Forbidden Love

Forbidden Love
Pucuk di cinta ulang pun tiba


__ADS_3

Di tempat lain, tepatnya di kediaman Nando sendiri. Nando sedang merenung di balkon kamarnya dengan tatapan mendongak menatap langit gelap penuh bintang malam ini.


Sampai sekarang Jennifer belum kunjung menghubunginya. Hal itu membuat Nando merasa gelisah dan tidak tenang. Nando juga terus bertanya tanya sedang apa pujaan hatinya tanpa dirinya sekarang.


“Hhh.. Jennifer, apa sebahagia itu kamu berkumpul dengan sahabat sahabat kamu sampai kamu lupa dengan ucapan kamu sendiri? Atau sebenarnya kamu ingat tapi kamu malas dan lebih memilih bersama dengan teman teman kamu?” Nando bergumam pelan. Pria itu benar benar merasa tidak lengkap tanpa Jennifer. Nando merasa ada sesuatu yang kurang dari dirinya sejak siang tadi sampai sekarang malam tiba.


Nando kemudian tersenyum samar. Terlalu sering menghabiskan waktu dengan Jennifer membuat Nando merasa bergantung pada gadis itu.


“Apa aku salah kalau aku berharap lebih dengan hubungan kita Jen? Sedangkan kamu saja sepertinya masih ragu dengan apa yang seharusnya kita tempuh bersama.”


Nando terus bergumam sendiri sembari memikirkan apakah Jennifer masih bersama kedua sahabatnya atau sudah pulang kerumah karena memang hari yang sudah malam.


“Kamu belum tidur?”


Lamunan Nando buyar saat mendengar suara nyonya besar Arseno, mommy nya. Pria itu kemudian menoleh dan mendapati mommy nya yang sedang berdiri di ambang pintu penghubung balkon dengan kedua tangan yang di lipat di depan dada.


“Mommy..” Lirih Nando tersenyum tipis.


Nyonya besar Arseno menghela napas pelan kemudian mendekat pada putra tunggal kesayangannya. Putra yang selalu membuatnya bahagia dan bangga dengan segala pencapaian yang Nando dapat di usianya yang masih sangat muda. Nando bahkan mampu membuat perusahaan keluarga mereka maju pesat. Tidak heran jika saudara kandung tuan Arseno sampai iri dan dengki yang berujung membenci keluarga kecil Arseno.


“Mommy lihat dari tadi kamu seperti sedang memikirkan sesuatu. Apa ada sesuatu mengganggu pikiran kamu?”


Nando memejamkan sesaat kedua matanya. Pria itu merasa tidak harus menceritakan apa yang sedang di rasakannya. Itu akan sangat terdengar menggelikan pasti. Dan bukan tidak mungkin mommy nya akan menertawakan dirinya yang merasa galau hanya karena tidak bisa pergi bersama Jennifer hari ini.


“Hanya masalah kecil kok mom..” Jawab Nando menatap sang mommy dengan senyuman tipisnya.


Nyonya besar Arseno mengeryit. Putranya seperti sedang berusaha menyembunyikan sesuatu darinya.


“Kamu bisa menceritakan masalah itu sama mommy dear.. Jangan bertingkah seolah mommy sama daddy ini tidak perduli sama kamu dan super sibuk. Karena pada kenyataannya kamu yang selalu sibuk dengan pekerjaan kamu.

__ADS_1


Nando tertawa pelan mendengarnya. Dirinya memang selalu sibuk sehingga tidak pernah bisa mengunjungi kedua orang tuanya. Itu sebabnya tuan dan nyonya besar Arseno yang selalu rutin mengunjungi Nando. Seperti sekarang ini. Mereka berdua sudah dua hari menginap di rumah Nando demi bisa memperhatikan putra tunggal kesayangan mereka yang sangat super duper sibuk itu.


“Maaf kalau selama ini aku selalu asik dengan duniaku sendiri mom. Tapi apapun itu, aku serius. Aku sangat mencintai kalian berdua.” Kata Nando.


Nyonya besar Arseno tertawa geli mendengarnya. Putranya benar benar sangat manis.


“Tenang saja, mommy dan daddy paham tentang itu dear.. Jangan merasa sungkan.”


Tin Tiiiinnnn...


Suara klakson mobil Jennifer yang begitu nyaring berhasil menarik perhatian Nando dan nyonya besar Arseno. Ketika melihat mobil Jennifer yang mulai memasuki pekarangan luas rumahnya, senyuman di bibir Nando langsung mengembang.


