil menangkap korek itu.
Dia berdiri dan langsung joget Fornite. Hiroi yang kesal langsung menendang pinggang Ray dan membuat dia terpental jauh. Ray pingsan dalam keadaan masih memegang korek yang menyala.
Saat Hiroi datang menghampiri Ray, dia sadar dengan kedatangan seseorang dan langsung mundur. Dia melihat Yamada yang melindungi Ray dan bertahan. Terjadi sedikit pergelutan disana.
Saat Yamada mencoba memukul Hiroi, Hiroi menepis semua serangannya dan memukul dada Yamada hingga kesakitan, Hiroi menendang perut Yamada hingga dia terpental.
Saat Hiroi mencoba mendatangi Ray lagi. Dia tak sadar ada Charlie yang sedang berlari membawa sekotak bensin.
Saat Charlie tiba di sana, dia langsung menyiram Hiroi dengan bensin itu. Hiroi kaget dengan kedatangan Charlie.
Tanpa pikir panjang, Charlie mengeluarkan korek kayu dan membakarnya, dia melemparkan itu ke Hiroi, dengan slow motion, Hiroi melihat korek api itu mendketa ke arahnya.
Lalu api tersambar keseluruh tubuh Hiroi, namun saat dia terjatuh, dia tak berbentuk.
Rupanya yang terbakar hanyalah jubahnya saja. Hiroi berhasil kabur dengan melepaskan jubahnya dan berlari sekuat tenaga dari sana, dia tak percaya kalau ini adalah kegagalan pertama dari rencananya.
Charlie yang melihat api mulai membara, dia melihat kalau api sebentar lagi sampai ke jalur bensin, dia Panik dan bingung harus ngapain.
Saat dia panik, muncul lah Dazo, Yuzan, dan Rara yang datang membawa pemadam kebakaran. Api itu padam.
Hiro lega dengan apa yang di lakukan semuanya, mereka kali ini berhasil menghentikan apa yang ingin di lakukan Hiroi. Dazo dan Yuzan menghampiri Yamada dan menggendongnya, Yamada yang masih setengah sadar berkata
"Hiro, jangn berpikir aku di pihak mu, dan jangan berpikir kalau ini sudah selesai!"
Yamada pergi dari tempat itu dengan Dazo dan Yuzan, Rara di tinggal bersama mereka.
Charlie menghampiri Hiro dan Hiro berkata
"Kemenangan... Kita yang memliki itu sekarang!"
Scene berpindah di Hiroi yang kini sedang mengamuk. Dia baru saja merasakan kegagalan pertamanya, serta kehilangan jubah kesayangannya. Dia mulai berpikir keras apa yang akan di lanjutkan selanjutnya.
__ADS_1
Kemenangan kali ini di rebut oleh kelompok Hiro, dan keberhasilan di dapat oleh Yamada meski dia tak menyelesaikan itu sendiri. Namun Hiroi masih tak menyerah, dia masih berusaha keras untuk melakukan rencana terbaiknya!
-bersambung