
Di hari libur ini Nando mengajak Jennifer untuk jalan jalan mengunjungi tempat tempat wisata. Pria itu memang sengaja mengajak Jennifer pergi agar bisa menghabiskan waktunya sepanjang hari dengan Jennifer.
“Nando, aku pengin ice cream itu boleh?” Tanya Jennifer menunjuk kedai ice cream yang ada di wisata tempatnya dan Nando berada sekarang. Gadis itu bahkan merengek manja pada Nando dengan harapan Nando mau menuruti apa yang dia mau.
Nando yang mendengar rengekan manja Jennifer tersenyum kemudian mencubit gemas hidung mancung gadis yang sangat di cintainya itu.
“Jangan ice cream nya sayang. Kamu mau kedainya juga aku pasti bakal belikan untuk kamu. Asal kamu senang dan bahagia aku pasti akan selalu menuruti apapun yang kamu mau.” Ujar Nando bersungguh sungguh.
Jennifer tersenyum mendengarnya. Sebenarnya dia tidak benar benar menginginkannya. Hanya saja hari ini Jennifer berpikir akan mencoba mengetes Nando dengan meminta sesuatu yang memberatkan Nando. Jennifer ingin tau sejauh mana Nando berusaha menuruti semua yang dia mau.
“Tapi kamu yang beli yah.. Aku tunggu disini. Nggak papa kan?”
Nando terdiam sesaat. Pria itu menyipitkan kedua matanya menatap Jennifer aneh. Padahal Nando pikir Jennifer meminta ice cream karena ingin makan ice cream di kedai tersebut secara langsung.
“Loh, memangnya kamu nggak pengin makan di kedainya sekalian? Lebih enak tau kalau di kedainya. Kamu juga bisa pesan varian apa saja yang kamu mau sayang.”
“Iya.. Aku juga pengin makan semua varian ice cream nya.. Kamu mau kan beliin buat aku terus bawa kesini? Aku males kalau makan di kedainya.”
Nando menahan napasnya sejenak kemudian menghembuskannya dengan perlahan. Tidak biasanya Jennifer begitu banyak mau seperti sekarang. Tapi itu justru membuat Nando merasa senang karena itu artinya Jennifer mengandalkannya.
“Oke.. Tunggu disini. Aku akan bawakan apa yang kamu mau.” Senyum Nando.
Jennifer hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Gadis itu menatap Nando yang mulai bangkit dari duduknya kemudian melangkah menuju kedai ice cream yang Jennifer maksud.
__ADS_1
“Oke.. Mulai hari ini aku harus mengetes keseriusan Nando. Aku akan banyak tingkah secara di buat buat. Kalau Nando memang serius dia pasti akan menuruti semua yang aku mau. Tapi kalau tidak dan dia malah marah, aku masih punya waktu untuk merubah semuanya sebelum terlambat.” Gumam Jennifer.
Jennifer memang percaya pada Nando. Nando sangat baik dan pengertian padanya. Tapi itu karena Jennifer yang memang tidak banyak mau. Dan sekarang Jennifer akan berusaha mengetes Nando. Jennifer tidak ingin menyesal nantinya. Jennifer merasa harus lebih dulu mengetes kesabaran Nando dalam menghadapinya. Karena keputusan untuk menikah dan hidup berdua dengan Nando nantinya bukanlah keputusan yang bisa dengan gampang Jennifer ambil. Keputusan itu menentukan akan bagaimana kehidupannya ke depannya.
Sekitar 15 menit menunggu akhirnya Nando keluar dari kedai ice cream dengan membawa apa yang Jennifer mau. Dan melihat Nando yang benar benar membelikan berbagai varian rasa ice cream di kedai tersebut, Jennifer terkekeh geli. Nando benar benar memborong kali ini.
“Tadaaaa.. Ice cream yang manis untuk calon istriku yang paling cantik sedunia sudah siap di santap..” Canda Nando sambil berlutut di depan Jennifer.
Jennifer tertawa pelan karena tingkah lucu Nando. Gadis itu meraih satu ice cream rasa strawberry dari tangan Nando kemudian mencicipinya sedikit.
“Gimana?” Tanya Nando menunggu respon Jennifer setelah mencicipi ice cream rasa strawberry di tangannya.
