
Hiro dan kawan kawanya sedang terkepung dalam kondisi yang benar benar tidak menguntungkan, yang dimana Aartox harus melawan Arman, Ray yang dijebak Kai, Silvi yang diserang Luna, Charlie yang terkepung, dan Hiro yang harus melawan Hiroi.
Hiroi berniat untuk tidak melawan Hiro di sini, dia akan menyeret Hiro menuju gedung tempat dia menyandra Lea disana
"katakan dimana kau menyekap nya!" ucap Hiro dengan nada kesal
"hmm... Temui aku di gedung belakang sana" ucap Hiroi yang menunjuk gedung tua
Hiroi berlari dengan cepat dan kabur ke gedung, Hiro berniat mengejar nya, namun saat dia ingin berlari, tiba tiba dia dipukul oleh sesuatu hingga terjatuh. Hiro bingung apa yang memukulnya dengan keras? Dia mencoba bangun namun kakinya seperti ditendang hingga dia kembali jatuh, Hiro melihat sekitar dan mulai kebingungan dengan itu.
Disisi lain, Charlie yang sedang dikepung berusaha melawan semua nya, dia bertahan dan menyerang disaat yang bersamaan, hingga akhirnya dia terjatuh. Charlie di keroyok dan di pukul, namun dia bisa melindungi wajah dan bagian lainnya.
Saat Charlie sedang berlindung, kemudian datang lah Yamada yang langsung menolongnya, Yamada menendang para preman tadi dengan menyapu mereka menggunakan kaki, mereka semua terhempas dan terpental.
"Menyebalkan, kalau ga bisa gelud jangan ikut sudah" ucap Yamada
Mendengar itu Charlie kesal dan langsung berdiri, namun dia lupa dengan keadaan Hiro, dia melihat sekitar yang ramai orang sedang adu pukul. Tak lama, ada seseorang yang lari ke arahnya, dia berhasil mengalahkannya, saat Charlie lengah, dia hampir tertembak di bagian perutnya.
Charlie melihat arah tembakan itu, rupanya yang menembak adalah Alon, dia pengguna Chin tipe marksman, dia bisa mengubah tangannya menjadi sebuah sniper dan hampir membunuh Charlie
di tempat.
Melihat Alon, Charlie berpikir akan menanganinya, dia hendak menyuruh Yamada pergi ke Hiro, namun saat dia nengok kebelakang, Yamada dah ga ada, dia langsung lanjut berhadapan dengan Alon.
Di sisi lain, Silvi masih berhadapan dengan Luna, dia masih bingung entah kenapa Luna bisa di sini dan menyerangnya, padahal dia tadi masih ada di rumah lagi nonton Drakor.
Dia benar benar terkejut teknik bertarung Luna jauh lebih kuat dari dirinya, beberapa kali Silvi di pojokan oleh Luna dan hampir dibuat kalah, namun dia masih berhasil bangkit kembali.
"apa... Yang kamu lakukan di sini?" tanya Silvi
__ADS_1
"tebak dong!! Aku disini mau ikut kamu Sil- eh maksud ku Kakak!" ucap Luna
Mendengar itu, Silvi langsung tau kalau dia bukanlah Luna, Luna tak pernah memanggilnya dengan sebutan kakak, dia langsung berdiri dan akan menyusun strategi.
Aartox dan Arman bertarung sangat sengit, mereka imbang soal kecepatan dan ketahanan, setiap serangan Arman berhasil ditahan Aartox, begitu juga sebaliknya.
"ga ada habis nya kalo kaya begini terus mah" ucap Arman
Dia langsung pindah kebelekang Aartox dengan chinnya, namun Aartox sadar dan langsung berbalik badan, ternyata itu umpan dan Arman kembali pindah ke sisi yang satunya lagi, Aartox dan sempat berbalik dan Arman berhasil menendang pinggang Aartox hingga membuat dia jatuh berlutut.
Disisi lain, Pixie kini telah datang dengan berlari menuju area bentrok nya, saat berada di pintu gerbang area, tiba tiba dia diserang oleh sesuatu yang muncul dari atas. Saat dia melihat orang itu, dia adalah Rhoni si pengawal Kai, Pixie merasa kalau dia ga ada waktu untuk meladeninya, jadi dia berusaha akan mengalihkannya.
