Forbidden Love

Forbidden Love
Bab 32


__ADS_3

 


London, 11 Desember 2015


 


Seorang pria berperawakan tinggi duduk terikat disudut ruangan yang lembap tanpa jendela berukuran 16sqm, matanya masih enggan untuk terbuka begitupun dengan mulut yang terisolasi lakban bak tawanan perang. Ya dia adalah Frans, saudara tiri beda ayah dari Jimmy Eliarto Abraham.


 


Perlahan lelaki dewasa itu mulai membuka mata, didapatinya sosok pria yang selama ini ia sebut sebagai tangan kanan nya.


“Jimmy apa yang terjadi, cepat buka ikatanku.” Titahnya dengan sedikit menekan.


Sementara pria tampan didepanya hanya tersenyum sinis sembari menghisap cerutunya, menatap kedepan dengan penuh arti.


“Apa kau sungguh tak mengenaliku saudara tiri?” tanya Jimmy dengan alis terangkat sebelah, wajah yang nampak serius seketika berubah menjadi sangat ramah mimik itu berputar 180 derajat. Tertawa dengan polos dan ramah, bagi yang tidak mengetahuinya mungkin akan berfikir bahwa ia adalah orang yang humoris, namun lain halnya dengan Frans. Nafasnya pria dewasa itu tercekat, sungguh kini ia kembali menyaksikan senyum iblis Joker namun dengan wajah yang berbeda dari ingatanya.


l

__ADS_1


“Siapa sebenarnya dirimu?” sergah Frans datar. Jika Frans terkenal sangat manipulatih maka saudara tirinya terkenal dengan sebutan Iblis Joker.


l


“Kau sungguh menganggapku telah mati? Saudara tiri? Hahahaha... maka kau salah.”


“Aku bahkan sudah mati dari 25 tahun lalu.” Imbuh pria tampan itu.


“Sialan aku terkecoh penampilanya selama ini.” Maki Frans dalam hatinya.


“Aku tau kau bukan pria yang bodoh, dan aku masih berbaik hati untuk tidak menghabisimu karna kau adalah saudara tiriku. Maka kuberi waktu untuk merenungi kesalahanmu, saudara tiri.” Ucap Jimmy lalu berlalu pergi meninggalkan tempat itu.


(Mereka berbicara dalam bahasa Spanyol)


 


Semua masih terdiam dan berperang dengan pikiran mereka masing-masing, Sam dengan kewaspadaanya, Ane dengan pusing dikepala karna darah tingginya mungkin kambuh dan tentu saja kecewa karna sebagai kakak tertua merasa dibodohi seperti ini.


“Mereka sungguh membuatku ingin mati lebih awal Sam, lebih baik kita pulang saja kembali kerumah kita.” Oceh Ane sembari memegangi kepalanya.

__ADS_1


“Mohon maafkan saya kakak ipar, saya salah.” Ucap Jimmy yang baru saja bergabung bersama mereka, dengan logat bahasanya yang kaku.


“Setelah ini lalu apalagi nanti?” sergah Ane dan semua masih diam dengan pikirannya sendiri.


Lexsa masih diam dengan memeluk adiknya yang terus bertanya kemana ibu mereka pergi, disisi lain Agni masih tertidur dengan nafas teratur. Seperti enggan untuk membuka matanya, dokter mengatakan kondisi Agni berangsur membaik, pasca tersadar dari koma selama 17 tahun, wanita itu mengalami berbagai kerusakan pada sel otaknya sehingga membuatnya tidak mengingat anak dan suaminya serta tidur panjangnya itu juga menyisakan kelumpuhan sementara karna sel otak bagian tengahnya belum tersambung dengan baik, hingga membutuhkan terapi.


Setelah lima tahun menjalani terapi yang ditemani langsung oleh Jimmy yang saat itu sebagai tangan kanan Frans, meski Jimmy mengatakan bahwa ia adalah suaminya, wanita itu tentu saja tidak mungkin percaya. Jimmy mengakui bahwa dirinya kalah start oleh saudara tiri terbangsatnya itu.


Bisa dikatakan Fransisco De Lazaro adalah Kasanova terlaknat karna menginginkan kakak dan adik sekaligus.


“Baiklah aku akan pergi beristirahat, kepalaku sangat sakit sekali merasakan kalian semua yang kurang ajar, ibu kalian juga sangat merepotkan sudah ku bilang jangan menikah dengan bule, mereka itu merepotkan tetap saja nekat, sekarang kalian tanggung sendiri akibat dari perbuatan kalian.” Sambil berjalan meninggalkan ruangan itu Ane terus saja mengomel dengan bahasa Indonesia diikuti dengan Sam berjalan menyusulnya.


“Apa yang dia katakan?” tanya ayah Jimmy.


“Darah tingginya kambuh yah, dia mempercayai kita untuk menyelesaikan masalah ini.” Jawab Jimmy singkat karna enggan untuk berdebat dengan ayahnya.


“Paman bolehkah aku kembali ke kamar ku.” Pamit Lexsa lalu berdiri menggandeng adeknya.


“Dia adalah cucu mu.” Lirih Jimmy pada ayahnya.

__ADS_1


(Mereka berbicara dalam bahasa Inggris)


 


__ADS_2