
Tak terasa sudah satu bulan kalian berada di Indonesia, tepatnya di kota Jakarta, dan benar saja disini kalian menjalani keseharian kalian dengan bahagia tanpa adanya bayann bayang intaian dari Jimin. Kau begitu bahagia menjalaninya, Jungkook begitu menjagamu. Kau merasakan pria itu begitu besar dalam mencintaimu. Sedangkan Pria itu menganggapmu adalah pelita hidupnya, penyembuh dari segala sakitnya, bahkan sampai saat ini depresinya tidak kambuh lagi.
Pagi yang cerah, suasana kota Jakarta begitu padat,Jungkook sudah rapi dengan pakaian kerjanya, sedangkan dirimu masih berkutat didapur, menyiapkan sarapan untuk priamu, Jungkook turun dari kamarnya dan atensinya tertuju padamu yang tengah sibuk membuat nasi goreng kimchi kegemaranya, perlahan dia mendekat dan langsumg memelukmu dari belakangmu menaruh dagunya dipundakmu dan menghirup aroma tubuhmu yang kini menjadi aroma kegemaranya bahkan sudah membuatmu candu.
" Apa yang kau buat nunna sayang" bisikny tepat di cuping telingamu,
" Ah kau sudah siap Jeon, duduklah sarapanmu akan segera siap" sahutmu dan satu kecupan hinggap dipipi pria itu,
" Sebentar lagi nunna, aku masih ingin seperti ini, " ucapnya tanpa melepaskan pelukannya,
" Kalau seperti ini akan susah aku menyelesaikan masakanku Jeon" sahutmu sedikit risih dengan perlakuannya,
" Ah baiklah nyonya Jeon" ujarnya sambil terkekeh memperlihatkan senyum kelincinya lalu duduk dimeja makan menunggu masakanmu siap,
Tak lama nasi goreng yang kau buat pun selesai kau menghidangkan untuknya, dan tanpa bicara apapun pria itu melahap nasi goreng yang kau buat, kau hanya tersenyum melihat kelakuaanya yang menurutmu seperti anak kecil,
" Jeon, apa hari ini aku boleh keluar? " tanyamu hati hati takut membuatnya tersinggung,
" Nunna mau kemana" sahutnya balik bertanya, dan tersenyum kearahmu,
" Aku hanya ingin belanja keperluan dapur , apa itu boleh" jawabmu tanpa ragu,
" Tentu saja boleh sayang, apapun yang membuatmu senang lakukanlah, ah iya nanti aku akan pulang cepat, jadi sebelum aku sampai nunna sudah harus berada dirumah, ada suatu hal yang nanti akan kuberitahu padamu Nunna" ucapnya lalu mendekatimu dan mengulurkan tangannya, kau pun menyambut uluran tangannya, dan mengikuti langkahnya,
" Hati hati sayang, aku akan menunggumu dirumah, ingat jangan nakal dikantor, kalau kau sampai berbuat begitu maka aku akan menghukummu Jeon" bisikmu lalu mengecup tiap inci wajahnya,
" Aku bersumpah itu tidak akan terjadi nunna, " sahutnya kemudian \*\*\*\*\*\*\* lembut bibirmu,
Adegan kalian dilihat oleh sopir dan beberapa BG yang bekerja dirumah kalian, mereka tersenyum melihat romantisnya kalian berdua,
Dan tak lama Jungkook pun masuk kedalam mobilnya, dia membuka kaca mobilnya kemudian melambaikan tangan kearahmu, kau pun membalas lalu tersenyum manis kearahnya, dan mobil yang ditumpangi Jungkook berjalan meninggalkan area pekarangan rumahnya, kau pun teringat renacamu,
__ADS_1
" Alex, kita ke supermarket, kau siapkan mobil dan salah satu temanmu untuk ikut pergi bersama kita" ucapmu pada salah satu pria yang berjejer dihadapanmu,
" Baik nona, akan saya siapkan mobilnya" jawabnya singkat,
Setelahnya, kau berjalan masuk kembali kerumah memanggil salah satu pekerja dirumahmu,
" Bi, kemarilah" panggilmu pada wanita paruh baya yang tengah membersihkan ruang tamu dengan beberapa pekerja lainya,
" Ada apa non" jawabnya lalu mendekatimu,
" Bi Inah siap siap ya, temani aku belanja bulanan" ucapmu sambil tersenyum manis pada pekerjamu itu.
" Baiklah non, bibi akan bersiap sekarang" sahutnya lalu membungkuk dan berjalan kearah dapur untuk bersiap siap,
Kau pun segera beranjak kekamarmu untuk bersiap. Dikalangan para pekerja dirumahmu kau dikenal sebagai orang yang ramah dan baik, kau bahkan tak pernah bicara kasar pada para pekerjamu, itu yang membuat mereka begitu menghormatimu. Sedangkan Jungkook dia dikenal irit bicara, dingin dan tegas. Berbeda jauh denganmu.