Pixie bergerak kesamping menggunakan teknik boxingnya, dia bergerak ke sisi kiri Rhoni, Rhoni terpancing dan hendak memukul Pixie, namun Pixie pindah ke sisi kiri dengan menunduk dan bergerak begitu cepat seperti teknik boxing pada umumnya.
Namun saat dia hendak berlari, kaki dia pegang dan ditarik, dia pun di angkat dan di banting di udara oleh Rhoni.
"Mau kemana kau dek!?" ucap Rhoni
Namun saat Pixie tutup mata, dia tak merasa seranganya datang ke dia, dia pun membuka mata dan melihat kalau serangan Rhoni tadi berhasil ditahan oleh seseorang, dia melihat orang itu dan ternyata dia adalah Ruma.
Ruma si petinju dan guru Pixie sekaligus member Freedom, datang ke dalam pertempuran ini dan menyelamatkan Pixie
"Pergi! Pixie!" ucap Ruma
Pixie mengangguk dan berdiri kembali, dia berlari sembari sempoyongan pergi ke area dalam. Rhoni yang melihat Pixie berlari, dia hendak menghampiri Pixie, namun dia kehilangan fokusnya dan terpukul di muka nya oleh Ruma
"Kau liat kemana hah!? Musuh mu di depan sini!" ucap Ruma
Rhoni pun melepaskan Pixie dan mulai bertarung dengan Ruma. Disisi lain, Hiro yang sedari tadi dipukuli oleh sesuatu yang tak terlihat, kini sudah babak belur, Hiro mencoba mencari tahu apa yang terjadi.
__ADS_1
Saat pukulan hendak datang lagi, muncul lah Yamada yang langsung menendang entah kemana, namun Yamada berhasil mengenai orang tersebut, Hiro yang kaget akan kehadiran Yamada langsung bertanya
"Yamada!? Kau disini juga!?" tanya Hiro
"perhatikan lah Hiro, musuh mu adalah pengguna tipe kaiyo, dia bisa menyembunyikan dirinya dan membuatnya tak terlihat, sayangnya dia bukan 5 kepala hydra, jadi dia masih bisa terlihat walau sedikit" ucap Yamada yang sembari menunjuk ke arah orang yang ditendangnya
Orang tadi mulai menunjukan dirinya sembari mencoba bangun, tak terlihat jelas karena dia menggunakan baju panjang serta tudung.
"S-sial!!"
Entah mengapa, Yamada merasa familiar dengan suara itu, Hiro berhasil bangkit dan berdiri di samping Yamada, dia melihat Yamada yang diam ga berkutik. Saat orang itu berdiri dan menampakan wajahnya, ternyata dia adalah Yuzan!
Yamada benar benar syok karena dia berhasil menemukan Yuzan disini, tapi kenapa dia menyerang Hiro.
"Hei! Aku sudah mencari mu kemana mana tau!" ucap Yamada yang bersyukur Yuzan disini
"Aku ga peduli hal itu, yang ku pentingkan adalah memusnahkan kalian semua!" ucap Yuzan.
Yuzan maju dan hendak menyerang Hiro, namun Yamada bisa menangkis serangan Yuzan, sembari menangkisnya, Yamada bilang ke Hiro untuk lari pergi menyusul Hiroi, Hiro mengangguk dan langsung menuruti Yamada dan berlari ke gedung tempat Hiroi.
Di sisi lain, Ray sudah benar benar di buat kewalahan oleh Kai, dia tak mampu menyeimbangi nya, dia berusaha menahan serangannya, namun dia hampir saja mati karena serangan es nya. Saat dia mencoba bangkit, dia di bantu oleh seseorang.
Beruntung Ray dibantu oleh Pixie, dia pun bisa berdiri lagi dan bertarung
"Bravo! Kekuatan persahabatan ya... Haha, maju kalian berdua" ucap Kai
Mereka berdua pun berlari ke arah Kai dan menyerang dari dua arah, namun Kai masih bisa menangkis itu.
Kini pertarungan sengit terjadi, pertarungan yang benar benar sengit, Sementara itu pertarungan mereka benar benar berat sebelah, yang dimana Yudo mendominasi pertarungan dengan menghabisi kroco kroco, Vin masih belum pulih akibat bertarung melawan Luvin, akankah Hiro berhasil selamat dan mencapai tujuannya?
__ADS_1
-bersambung