
Terlalu sulit untuk membedakan antara malam dan siang di wilayah kutub itu, karna bagaimanapun malam polar disana selalu mampu menginvasi siang hingga bertekuk lutut menyerah untuk pergi tanpa syarat.
Waktu menunjukan pukul 15.00 waktu setempat, dimana hari itu semua nampak berbeda dari hari sebelumnya, mereka semua sudah menaiki lemosin untuk menuju musium yang terkenal di kota paling ujung belahan bumi utara yaitu Longyearbyen. Meski awalnya mereka merasa aneh karna harus berpisah mobil tetapi Jimmy meyakinkan mereka dengan alasan keamanan, hingga akhirnya Frans menyetujui.
Mobil beranjak menuju musium membelah ribuan salju putih yang menghampar disepanjang mata memandang, tak ada satu pun pepohonan yang mereka temui disana. Hal itu tentu menjadi sebuah pengalaman baru untuk Ane dan Sam yang dominan hidup pedalaman hutan di Kalimantan.
“Kau lihat Sam? Sumur hidup aku baru mengetahui kalau ada daerah yg hanya berisi salju sepanjang mataku lelah memndang!” Seru Ane dengan sedikit terheran.
“Ya, aku juga baru menjumpai seperti ini, kurasa profesiku tidak berlaku disini.” Ungkap Sam jujur dan semua orang tertawa mendengar pengakuan itu. Didalam kendaraan beroda empat itu mereka hanya berenam dengan Jimmy sebagai supirnya.
“Sayang ada apa denganmu?” tanya Frans lembut pada istri tercintanya pasalnya Agni hanya diam disepanjang perjalanan.
“Entahlah han, aku merasa seperti seseuatu yang buruk akan terjadi.” Jawab Agni menyendu.
“Tidak akan ada hal buruk yang terjadi sayang, percayalah padaku.” Kata Frans meyakinkan istrinya meski hatinya pun sedikit meragu.
“Maafkan aku Frans, sungguh ini bukan keinginanku.” Ucap Jimmy dalam hatinya, pria berdarah campuran Amerika dan Spanyol itu merutuki keputusan nya karna telah berhianat dan membocorkan aktivitas Sam pada musuhnya. Sungguh lelaki itu tidak ada untuk membunuhnya.
__ADS_1
Sementara disisi lain mobil yang ditumpangi para anak muda itu mengikuti mereka dari belakang, dengan seorang mata-mata utusan musuh Frans yang menyamar sebagai sopir.
Kendaraan para anak muda itu terhenti setelah sempat menukik karna ban mereka di bagian belakang kempes.
“Ada apa paman?” tanya Ray sembari memegangi kepala Lexsa yang nyaris menatap kaca mobil.
“Sepertinya ban nya bermasalah tuan, biar saya cek terlebih dulu.” Jawab supir itu lalu turun dari mobil untuk mengecek dan diikuti oleh Rohman.
Setelah memeriksa dan mengkonfirmasi bahwa mobil tidak dapat digunakan lagi, sopir itu menepi sembari mengeluarkan ponsel pintarnya untuk menghubungi seseorang.
“Aku merasa ada sesuatu yang janggal Ray, aneh rasanya kalau ada paku di jalan semulus ini, kalo di Indonesia sih mungkin, tapi ini kan luar negri.” Kata Rohman sambil mengusap dagunya.
“Coba kita periksa man.” Sahut Ray singkat sembari mengeluarkan senter dari dalam jaketnya.
“Aneh Ray, ini gak ada pakunya tapi kok lobang ya?” Kata lelaki keturunan Jawa itu.
“Sepertinya ini memang direncakan Man.” Ucap Ray geram. Mengingat banyak terjadi sesuatu yang ganjil belakangan ini ditambah lagi pengakuan Rohman yang mendengar langsung percakapan Jimmy dengan seseorang dibalik telepon genggamnya beberapa hari lalu.
__ADS_1
Sementara mobil yang dikendarai Frans berbelok menuju resto kecil dipinggir jalan setelah mendapat kabar bahwa mobil Ray mengalami sedikit kendala, mereka memutuskan menunggu sembari memesan sebuah minuman diresto tersebut, yang tanpa mereka sadari itu juga merupakan bagian dari rencana Jimmy.
Mereka bercengkerama sembari menunggu pesanan mereka tiba.
“Saya akan pergi ketoilet sebentar.” Ucap Jimmy lalu beranjak setelah mendapat anggukan dari Frans.
“Apa semua sudah sesuai rencana?” tanya Jimmy pada salah seorang karyawan diresto tersebut.
“Sudah tuan, bos sudah berada di landasan menunggu tuan tiba.” Jawab karyawan resto itu.
Sesaat setelah Jimmy kembali, ia sudah menemukan keluarga besar itu tergeletak pingsan setelah meminum pesanan mereka.
“Tutup resto dan bersihkan sisanya.” Ucap Jimmy setelah memasukan mereka kedalam mobil dan meninggalkan tempat itu bersama dua orang lainya.
Mereka bergerak cepat menuju bandara untuk meninggalkan kota tersebut.
... ...
__ADS_1