Forbidden Love

Forbidden Love
Selalu ada


__ADS_3

Semalaman itu Jennifer tidak bisa memejamkan kedua matanya. Dia kembali merasa terpuruk. Perasaannya kembali melemah begitu juga dengan tekadnya. Kemarahan Leo membuat Jennifer merasa seperti di beri harapan kembali oleh kakaknya. Jennifer bahkan sampai berpikir apakah kakaknya juga sebenarnya merasa cemburu melihat kedekatannya dengan Nando. Parahnya lagi Jennifer juga berpikir apakah sebenarnya Leo juga memiliki perasaan yang sama seperti apa yang dia rasakan sampai saat ini.


“Ya Tuhan.. Enggak enggak.. Aku nggak boleh berpikir konyol seperti itu. Cintaku sama kak Leo itu salah dan terlarang. Aku tidak seharusnya terlalu panjang berpikir. Kak Leo hanya khawatir karena aku adalah adik satu satunya.” Gumam Jennifer menatap langit langit kamarnya.


Jennifer memejamkan kedua matanya kemudian menghela napas kasar. Dirinya baru saja memulai usaha baru dengan bantuan dari Nando untuk melupakan Leo.


“Aku nggak boleh lemah.. Aku juga nggak boleh nyerah. Aku harus bisa melupakan kak Leo. Aku harus bisa menerima kenyataan bahwa cintaku terlarang pada kak Leo.” Gumamnya lagi.


Jennifer sadar mencintai Leo adalah sebuah kebodohan yang tidak bisa dia mengelak. Namun Jennifer yakin selama dirinya mau berusaha untuk melupakan Leo dan mencintai pria lain Tuhan pasti akan mengampuninya. Asalkan Jennifer tidak memperjuangkan perasaan terlarangnya karena itu tidak akan mendapat dukungan dari siapapun.


Ingatan kebersamaannya dengan Leo kembali berputar di pikiran Jennifer. Gadis itu masih mengingat bagaimana dulu dirinya yang tidak bisa jauh dari Leo setiap Leo pulang. Apa lagi Leo juga sangat memanjakannya dengan terus menuruti apa saja yang Jennifer mau. Tidak jarang mereka juga tidur bersama dengan Jennifer yang berada di pelukan hangat Leo. Hal itu lah yang kemudian membuat perasaan Jennifer sangat membara untuk Leo.


Jennifer berdecak kemudian bangkit dari berbaringnya diatas ranjang. Jennifer menepis jauh jauh bayangan kebersamaannya dengan Leo dulu. Jennifer tidak ingin usahanya kembali gagal untuk melupakan Leo. Apa lagi dirinya juga baru memulainya hari ini dengan Nando.


“Jennifer kamu harus bisa melupakan semuanya. Aku tidak boleh semakin bodoh dengan terus menyimpan perasaan salah itu untuk kak Leo. Semuanya akan marah bahkan kecewa jika tau selama ini aku mencintai kakak kandungku sendiri.” Lirih Jennifer meyakinkan kembali niat dan membulatkan tekadnya untuk mengusahakan apa yang memang sudah seharusnya dia lakukan. Yaitu mengikis perasaannya pada Leo hingga benar benar hilang tak tersisa sedikitpun. Jennifer ingin hanya mempunyai rasa sayang dan cinta sebagai seorang adik pada kakaknya. Bukan rasa sayang dan cinta sebagai seorang wanita pada pria.


“Kak Leo, mamah, papah.. Jennifer minta maaf karena menyia nyiakan kepercayaan kalian selama ini.”


Tanpa sadar Jennifer meneteskan air matanya. Jennifer tidak pernah mengharapkan rasa itu tumbuh di hatinya. Namun bagaimanapun juga Jennifer tetap hanya manusia biasa yang lemah dan tempatnya salah. Jennifer tidak bisa menghindar dari rasa yang pelan pelan menyusup kemudian menguasai hatinya yang hampir saja membutakan pikirannya.


“Nando.. Ya, aku harus telepon dia sekarang.” Jennifer mengusap air mata yang membasahi pipinya kemudian menoleh kearah nakas meraih ponselnya yang dia letakkan disana. Entah kenapa Jennifer merasa sangat yakin dan percaya bahwa Nando memang bisa membantunya.


Jennifer kemudian menghubungi Nando yang tanpa menunggu lama langsung di angkat oleh Nando.

__ADS_1


“Halo..” Sapa Nando dari seberang telepon.


