Fight For Everyone

Fight For Everyone
Meeting


__ADS_3

Di suatu tempat, Arman sedang terbaring dengan wajah babak belur, karena dia habis di hajar oleh salah satu anggota the Clown...


"Masih mau main main? Langsung kasih tau aja" ucap orang itu


Arman masih ga mau buka mulut, orang itu pun kesal dan langsung menendang dagu Arman dengan keras hingga dia pingsan. Orang itu langsung berjalan sambil meludahi Arman.


Scene berpindah ke Hiro yang sedang berjalan ke arah Utara kota, dia baru saja selesai menelpon Hiroi dan bertanya tempat Messa berkerja, dia pun mendapatkan tempat nya dan pergi kesana.


Hiro tiba di sebuah toko yang sudah tutup, dia pikir dia terlambat untuk menjumpai si Messa. Tak lama, ada seseorang yang keluar dari toko itu, ternyata itu Messa yang masih menggunakan baju kerja nya.


"Ara? Hiro ya" ucap Messa


Dia berjalan ke arah Hiro dan bertanya apa yang membuatnya kesini.


"Jadi gini..."


Messa mengajak Hiro untuk duduk di bangku taman saja. Mereka berdua duduk di bangku taman di tengah malam yang gelap dan sepi serta angin berhembus.


"Mau ini?" ucap Messa yang menawarkan sebotol alkohol


"Engga, aku ga minum begituan" ucap Hiro


Messa membuka botol nya dan meminumnya


"Jadi apa yang membuat mu datang menemui ku?" tanya Messa


"Maaf sebelumnya... Aku hanya meminta mu untuk menceritakan tentang masa lalu Hiroi, pasti kamu teman kecil nya kan?" ucap Hiro


Mendengar itu, Messa tersedak sedikit dan batuk.


"Hmmm Hiroi ya? Mungkin ini cerita yang lumayan panjang" ucap nya


Messa: dulu, aku adalah wanita berusia 17 tahun, aku adalah anak yang dibuang oleh orang tua ku waktu itu, aku juga gadis yang kikuk dan bodoh... Waktu itu, aku selalu hendak di jahati oleh para preman yang kutemui, namun entah mengapa aku selalu kehilangan kesadaran dan bangun bangun para preman itu sudah pingsan semua...

__ADS_1


Hingga saat aku sedang berada dalam kedinginan dan kelaparan, ada seseorang yang menghampiri ku, dia adalah pak Yao, pengasuh kami sekaligus pemilik panti asuhan yang jarang di ketahui banyak orang, namun terkenal di kalangan preman dan berandal.


Waktu itu, aku tak punya teman saat berada di panti asuhan, aku adalah gadis yang paling tua di bandingkan anak anak disana... Hingga suatu ketika ada yang menghampiri ku dan memberi ku sebuah bunga, aku menerima bunga itu dan memegangnya, namun anak itu mengambil nya lagi lalu memasangkannya di telinga ku, aku salting waktu itu dan pasti kamu sudah bisa menebak siapa pria tersebut kan? ya, dia adalah Hiroi kecil...


Aku tersanjung oleh Hiroi muda yang imut, baik, dan pemalu... Dia pun menjadi kawan pertama ku sekaligus panutan ku, hingga dia tumbuh menjadi anak berumur 15 tahun dan aku 24 tahun, kami bertemu dengan teman baru, dia adalah Kai. Singkatnya kami selalu menjalankan misi bersama hingga kami sudah bisa bebas dari panti asuhan itu... Begitulah kisahnya...


"Begitu ya, Kakak ku orang yang baik ya" ucap Hiro


"Itu benar... Kelak juga kamu akan menjadi seperti kakak mu Hiro, menjadi orang yang gagah dan di kagumi banyak orang lain, aku berharap penuh kepada dirimu agar tak melenceng dari jalan keadilan" ucap Messa


Hiro berdiri dan berjalan ke depan Messa, dia berdiri di depan Messa sembari mengepalkan tangannya di depan wajah Messa.


"Aku bersumpah, kalau aku tak akan menyerah, dan aku akan membawa pulang Hiroi menuju jalan keadilan!" ucap Hiro dengan wajah percaya diri dan penuh seri.


