
Semua kawan Hiro yang sudah menyelesaikan pertarungan, pergi menyusuri gedung disana, bertujuan untuk menghancurkan gedung itu dengan teknik milik Ravel, "Destroyer building" yang dimana Ravel akan menandai suatu tempat dengan menancapkan paku nya disana, jika tempat itu sudah cukup dengan paku nya, mereka akan keluar kemudian paku Ravel yang tertancap akan membesar dan menghancurkan gedung itu.
Masing masing tim dibagi 3 paku untuk ditancapkan di tempat tempat penahan utama, sekaligus mereka menghajar semua orang yang terlihat. Namun, Hiro merasakan firasat yang buruk, dia merasa ada yang janggal, Tim Yamada belom kunjung muncul.
Sementara yang lain sudah mengabari Hiro, tim Yamada masih dalam keadaan bertarung dan ponsel mati, membuat Hiro gelisah.
"Kau tak apa?" tanya Messa sekalian menepuk pundak Hiro
"Eh ya... Aku Baik baik saja" jawab Hiro
Mereka pun melanjutkan perjalanan, berharap Yamada dan kawannnya masih selamat dan kembali bertemu.
Sementara Yamada, Pixie dan Charlie sedang bertarung dengan Trickster yang kemampuan nya di luar nalar, dia mampu mengimbangi mereka bertiga sekaligus, Chin Yamada tak mampu menembus pertahanan nya, begitu juga dengan Charlie dan Pixie.
Mereka semua awalnya di beri waktu untuk terus menyerang, hingga waktu pun.... Habis.
"Yosh, ini saat nya bergantian ya..." ucap Trickster
Trickster melakukan peregangan sebentar, tepat sebelum dia menghilang dari sana, dengan kecepatan yang cepat, dia hendak menyerang bagian leher Yamada. Dengan insting yang hebat, Yamada mampu menghindari serangan mematikan Milik Trickster yang jika sekali kena bisa the end.
Trickster gagal membunuh Yamada, dia pun mulai mengganti target dan menghilang darisana lagi. Dia berlari mengincar Pixie. Saat dia sudah mendekatinya, dia menyerang bagian kepala, namun tiba tiba seranganya di tangkis oleh tangan Chin Charlie.
Dia gagal lagi dalam misinya, dia pun menyerang secara fisik dan menendang Charlie. Charlie sempat menahan dari bagian dengan tangan, namun itu pengalihan, Trickster melempar kartu ke arahnya dan tepat mengenai kepala Charlie dan menancap disana.
Melihat itu, Pixie menjauhkan Trickster dengan Chin flashbang nya dan membuat dia buta beberapa detik. Charlie tertancap sebuah kartu Chin dari kepalanya dan agak berdarah, kepalanya mulai merasakan pusing.
"Kau tak apa?" tanya Pixie.
"Eughh, gapapa gapapa, aku masih bisa..." jawab Charlie
Saat Trickster sedang menggosok matanya, kaki nya ditarik tentakel Yamada dan dihempaskan keatas, yang membuat dia terpental ke atas.
Saat asap tebal yang menyelimuti benturan di atap langit hilang, Trickster sudah menghilang dari sana. Yamada langsung tau kemana dia berlari, dia pun sempat berteriak kepada mereka.
"BODOH! PERHATIKAN SEKITAR!!" teriak Yamada.
Pixie dan Charlie menoleh ke arah Yamada dan...
Pixie terkena serangan di tangannya, itu bukan serangan kecil.. Itu adalah Serangan yang dalam hingga membuat bagian tangannya, putus.
Tangan kanan Pixie terputus mulai dari bagian atas siku, dia pun reflek menjerit kesakitan disertai darah yang bercucuran dan tanganya yang terjatuh kebawah.
__ADS_1
"Huhhh... Aku gagal menyerang bagian vitalnya" ucap Trickster tanpa dosa.
Melihat temannya seperti itu, tentu membuat Charlie murka, dia berdiri dan mencabut paksa kartu di kepalanya.
Dia pun melesat dengan kecepatan tinggi dan menyerang Trickster tepat di wajahnya. Trickster cukup terpental jauh, namun dia berhasil kembali menyeimbangkan diri. Dia pun melempar kartu bertubi tubi namun Charlie berhasil menghindari nya dan terus berlari ke arah Trickster.
Dia menendang wajahnya ke arah kanan, di lanjutkan pukulan tangan ke arah kiri, dan lanjut ke tendangan pengakhir yang membuat dia agak terpental sedikit.
"Huhh... Ini semakin menyenangkan, kalau begitu..."
Trickster mengeluarkan jurus nya, dia mengeluarkan kartu dari selipan berbagai jari.
"Card of The Dead" ucap Trickster.
Tak mau kalah, Charlie juga mengeluarkan jurus andalan yang dia latih selama ini, dia melapisi tanganya dengan lapisan volkanik, serta tubuhnya juga yang dilapisi volkanik.