“Hem.. Enak banget.” Angguk Jennifer tersenyum.
Nando bangkit dari berlututnya kemudian kembali mendudukkan dirinya di samping Jennifer. Pria itu dengan setia dan sabar membawakan ice cream yang di belinya untuk Jennifer.
Jennifer terdiam dan tampak berpikir. Itu hanya akting sebenarnya karena memang pada kenyataannya Jennifer sudah merancang semua tes untuk Nando di otak cerdasnya.
“Hemm.. Maaf Nando, tadi aku memang sangat penasaran ingin mencoba semuanya. Tapi setelah mencoba yang rasa strawberry ini aku merasa aku tidak mau lagi yang itu..”
Senyuman di bibir tipis Nando perlahan memudar mendengarnya. Nando benar benar merasa aneh sekarang. Jennifer tidak biasanya mudah berubah pikiran seperti sekarang. Apa lagi Jennifer juga adalah gadis penggila ice cream yang tidak mungkin tidak pernah mencoba semua varian ice cream. Nando yakin dari harga ice cream yang paling murah sampai yang paling mahal pun Jennifer pasti sudah merasakannya.
“Begitu ya? Jadi apa ice cream ini harus aku yang habis kan?” Tanya Nando tertawa merasa geli sendiri jika seandainya memang Jennifer mengiyakan.
__ADS_1
“Terserah kamu sih sebenarnya mau di apakan. Tapi kalau bisa jangan di buang yah.. Kan sayang.. Kita kan juga nggak boleh buang buang makanan.” Jawab Jennifer berkata dengan ekspresi yang menandakan ketidak enakkan hatinya pada Nando.
Nando menghela napas untuk yang kesekian kalinya. Pria itu menatap berbagai varian ice cream yang ada di tangannya. Bahkan Jennifer tidak sedikitpun mencicipinya.
Sesaat Nando terdiam hingga akhirnya tatapannya tidak sengaja mengarah pada dua anak kecil yang sedang mengais rezeki dengan cara mengamen. Perlahan senyuman di bibir Nando mengembang. Nando tau sekarang akan di kemanakan ice cream di tangannya.
“Kamu tunggu disini sebentar ya..” Ujar Nando yang kemudian langsung bangkit dari duduknya.
“Loh kok dia malah pergi sih..” Gumam Jennifer merasa bingung.
Jennifer terus menatap Nando yang melangkah menjauh darinya hingga akhirnya Jennifer tau siapa yang Nando tuju.
Perlahan senyuman di bibir Jennifer mengembang melihat Nando yang sedang berinteraksi dengan pengamen kecil. Tidak lama banyak anak jalanan yang menghampiri Nando. Dan Nando pun membagikan ice cream di tangannya hingga akhirnya habis tak tersisa. Tidak hanya memberikan ice cream, Nando juga memberikan uang pada beberapa anak kecil tersebut.
Jennifer yang melihat itu merasa sangat takjub. Gadis itu tidak menyangka Nando akan memberikan ice cream yang di belinya pada anak anak tersebut, juga uang yang ada di dompetnya secara cuma cuma. Bahkan saat ada yang tidak kebagian Nando mengantarnya sendiri ke kedai ice cream tersebut agar anak kecil yang tidak kebagian ice cream tadi bisa memilih sendiri varian ice cream apa yang dia mau.
“Ya Tuhan... Semoga keputusanku tidak salah. Aku yakin Nando memang laki laki yang tepat yang engkau takdirkan untuk menjadi jodohku.” Gumam Jennifer pelan.
Setelah membelikan ice cream untuk anak jalanan tersebut, Nando pun kembali mendekat dan duduk tepat di samping Jennifer dengan helaan napas lega.
“Kita mau kemana lagi abis ini?” Tanya Nando pada Jennifer.
“Aku ikut kemana aja kamu ngajak aku deh.” Jawab Jennifer tersenyum.
__ADS_1
Nando tertawa mendengar itu. Pria itu kemudian meraih tangan Jennifer dan mengajaknya untuk bangkit dari duduknya di kursi yang mereka duduki.
“I Love You Nando Arseno.” Batin Jennifer melangkah mengikuti Nando yang menggandeng lembut tangannya.