
Hiro dan kawan kawanya dalam Posisi terpojok, mereka melawan setidaknya orang kuat, dan tentu itu ga sebanding Ama mereka, namun mereka tidak menyerah untuk membantu Hiro mencapai ambisinya.
Disisi lain, memperlihatkan Ruma yang masih bertarung dengan Rhoni, Ruma berhasil memukul Rhoni berkali kali, namun Rhoni selalu gagal dalam memukul Ruma, karena dia memakai boxing.
Sampai di suatu titik, Rhoni sudah kesal sekali dengan Ruma, dia menyalakan Chin nya dan membuat tangannya jadi lebih besar, dia hendak menghantam Ruma dengan itu.
"Bajingan!!!" ucap Rhoni
Saat dia berhasil mengenai Ruma, ternyata Ruma bisa menangkis serangannya, dia menangkis dengan telapak tanganya, dia benar benar melakukanya
"A-apa!? Bagaimana bisa!?" ucap Rhoni yang keheranan
Ruma mendorongnya hingga kebelakang, lalu dia melepas perban di tangannya, ternyata Ruma adalah pengguna Chin tipe penguat, dia bisa membuat tubuhnya di lapisi oleh material terkuat di dunia, ya... Berlian.
"Aku berharap kamu ga mati ya, sekarang maju!" ucap Ruma
Disisi lain, Hiro berhasil sampai ke gedung yang di arahkan Hiroi, sesampainya disana, dia langsung di sambut dengan ramah oleh anak buah Hiroi, Hiro langsung di serang oleh mereka semua.
Kini Aartox dalam keadaan genting, dia telah berlutut kesakitan akibat serangan Arman yang keras, Arman menghampirinya dan memegang kepalanya dan menarik rambutnya
"Ku lihat kalian ini netral ya, kenapa kalian datang ke pertarungan khusus kami?" tanya Arman
"diam kau bodoh!" ucap Aartox
Arman menempeleng kepala Aartox, Aartox yang merasakan itu langsung menaruh rasa amarah besar, Arman langsung berdiri dan berbalik badan
"Jika kau kabur sekarang, aku masih bisa mengampuni mu dan berpura pura ga melihat, aku masih memiliki rasa simpati" ucap Arman
Namun, Aartox kembali berdiri dengan tatapan penuh amarah, dia mengaktifkan chinya dan langsung menyerang Arman dengan tangan batu nya yang gede dan keras.
Arman sempat merasakan sesuatu, saat dia lihat ternyata Aartox kembali bangkit dan hampir menyerangnya, dia tak sempat menghindar, maka dia menutupi kepalanya dengan tangannya. Aartox berhasil memukul tepat di kepala Arman dan membuat dia terjatuh, sangat beruntung sekali karena Arman berhasil melindungi kepalanya dengan tangannya, sehingga mencegah luka yang sangat fatal.
Arman terjatuh dan pingsan seketika, dia sebenarnya sudah menang, namun dia banyak gaya dan lengah karena itu, Aartox kembali sadar dan berlari mencari Silvi.
Disisi lain, Yudo yang lagi membantai para keroco preman, di hadapkan dengan salah satu eksekutif preman nomer 2 Kido.
"Hahah!! Bocil, beraninya lawan yang lemah ya, lawan aku sini bajingan kamu!!!" ucap Kido
__ADS_1
Yudo terlihat sedikit marah dan mulai meladeni Kido, dia hendak menyerangnya dengan ledakanya, tapi saat seranganya hampir tiba, Kido sudah ga ada di sana
"Oy kau nyerang kemana bocah! Aku disini" ucap Kido yang berada di belakang Yudo
Yudo langsung berbalik dan menerjang Kido, namun Kido dah ga ada di sana lagi, dia melihat Kido di samping nya dan hendak memukulnya, namun Yudo berhasil menangkisnya dan terpental lumayan jauh
"(sial, dia adalah tipe kaiyo)" ucap Yudo sambil mencoba berdiri kembali
Kido adalah tipe kaiyo, dia bisa bergerak dengan cepat, dia bisa berlari, berpindah, dan bergerak sangat cepat, dia sangat sulit di kejar.
"hahh? Kamu ga mungkin kalau dalam sekali serangan kan? Ayo bangun lagi!" ucap Kido
Yudo bangun lagi dan maju melawan Kido.