"Blazing Body" ucap Charlie
Trickster melempar kartu secara beruntun, namun kartu tadi tak ada yang tertancap satu pun, yang yang ada kartu kartu itu hancur dan terbakar. Charlie terus berjalan mendekati Trickster.
"Hemmm, lumayan" ucap Trickster
Saat mereka sedang asik gelud, Yamada menghampiri Pixie yang terluka, dia menyumbat tangan yang berdarah dengan aura hitamnya, membuat pendarahan di tangan Pixie tersumbat. Meski begitu, Pixie tetap kesakitan
Yamada paham dengan itu, dia pun menoleh ke arah Trickster dan Charlie, namun dia melihat hal yang mengejutkan.
Charlie dan Trickster sedang bergerak dengan kecepatan yang abnormal, Dimana Charlie menangkap semua kartu Trickster, sedangkan Trickster melampar kartu secara beruntun.
"Dia... Sudah berkembang dibanding waktu pertama kali kita bertemu, ya" ucap Yamada
Charlie berjalan mendekat, hingga akhirnya dia memukul Trickster tepat di wajahnya dengan tangan volkanik.
Mendapat pukulan volkanik itu, Trickster mendapat luka melepuh di wajahnya, namun dia tak marah, dia malah tersenyum lebar dan puas...
"Ini dia!! Pertarungan yang aku cari!!!" teriak nya.
Dia pun mengeluarkan kartu dari selipan jari telunjuk kanan dan kiri, kartu itu berwarna warni dan berkelap kelip.
Dia pun bergerak dengan cepat dan menyayat bagian mata Charlie, yang membuat Charlie buta dibagian kanan nya.
Dengan luka yang menyakitkan seperti itu, membuat Charlie menonaktifkan Chin nya, dia memegangi matanya terus menerus dan kesakitan hingga dia sadar kalau mata kiririnya tak berfungsi.
__ADS_1
"Yoshh, Kita mulai ritme nya!!" ucap Trickster
Trickster bergerak ke bagian kanan Charlie dan menyayat sendi kanan, dia berpindah dengan cepat ke kiri nya dan melakukan hal yang sama.
Trickster bergerak dengan kecepatan abnormal dan menyayat nyayat bagian penting seperti sendi, urat nadi, dan bagian vital.
Melihat itu, tentu Yamada paham betapa mematikan nya itu, dia pun berdiri dan berjalan ke arah Charlie.
Namun, Trickster berada di depan Charlie yang sudah ada banyak luka sayatan, Charlie ga bergerak sama sekali, matanya sudah menatap dengan tatapan kosong.
"Malfuction Rithme!" ucap Trickster yang merapal jurus nya
Dengan kecepatan kilat, Trickster berada di belakang Charlie, dia tak Hanya berpindah, namun dia berhasil menyayat leher nya Charlie. Charlie pun terjatuh dan pingsan disana, dengan keadaan yang mengenaskan, Yamada tau Charlie harus membutuhkan pertolongan pertama.
Trickster yang sudah kehabisan tenaga serta kecapean, dia terduduk lemas. Kemudian dia melihat ada sebuah lubang hitam di bawahnya. Yamada hendak membawanya kepada Z dan menjadikan dia santapan Z.
"Hmm... Menyebalkan" ucap Trickster sedetik sebelum pindah ke dimensi Z.
Pada akhirnya, Trickster mati menjadi santapan Z.
Kemudian, semua nya pun datang kepada mereka, Hiro yang paling depan pun melihat keadaan mereka yang mengenaskan.
Dia pertama menghampiri Pixie yang kehilangan tanganya, namun dia ga tau kalau yang sedang berada di ambang kematian itu adalah Charlie.
"Hiro bego! Cepat kamu bawa mereka berdua kerumah sakit! Ini sangat genting" ucap Yamada
Hiro, Charlie, Pixie, Yamada, dan 3 dari mereka dibawa kerumah sakit oleh lubang Hana, sementara Ravel, Hana, Luna, berada di depan markas the Clown.
"Ladies and gentleman, Pakai kacamata pertunjukan dan lihat!!!" ucap Ravel
Ravel menjentikkan jari, kemudian terlihat gedung the Clown hancur disertai paku raksasa muncul dari gedung mereka. Kini pertarungan dimenangkan oleh kubu Hiro.
"Hey ayo bocil, kita susul si Hiro, sahabat gua dalam bahaya" ucap Ravel.
Hana membuka lubang dan membuat sisanya menuju ke rumah sakit.
Tak selang lama, ada banyak polisi yang fast respon ga Seperti di negeri kesayangan kita, polisi disana melaporkan hal ini dan langsung menyelidik sekitar, dan mereka menangkap semua orang yang ada di dalam sana.
terlihat Vonix yang sudah bangun dari pingsan kini sudah memakai baju tahanan dengan muka suram.
"Hiro, kau benar benar bajingan..." ucap Vonix
__ADS_1
-bersambung