“Ya Nando. Kamu dimana sekarang?”


Nando tidak langsung menjawab. Pria itu mengeryit bingung dengan pertanyaan yang di lontarkan oleh Jennifer. Pria itu sebenarnya masih dalam perjalanan pulang setelah menemui rekan bisnisnya.


“Aku masih di jalan. Kamu kenapa? Dan kenapa jam segini kamu belum tidur? Apa kamu ada masalah?”


Jennifer tersenyum samar. Nando ternyata sangat peka.


“Ya.. Aku butuh teman ngobrol. Bisa kamu kerumah sekarang?”


Nando diam lagi. Pria itu menilik waktu lewat jam tangan yang melingkar begitu pas di pergelangan tangan kirinya. Malam sudah hampir larut namun Jennifer memintanya untuk datang. Selain malam yang sudah larut, Nando juga sudah merasa ngantuk dan lelah di sekujur tubuhnya. Namun Nando juga tidak mungkin menolak karena Jennifer sedang membutuhkannya.


“Nando? Bisa kan?” Jennifer bertanya lagi meminta kepastian pada tunangannya itu.


“Oke...”


Setelah itu Jennifer memutuskan sambungan teleponnya. Kali ini Jennifer benar benar sangat berharap pada Nando. Jennifer berharap Nando bisa menemaninya mengobrol agar dirinya bisa melupakan perasaan yang hampir menguasainya lagi karena pelukan hangat dan nyaman Leo tadi.


Jennifer bergegas turun dari ranjangnya kemudian melangkah keluar menuju balkon kamarnya. Gadis itu berniat menunggu Nando disana.


Tidak sampai 20 menit menunggu, suara deru mesin mobil mewah Nando membuat perhatian Jennifer teralihkan. Gadis itu tersenyum menatap mobil Nando yang mulai memasuki pekarangan luas kediaman kedua orang tuanya. Meskipun memang Nando menyebalkan tapi Jennifer tidak bisa menyangkal dirinya membutuhkan sosok seperti Nando untuk membantunya melupakan Leo, kakaknya.

__ADS_1


Jennifer melambaikan tangannya membuat Nando yang baru turun dari mobil langsung menatapnya. Jennifer kemudian menelepon Nando lagi.


“Kamu jangan lewat pintu depan ya.. Langsung naik ke balkon kamar aku aja bisa kan? Di samping ada tangga panjang. Kamu bisa gunakan itu untuk naik.” Ujar Jennifer yang membuat Nando terkekeh geli.


Nando merasa hubungannya dengan Jennifer akan benar benar berhasil. Yang harus Nando lakukan hanya berusaha untuk selalu ada saja kapanpun dan dimanapun Jennifer membutuhkannya.


“Oke..” Angguk Nando sambil terus menatap Jennifer.


Nando menutup telepon dan memasukan kembali ponselnya ke dalam saku celana jins warna hitamnya. Pria itu bergegas mengambil tangga yang di maksud Jennifer kemudian segera menggunakannya untuk naik ke balkon kamar Jennifer dimana Jennifer sedang menunggunya.


Pak satpam yang melihat apa yang Nando lakukan hanya bisa menggelengkan kepalanya. Sebelumnya Jennifer memang sudah memberi tahunya lewat telepon bahwa Nando akan datang.


“Dasar anak muda jaman sekarang.” Gumam pak satpam menatap Nando yang sedang menaiki satu persatu anak tangga menuju balkon kamar Jennifer.


Nando melompat di tralis pagar balkon kamar Jennifer. Pria itu tersenyum manis menatap Jennifer yang menunggu kedatangannya sejak tadi. Saat ini mereka berdua sudah berdiri dengan jarak yang begitu dekat dan saling berhadapan.


“Super Nando datang.” Ujar Nando membuat Jennifer terkekeh geli.


“Terimakasih ya kamu sudah mau datang kesini buat aku.”


“Tidak perlu sungkan. Aku akan siap datang kapanpun dan dimanapun kamu membutuhkan aku.” Balas Nando membuat Jennifer merasa sangat tersentuh.


Jennifer tidak menyangka Nando begitu sigap datang untuknya padahal malam sudah larut.

__ADS_1


“Jadi apa masalah kamu sayang? Apa yang bisa aku bantu?” Tanya Nando kemudian.


Jennifer tidak langsung menjawab. Sebenarnya Jennifer masih tidak percaya dirinya bisa sedekat sekarang dengan Nando.


__ADS_2