“Jennifer...” Gumam Nando tersenyum.


Sementara nyonya besar Arseno mengeryit merasa bingung karena tidak mengenali mobil Jennifer. Hingga akhirnya mobil itu berhenti dan Jennifer turun dari dalamnya.


Nando begitu semangat saat melihat Jennifer yang turun dari mobilnya. Pria itu bahkan berlalu begitu saja tanpa menunggu jawaban dari mommy nya.


Melihat tingkah putranya, nyonya besar Arseno tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Sekarang wanita itu tau penyebab putranya yang uring uringan dan galau sendiri.


“Putraku sudah benar benar jatuh cinta sekarang.” Gumam nyonya besar Arseno tersenyum merasa ikut bahagia.


“Mommy harap Jennifer benar benar perempuan yang tepat untuk kamu nak. Mommy akan selalu mendo'akan yang terbaik untuk kamu.” Nyonya besar Arseno bergumam lagi dengan penuh harapan besar pada Jennifer, gadis yang berhasil meluluhkan hati putra tunggal kesayangannya.


Sedangkan Nando, dia dengan sangat semangat keluar dari kamarnya. Bahkan Nando sampai berlarian menuruni anak tangga di rumahnya karena sudah sangat tidak sabar ingin menemui Jennifer yang datang malam ini dengan sengaja kerumahnya.


Begitu sampai di ambang pintu utama rumahnya, Nando berhenti sejenak sebelum akhirnya kembali melangkah menghampiri Jennifer yang masih berdiri dan tampak kebingungan disamping mobilnya.


Nando tersenyum lebar lalu kembali melanjutkan langkahnya menghampiri Jennifer.

__ADS_1


“Nando..” Senyum Jennifer merasa sangat lega melihat Nando melangkah mendekat padanya. Gadis itu benar benar merasa sangat bersalah karena melupakan ucapannya untuk makan malam bersama Nando malam ini.


“Nando aku bener bener minta maaf. Aku...”


“Sshhhtt.. Udah nggak papa. Aku senang kamu kesini. Aku pikir kamu belum pulang dan masih sama Mutia dan Lala.” Sela Nando yang tidak ingin Jennifer merasa bersalah padanya.


Jennifer tersenyum. Nando benar benar sangat pengertian padanya. Nando bahkan tidak marah meski Jennifer tidak menepati ucapannya tadi siang.


“Masuk yuk..” Ajak Nando meraih tangan Jennifer. Pria itu bahkan sama sekali tidak menunggu persetujuan dari Jennifer dan langsung meraih tangan Jennifer kemudian menuntunnya masuk ke dalam rumahnya.


Kehadiran Jennifer benar benar langsung membuat mood Nando bagus seketika. Yang tadinya Nando galau dan uring uringan tiba tiba menjadi sangat sumringah dan semangat.


Tentu saja karena sejak siang tadi memang kehadiran Jennifer disampingnya yang sangat Nando inginkan.


“Aku pikir kamu marah sama aku Nando. Soalnya aku telepon kamu sampai beberapa kali tapi kamu sama sekali nggak angkat telepon dari aku.” Ujar Jennifer begitu sudah duduk disofa ruang tamu.


Nando tertawa pelan.


“Maaf, aku nggak dengar. Handphone aku lagi aku cash dan mungkin masih aku silent.” Balas Nando.


Jennifer menganggukkan kepalanya percaya dengan apa yang Nando katakan. Karena jika memang sekarang Nando marah, Nando tidak mungkin mau menemuinya sekarang.


“Kamu sudah makan?” Tanya Nando kemudian.


“Sudah, aku tadi makan diluar sama Mutia sama Lala. Dan maaf, aku tidak menepati ucapan aku tadi siang. Aku benar benar lupa Nando. Aku terlalu asyik dengan mereka berdua.” Jennifer memperlihatkan ekspresi sendunya dengan rasa penyesalan yang begitu sangat dalam.


“Iyah.. Nggak papa. Yang penting kamu sudah makan dan kamu baik baik saja sekarang. Itu sudah membuat aku senang kok. Kan yang penting kamu sekarang kesini buat aku.”


Jennifer tersenyum mendengar apa yang Nando katakan. Gadis itu benar benar tidak tau terbuat dari apa hati Nando sehingga bisa begitu sangat memahami dan mengerti dirinya.

__ADS_1


__ADS_2