
Seperti apa yang di katakan nya pagi tadi, Nando benar benar menjemput Jennifer. Pria itu mengajak Jennifer untuk makan siang bersama. Meski sebelumnya Nando juga menawarkan untuk Mutia ikut namun dengan lembut Mutia menolaknya dengan di sertai alasan. Sebenarnya Lala menolak karena tidak ingin mengganggu waktu berdua Jennifer dan Nando. Karena hanya dengan mereka berdua sering bersama pasti rasa itu akan tumbuh di hati Jennifer juga Nando. Dengan begitu Jennifer bisa melupakan Leo sepenuhnya.
“Kamu mau makan apa?” Kali ini Jennifer yang bertanya pada Nando yang sedang mengecek ponselnya karena sejak dalam perjalanan menuju tempat tujuan, benda itu terus saja berdering pertanda banyak notifikasi yang masuk.
Nando mengangkat kepalanya mengalihkan perhatiannya dari ponsel miliknya pada Jennifer yang duduk di depannya sambil memegang buku menu. Sedangkan untuk ponselnya, Nando meletakkannya di atas meja dan mengabaikannya.
“Aku lagi pengin yang berkuah nih.. Kamu pesenin aja makanan yang berkuah yang menurut kamu enak sayang..” Jawab Nando.
Jennifer mengeryit. Pemikirannya dan Nando kali ini sama. Sejak dalam perjalanan dari kampus, Jennifer juga berpikir ingin sekali me makan makanan berkuah yang pedas.
“Kok bisa samaan ya?” Batin Jennifer bertanya tanya.
“Hem.. Disini ada bakso spesial. Apa kamu mau?” Tanya Jennifer kemudian pada Nando.
Nando tampak berpikir sejenak kemudian menganggukkan kepalanya setuju. Bakso adalah makanan yang sangat umum namun mempunyai cita rasa yang berbeda tergantung tangan si pembuatnya.
“Boleh..” Katanya menganggukkan kepala.
Jennifer kemudian segera memanggil pelayan di restoran itu dan menyebutkan menu yang dia pesan untuk Nando. Setelah itu mereka kembali mengobrol ringan sembari menunggu pesanan mereka datang. Setelah pesanan tersebut datang, Jennifer dan Nando pun langsung menyantap makan siang nya itu dan lagi lagi di selingi candaan dan obrolan ringan yang sesekali membuatnya keduanya tertawa.
Selesai makan siang, Nando mengajak Jennifer untuk berlalu dari restoran tersebut. Kali ini Nando berniat membawa Jennifer ke suatu tempat yang Nando sendiri tidak tau apakah Jennifer pernah ke tempat tersebut atau tidak.
“Kita mau kemana sih?” Tanya Jennifer menatap jalanan yang tidak pernah dia lalui sebelumnya. Apa lagi mobil mewah Nando sedang melintas di jalanan yang tidak seramai jalan raya. Dan suasana disana begitu sepi. Meski memang hijaunya pemandangan sawah di kanan dan kiri jalan benar benar memanjakan pandangan Jennifer saat itu.
“Memangnya kamu nggak pernah kesini ya?” Tanya Nando melirik sesaat pada Jennifer yang fokus melihat lihat pemandangan di sekitar.
__ADS_1
“Kayanya nggak pernah deh. Lagian ini juga kaya pedesaan banget.” Jawab Jennifer.
Nando tersenyum. Mendengar Jennifer yang tidak pernah kesana membuat Nando merasa senang karena itu artinya dirinya adalah orang pertama yang mengajak Jennifer ke tempat itu. Tempat yang memang sering menjadi tempat Nando untuk menenangkan pikiran sambil melihat aktivitas menyenangkan anak anak kecil yang berlarian kesana kemari.
“Masih jauh ya tempatnya?” Tanya Jennifer lagi.
“Enggak kok, sebentar lagi juga nyampe.” Jawab Nando tersenyum dan menatap sekilas pada Jennifer.
“Oh oke..” Angguk Jennifer mengerti.
Sekitar lima menit setelah itu mobil Nando pun berhenti tepat di tepi padang rumput dimana disana banyak sekali anak kecil yang sedang bermain. Ada yang bermain bola, bermain lari larian, bahkan ada juga yang bermain layang layang.
