
Sebelumnya: Hiro sedikit pusing dengan kekalahan yang di dapat oleh FreeDom Sekai. Pixie yang melawan abangnya yang perbedaan levelnya jauh, dan Aartox yang langsung melawan petarung berpengalaman. Kini Hiro akan berjuang sendiri memperoleh kemenangan.
Scene di awali dengan Hiro yang di UKS bersama yang lain pergi menjenguk Pixie dan Aartox, Pixie yang belom sadar masih pingsan akibat luka yang lumayan fatal, sedangkan Aartox sedang duduk dan meratapi nasibnya.
"Maaf Hiro, aku gagal memperoleh kemenangan untuk kita" ucap Aartox yang menyesal
"Tidak apa apa Aartox, aku tau kau sudah berjuang cukup keras" ungkap Hiro
"Lain kali kamu pasti bisa kok, aku yang mendukung mu" ucap Silvi
Silvi mencium jidat Aartox dengan penuh kasih sayang, semua nya kaget dengan yang di lakukan Silvi termasuk Aartox yang langsung salting bukan main
Hiro masih di UKS dan melewatkan satu pertandingan NPC vs NPC.
Setelah berlama lama, kini Hiro mencoba kembali ke arena karena sebentar lagi adalah gilirannya, Hiro berpamitan untuk pergi dengan teman temannya, Hiro pergi sendiri karena temannya menjaga Aartox dan Pixie.
Saat sedang berjalan di lorong sepi, Saat di tikungan, Hiro di hadang oleh preman sekitar 20-34 preman. Hiro kaget dengan mereka yang sebanyak itu.
"Mau kemana dek?" Ucap salah satu preman
Hiro berpikir mereka akan melakukan penyergapan kepada Hiro, sama seperti yang di lakukan kepada Zen.
Hiro yang memasang kuda kuda bertarung pun bersiap untuk melawan semuanya.
Tepat saat semua preman ingin maju, datang seseorang yang melerai dengan siulan yang menggema, dan hentakan kaki yang bergema juga.
Dia adalah Yamada yang baru keluar dari UKS dan kepalanya di perban akibat bocor yang kambuh.
Yamada berdiri di tengah tengah kerumun dan menghentikan pertarungan.
"Loh loh? Elo mau ganggu kita kita? Lawan dulu sini" ucap preman yang kesal
Saat preman mulai maju dengan tongkat nya berniat menyerang Yamada, tangannya langsung di genggam oleh seseorang.
Orang itu adalah teman Yamada yang bernama Yuzan, Yuzan adalah orang yang sering terlihat bersama Yamada.
Yuzan membejek tangan preman itu dan hampir mematahkannya. Saat itu, preman lain langsung ingin menyerang Yuzan, namun seseorang menendangnya tepat di kepala hingga preman itu pingsan.
__ADS_1
Dia adalah teman Yamada juga, namanya Dazo. Mereka bertiga adalah partner, dan tanpa alasan yang jelas, mereka membantu Hiro untuk tak di kalahkan oleh preman preman itu.
"Oyy! Yang berani melawan, kesini maju!!" Ucap Yuzan
Preman itu nampak gemetar dan memilih untuk mundur daripada harus berhadapan dengan monster. Mereka semua mengosongkan ruangan hingga hanya mereka ber 4 yang tersisa.
Yuzan dan Dazo pergi meninggalkan Yamada dan Hiro berduaan.
"Mengapa engkau membantu ku?" Tanya Hiro
"Tak ada alasan pasti, aku hanya muak melihat pecundang yang melakukan pengepungan untuk meraih kemenangan" ungkap Yamada
Yamada pergi menyusul Yuzan dan Dazo. Menyisakan Hiro sendiri di ruangan, Hiro langsung pergi ke area pertarungan, dan ia belum sempat berterimakasih.
Saat Hiro masuk, pertandingan nampaknya akan segera di mulai, ia buru buru masuk ke tempat arena untuk bersiap.