Kamu yang telah selesai bersiap pun turun, dibawah Alex dan Bi Inah sudah menunggumu, kemudian salah satu BG pun ikut pergi bersama kalian, Mobil mewah yang kau tumpangi perlahan keluar dari rumah Jungkook, Mobil itu akan membawamu ke salah satu pusat perbelanjaan dikota itu, ini kali kedua kau pergi keluar tanpa Jungkook, dalam perjalanan kau banyak bertanya dengan pekerjamu,
" Bibi punya anak non, tapi mereka tinggal dikampung dengan suami bibi" jawabnya sopan,
" Dikampung, kenapa bibi tidak mengajak mereka tinggal disini bi" tanyamu lagi, ingin tahu.
" Bibi tidak mungkin membawanya non, sebab kerjaan suami bibi dikampung" sahut Bi Inah sedikit kikuk dengan tatapanmu,
" Ah begitu rupanya, Nah kau Alex, apa kau sudah berkeluarga" tanyamu pada sang Supir yang kini fokus dengan kemudinya,
" Sudah nona," jawabnya singkat tanpa menoleh kearahmu,
" Baguslah, dan kau siapa namamu" ucapmu pada lelaki yang duduk disebelah Alex,
" Saya Rayyan nona" jawabnya sedikit takut,
__ADS_1
" Oh, apa kau orang baru, karena baru hari ini aku melihatmu" ucapmu heran,
" Iya nona, saya menggantikan ayah saya , karena ayah saya sakit" jawabnya sambil menunduk,
" Benarkah itu Alex," sahutmu kaget, kau menatap Rayyan lama,
" Berapa usiamu" tanyamu ingin tahu, menatap kearah Rayyan yang masih menunduk takut,
" 19 tahun nona, saya baru lulus sekolah menengah atas, dan karena ayah sakit sakitan, saya berinisiatif menggantikan ayah" sahutnya perlahan lahan mengangkat wajahnya,
" Begitu rupanya, Alex sore nanti suruh dia menemuiku dan Jungkook" ucapmu sambil menepuk lembut bahu anak muda yang sekarang terkejut dengan tindakanmu,
" Baik nona, dan sekaranng kita sudah sampai ditempat yang kita tuju, saya dan Ray, akan mengawal anda" kata Alex sambil memarkir mobilnya , kemudian Rayyan turun dan membukakan pintu mobil untukmu,
" Terima kasih, ayo Bi, kita Shopping, kita habiskan uang Jungkook" ucapmu sambil tersenyum kearah mereka bertiga,
Kau dengan ketiga pekerjamu memasuki area pusat perbelanjaan, banyak pasang mata yang memperhatikanmu. Kau yang tampak cantik berjalan diiringi dua BG dan 1 wanita paruhbaya ARTmu, kulitmu putih seperti Yoongi, mata yang tidak terlalu sipit, tinggì ideal. membuat setiap mata yang melihatmu terpesona, tapi kau cuek dengan tatapan mereka, Alex mengambil troly dan mendorongnya, kau pun mulai mengambil barang barang yang kau butuhkan, hingga satu troly tidak cukup untuk menampungnya, kau pun tak lupa membeli susu kegemaran Jungkook yaitu susu pisang.
Kau juga membeli beberapa makanan dan buah buahan untuk para pekerja dirumah, dan betul saja dua troly juga tak cukup, alkhirnya Bi Inah mengambil satu troly untuk membawa belanjaanmu, saat ini kau duduk tak jauh dari kasir menunggu giliran membayar, dan tak lama pun giliranmu membayar, semua belanjaanmu.
Setelah selesai dihitung, kau pun memberkan black card yang Jungkook berikan padamu, dan tentu saja sang kasir terkejut karena hanya orang orang kalangan atas yang memiliki kartu tersebut, kau hanya tersenyum melihat gelegat kasir tersebut, selesai pembayaran, kau memutuskan untuk pulang, dan tentu saja mobilmu penuh dengan belanjaanmu.
Sampai dirumah kau memberi tahukan bahwa belanjaan yang kau suruh pisah itu untuk dibagikan dengan pekerjamu, setelah kau memberitahukan semuanya, kau pun memutuskan naik kekamarmu, untuk sekedar membersihkan badanmu. Di tempat ini kau merasa tenang, dan Jungkook melarangmu bekerja, katanya cukup duduk dirumah dan pergi jalan jalan kemanapun yang kau sukai.
Pria itu membuatmu bahagia, bahkan membuatmu merasa sangat dicintai, Wajah tulus Jungkook membuatmu percaya akan tindakannya selama ini, bisa dikatakan Jungkooklah orang yang menjadi penyembuh luka hatimu, malaikat tak bersayap yang kau miliki, kalian bertemu untuk saling menutupi kekurangan masing masing, sebagai penyembuh luka hati masing masing, dan kau berharap hubunganmu dengan Jungkook akan langgeng hingga ajal menjemput.
πππππBERSAMBUNGπππππ
__ADS_1