Jennifer yang tidak biasa melihat pemandangan seperti itu tersenyum. Dengan semangat Jennifer melepas seatbelt nya kemudian turun dari mobil Nando.
Nando yang melihat itu tersenyum kemudian ikut turun dari mobil menyusul Jennifer yang sudah berdiri di depan pintu mobilnya. Nando melangkah mendekat pada Jennifer yang tersenyum tidak menyangka menatap pemandangan langka di depannya.
“Boleh aku ikut main dengan mereka?” Tanya Jennifer menatap Nando yang berdiri di sampingnya dengan penuh semangat.
“Tentu saja. Tidak akan ada yang melarang. Asal kamu tidak takut sepatu dan celana kamu kotor saja.” Jawab Nando membuat Jennifer tertawa lebar.
“Apa kamu sedang bercanda? aku bukan perempuan yang takut kotor.”
Nando hanya tersenyum saja. Pria itu kemudian meraih tangan Jennifer dan menggenggamnya erat.
“Ayo...” Ajaknya.
__ADS_1
Dengan penuh semangat Jennifer berlari lebih dulu mendekat pada anak anak yang sedang asik bermain. Hal itu membuat Nando yang menggandeng Jennifer mau tidak mau harus ikut berlari mengikuti langkah kaki Jennifer.
Jennifer tertawa begitu lebar saat bergabung untuk bermain bola dengan anak anak tersebut. Meskipun beberapa kali Jennifer terjatuh sehingga baju, celana, bahkan sepatu putih bersihnya menjadi kotor penuh lumpur. Namun sedikitpun Jennifer tidak merasa jijik. Gadis itu justru semakin merasa bersemangat berbaur dengan anak anak yang tidak Jennifer tau siapa saja namanya.
“Kak Nando oper kak !!” Seru seorang anak laki laki yang menginterupsi agar Nando mengoper bola yang sedang di giringnya padanya.
Nando yang mengerti segera menendang keras bola tersebut sehingga bola itu berpindah ke kaki anak yang meneriakkan namanya tadi.
Jennifer yang berada tidak jauh dari Nando mengeryit begitu mengetahui bahwa anak kecil itu mengenal Nando. Itu artinya ini bukan kali pertama Nando datang ke tempat tersebut.
Merasa lelah bermain bola, Nando pun mengajak Jennifer untuk beristirahat sembari menikmati angin yang berhembus. Angin itu membuat rasa gerah dan panas yang mereka berdua rasakan menghilang tergantikan dengan rasa sejuk karena hembusan angin tersebut.
“Nando..” Panggil Jennifer membuat Nando yang sedang asik menatap layang layang yang terbang di udara menoleh padanya.
“Ya...” Saut Nando menoleh. Seketika Nando terpana saat menatap wajah cantik Jennifer dari samping. Apa lagi saat itu angin yang berhembus juga menerbangkan anak rambut Jennifer membuat aura kecantikan gadis itu semakin terpancar.
“Kamu bisa main layang layang nggak?” Tanya Jennifer kemudian. Tatapan gadis itu terus terarah pada beberapa layang layang yang terbang di udara.
“Tentu saja. Aku bisa melakukan segalanya.” Jawab Nando terus menatap Jennifer.
“Aku suka layang layang. Tapi aku nggak bisa menerbangkannya. Apa kamu bisa mengajariku bermain layang layang?” Kali ini Jennifer mengarahkan pandangannya pada Nando membalas tatapan memuja pria itu.
“Dengan senang hati sayang..” Senyum Nando membalas dengan mantap.
Nando kemudian bangkit lebih dulu dari duduknya di rerumputan. Pria itu menyodorkan tangannya yang langsung di sambut dengan semangat oleh Jennifer.
__ADS_1
Nando mengajak Jennifer menghampiri anak anak yang sedang bermain layang layang dan bergabung dengan mereka. Dengan telaten Nando mengajari Jennifer menerbangkan layang layang meski Jennifer selalu gagal mencoba, namun dengan sabar Nando terus mengajarinya.