Disini, Yamada cukup kewalahan untuk mengatasi Yuzan, dia selalu menyembunyikan dirinya dan memukul kesana dan kesini.
"Sial, jika begini terus kita tak bisa mengalahkannya" ucap Yamada
"hey Yamada, bagaimana menurut mu tentang, kisah anak yang terbuang" ucap Yuzan
Mendengar itu, Yamada langsung mengganti ekspresi marah nya
"kisah ini adalah, tentang anak yang dibuang orang tuanya, dia adalah anak cengeng dan pemalu" ucap Yuzan
Yamada bangkit dengan wajah penuh amarah dan berteriak
"Keluar kau sini bajingan!!!" ucap Yamada
"dan juga, anak itu selalu menangis di malam hari hingga mengompol, dia sangat ga berguna, huhu" ucap Yuzan
Tiba-tiba Yamada terpukul di wajahnya, dia menyerang sembarang arah namun ga kena kena, tiba-tiba Yamada disepak kakinya, dia pun terjatuh
"dan bagaimana tentang orang tua anak itu, orang tuanya pasti benar benar bajingan yang brengsek, atau mungkin dia sudah ga peduli dengan anaknya?" ucap Yuzan
Saat Yamada jatuh tersungkur, Yuzan menginjak kepala nya dan sembari menunjukan dirinya dan memperlihatkan ekspresi meledek
"dan anak itu lah si 'Pecundang biru' "
__ADS_1
Mendengar itu, Yamada benar benar marah, dia marah sejadi jadinya dan benar benar ga ke control, hingga dia mencapai puncak titik emosi amarah.
Scene berpindah ke sebuah patung hydra berkepala 5 di gunung salju, entah kenapa batu di kepala patung itu sudah menyala 3, namun salah satu kepala patung itu, kini menyala lagi, dan menjadi 4 kepala patung yang menyala.
"kini kau ga bisa apa apa ya, benar benar rumor yang tepat" ucap Yuzan
Yuzan mulai salfok dengan tubuh Yamada yang mulai mengeluarkan aura hitam, aura itu terus keluar dan keluar, hingga menyelimuti sebagian tubuh Yamada. Yuzan yang melihat itu benar benar syok, dia hendak mundur dan menjauh kan diri dari Yamada, namun kaki nya yang menginjak Yamada tadi melekat di kepala Yamada dan sulit lepas.
Yuzan panik dan mencoba melepaskan nya, Yamada pun terbangun dengan tentakel di belakang badanya.
Scene berpindah ke kakek kakek yang sedang memakan ikan di sebuah tempat yang penuh cahaya putih dan kosong
"Tidak mungkin, dia... Lahir??" ucap kakek itu
Yamada perlahan bangkit dan mulai mengikat kakinya Yuzan dengan tentakel, Yuzan masih mencoba buat kabur.
Saat Yamada menunjukan dirinya, kakek itu berkata
"Dia bangkit!! Putra kegelapan!!"
Yamada menunjukan dirinya yang bagian kanannya sudah menjadi separuh gelap dengan mata merah dan aura yang besar dan di bagian kirinya masih manusia biasa.
"apa??" ucap Yuzan yang kaget
Yamada mengarahkan tanganya ke bawah tanah,
"Black Hole Suction!"
Tiba tiba lantai di tanah menjadi berwarna hitam, itu terus menyebar dan menyebar luas sampai kejauhan 45 meter. Lubang hitam itu mulai bergerak, dan semua objek atau orang yang ada di atas lobang hitam, mulai terserap kedalamnya secara lambat.
Hiro dan kawan nya termasuk para leader disana mulai panik dengan apa yang terjadi, Hiroi yang berada di gedung mulai tersenyum
"yahh,, Yamada melakukanya, dia membangkit kan nya. "Son of Darkness" ucap Hiroi
Gedung tempat Hiroi juga mulai terserap perlahan, mereka semua mencoba mencari cara untuk melepaskan diri, Yamada masih dalam posisi marah, dia tak mengalihkan pandanganya dari Yuzan, Yuzan terus melihat Yamada dengan hawa membunuh nya, dia mulai panik dan semakin panik.
Seluruh rumah, gedung, pohon, atau tiang listrik di jarak 45 meter mulai terserap perlahan, dan juga bulan ikutan merayakan kelahiran 'Son Of Darkness' dengan cara merubah dirinya menjadi merah.
__ADS_1
"Membunuh...." ucap Yamada saat ini
-bersambung