"Pertandingan kali ini, adalah akhir dari 8 Besar! Kita sambut petarung kiri, dari ketua biksu, Song!"
Pria biksu pun masuk ke dalam arena
"Dan petarung ke dua, sebelah kanan, ketua sekaligus orang kuat di pihak nya, Hiro!"
Lonceng berbunyi yang menandakan pertarungan di mulai.
Hiro melihat ke arah biksu itu yang nampaknya sedang melakukan doa doa Buddha. Hiro maju dan ingin melakukan serangan pembuka.
Saat dia hampir mengenai biksu itu, dia terlempar dengan cukup keras dan pukulannya gagal mengenai orang itu. Hiro kaget apa yang barusan terjadi.
Hiro bangkit dan berusaha menendang biksu itu, namun dia melihat sesuatu, tangan biksu bergerak dengan cepat yang menangkis tendangan Hiro dan melemparkannya ke sembarang tempat.
Hiro terlempar, dan kini dia paham teknik bertarung yang di pakai biksu itu.
Dia hanya perlu diam dan menunggu musuhnya menyerang dirinya, saat musuh nya menyerang, biksu itu akan menangkis dan melempar serangan itu sehingga yang menyerang terjatuh dan berusaha menyerangnya lagi, dia akan terus seperti itu hingga stamina lawannya habis. Saat itu terjadi, biksu akan melakukan serangan finishing dan memenangkan pertandingan.
Hiro sedang menyusun rencana, sedangkan biksu itu masih diam di tempat.
Hiro dapat ide cemerlang, dan langsung berdiri untuk melakukan rencana nya.
__ADS_1
Hiro berlari dengan mengayunkan tangannya ke sembarang arah sambil memutar mutar tangannya.
Biksu itu kehilangan fokus dan mulai menepis semua serangan Hiro,dia menepis semuanya dan melakukan dorongan ke dada Hiro menggunakan kedua tangannya.
Saat hampir jatuh, Hiro menangkap kedua tangan biksu dan langsung membantingnya di udara. Biksu itu terlempar jatuh ke bawah dan kesakitan.
Hiro bangun dan mulai menindih biksu itu dan menampar wajahnya bulak balik hingga orang itu tak sadarkan diri.
Kemenangan kali ini di dapatkan oleh Hiro, sekaligus dia memasuki semifinal.
"Cih, gagal lagi rencana gua untuk nyingkirin dia. Liat aja nanti, gua bakal habisin elu" ucap orang misterius
"Selamat kepada petarung yang mampu survive untuk masuk ke semifinal nanti! Kita akan beri jeda waktu 30 menit untuk kalian istirahat!"
Hiro yang kelelahan mencoba kembali ke UKS menemui temannya.
Hiro yang keluar pintu pun di panggil wanita.
"Hei kau, sini!"
Hiro menghampiri wanita itu dan tau bahwa wanita itu adalah yang kemarin malam bertemu dengannya.
"Kau? Ada apa?" Tanya Hiro
"Nama ku adalah Lea, aku ingin meminta tolong sesuatu dari mu, siapa namamu?"
"A-aku Hiro, apa yang mau kamu sampaikan?"
"Aku pesan tolong jaga adik ku, aku takut dia tak bisa apa apa. Kemarin aku dengar dia masuk sebuah organisasi, dan aku yakin kalau itu organisasi mu, jadi aku pesan tolong jaga adik ku ya" ucap Lea
"Owh iya tentu saja, aku akan menjaga semua member termasuk adik mu, Pixie" ungkap Hiro
" Hehe... Kau memang pria baik" ucap Lea yang mengelus kepala Hiro kaya Pat Pat
Hiro yang agak salting sedikit ngeblush dikit. Lea pergi dan kembali ke tempatnya.
Hiro lanjut jalan ke UKS pergi ke temannya.
__ADS_1
Nampak seseorang misterius yang menggunakan jubah kemarin itu, dia masih menaruh gas tepat di bawah ventilasi yang menuju ke area pertarungan dan belum terkuak apa tujuannya
-bersambung