Melihat itu, Messa kagum dengan Hiro, dari cara dia tersenyum, cara dia berdiri, dan cara dia mengucapkan kata katanya, tiba tiba di belakang Hiro terdapat bayangan Hiroi yang bersinar di belakangnya.


"Ya! Aku mohon ya!" ucap Messa sembari tersenyum hangat kepadanya


"(Hiroi, harapan mu saat ini, benar benar seperti anugrah, apa kamu tak keberatan jika aku mengikutinya? Karena saat aku melihatnya, aku terpukau dan sangat ingin melihat belakang badannya yang penuh sinar dan harapan, dia kelak akan jadi tangguh seperti mu)" ucap Messa dalam hati, lalu dia pun kembali berjalan masuk ke toko


Waktu kini siang hari. Hiro, Pixie, dan Aartox sedang berjalan menuju ke rumah besar


"Jadi ini rumah mu ya Pixie?" tanya Aartox


"Iya, ayo masuk Hiro, aku akan langsung membawa mu ke kamar kakak ku" ucap Pixie


Mereka berdua masuk dari depan gerbang, terlihat rumah Pixie memiliki lapangan yang luas dan hijau, ada banyak mobil terparkir, dan rumah yang besar serta air mancur emas...


Mereka sampai di dalam rumahnya, tak kalah bagusnya karena ada lampu gantung berwarna emas dan banyak hiasan, serta ada banyak pembantu yang menyambut mereka... Pixie mengantar Hiro menuju ruang kakak nya, namun saat setengah perjalanan, dia melihat pemandangan yang mengerikan.


Ada seseorang yang sedang berdiri terbalik menggunakan satu jari kelingking, yang tidak lain tidak bukan adalah Abang pertama Pixie dan kakak nya Lea, Golsky. Hiro pun menghiraukannya dan langsung berjalan lagi.


Mereka pun tiba di kamar Lea, Hiro di paksa masuk oleh Pixie dan Aartox, Hiro masuk ke kamar nya dan dia di kunci berduaan disana.

__ADS_1


Hiro melihat ada seorang wanita yang sedang mengeringkan rambut nya dengan hairdryer, hiro pun mendekat ke dia dan menyapa nya.


"Ummm... Hai"


Saat Hiro mendekat, dia berdiri dan langsung menghampiri Hiro, Hiro terpaksa mundur dan mundur hingga terpojok ke tembok, dia pun mengunci tangan Hiro di atas kepala dan memojokanya di tembok.


"Kamu... Terimakasih sudah menyelamatkan ku waktu itu ya... Aku senang kamu datang membantu ku, Hiro" ucap Lea


Dia pun menyentuh hidung Hiro dengan hidung nya, bibir mereka hampir bersentuhan, namun Lea keburu melepaskannya, dia berbalik lagi dan tersenyum manis ke Hiro.


"Makasih sekali lagi ya, hehe" ucap nya


Hiro merasa pipi nya memerah dan hati nya luluh melihat Lea, Lea pun kembali ke meja nya dan lanjut Mengeringkan rambut. Hiro pun keluar ruangan nya dan pergi ke teman temanya.


"Bagaimana? Apa kamu pak pok pak pok Ama dia?" tanya Aartox


"Gila kali lu ya?" ucap Hiro


Mereka bertiga pun tertawa.


Hiro dan kawanya sedang berjalan di tengah kota, mereka baru kelar membeli es krim dan hendak pergi ke taman kota. Setiba nya mereka di taman kota, mereka melihat seseorang bermain uku lele, mereka sempat menghampiri orang itu yang dikira pengemis.


Orang itu sangat lihai bermain ya, mereka bertiga pun kagum, saat Pixie hendak memberi uang koin ke dalam kantong orang itu, orang itu menendang uang koin itu dan mengenai jidat Pixie. Pixie kesakitan dan teman nya merasa keheranan.


"Hei kamu ini kenapa sih?" ucap Aartox


Orang itu lompat kebelakang dan melepas topi nya dan menunjukan wajahnya, Hiro merasa familiar dengan wajah orang itu. Saat di teliti, ternyata dia adalah pedagang waktu yang waktu itu Hiro temui.


"Salam kenal para penggemar! Nama ku Adalah Flox! Dan bersiap lah menerima hukuman waktu!" ucap nya


Hiro dan kawanya mundur beberapa langkah dan melihat orang itu yang berdiri di ujung air mancur.


-bersambung

__ADS_1


__ADS_2