Forbidden Love

Forbidden Love
Jangan ganggu aku !!


__ADS_3

Tidak jauh berbeda dengan Leo dan Sinta, Azka dan Lala pun langsung melakukan perjalanan keluar negeri untuk berbulan madu. Hal itu membuat Mutia juga Jennifer merasa kehilangan sosok Lala yang sudah dua hari ini pergi bersama dengan Azka.


“Nggak ada Lala nggak asik banget ya Jen, nggak ada yang nyeletuk aneh.” Ujar Mutia dengan helaan napas pelan.


Jennifer mengangguk setuju. Lala memang yang paling polos di antara mereka bertiga.


“Lala sudah menikah, kamu juga sudah tunangan dan sebentar lagi pasti akan menikah juga. Tinggal aku sendiri deh nanti.”


Jennifer berdecak. Mutia bertingkah seolah dirinya tidak tau bagaimana perasaan Jennifer yang sebenarnya.


“Udah deh nggak usah ngaco. Aku nggak akan nikah sama Nando. Hubungan kami itu cuma sandiwara. Jadi kamu nggak perlu begitu khawatir Tia.” Ujar Jennifer merasa Mutia tidak seharusnya berpikir demikian.


“Ya ya ya.. Oke oke. Cuma sandiwara ya.. Awas aja kalau sampai jatuh cinta beneran. Mobil kamu buat aku.”


“Aku pasti kan itu tidak akan terjadi.” Senyum Jennifer dengan yakin.


Mutia memutar jengah kedua bola matanya. Baginya tidak ada yang tidak mungkin. Termasuk Jennifer yang nantinya akan jatuh cinta pada Nando. Itu sangat wajar mengingat mereka berdua begitu intens saat bersama. Ya, walaupun Jennifer terus saja menolak keberadaan Nando di sekitarnya.


“Ya udah terserah apa kata kamu aja. Sebagai yang waras aku ngalah deh.”


Jennifer berdecak namun kemudian tertawa.


“Kamu ini..”


“Ah ya Jen, aku harus buru buru pulang nih. Izinin ke dosen ya hari ini aku harus nemenin ibu aku buat belanja bulanan. Ayah lagi nggak ada dan mbak juga lagi pulang ke kampungnya. Jadi mau nggak mau aku harus bantuin ibu aku. Duluan ya Jen.” Ujar Mutia sambil memasukan buku bukunya ke dalam ransel miliknya kemudian bangkit dari duduknya dan berlalu setelah Jennifer menganggukkan kepala dan menyauti “Oke.”


Jennifer menatap Mutia yang keluar dari kelas. Gadis itu terlihat sangat terburu buru saat melangkah hingga akhirnya menghilang dari pandangan Jennifer saat Mutia berbelok ke arah kanan.

__ADS_1


Jennifer menghela napas. Baru saja dirinya hendak melipat kedua tangannya tiba tiba muncul sosok Nando dari ambang pintu yang membuat ekspresi Jennifer langsung berubah.


“Dia lagi..” Gumam Jennifer pelan.


Gadis itu melengos membuang muka saat Nando melangkah menghampirinya. Jennifer merasa malas jika harus menatap wajah tampan Nando yang sangat memuakkan itu.


“Sudah makan?” Tanya Nando setelah mendudukkan dirinya di samping Jennifer di tempat bekas Mutia duduk tadi.


“Nggak usah sok akrab. Aku udah makan atau belum itu bukan urusan kamu.” Jawab Jennifer malas.


Nando tersenyum. Entah kenapa pria itu merasa gemas sekali jika sedang bersama dengan Jennifer. Apa lagi jika melihat wajah kesal Jennifer.


Nando kemudian meraih ponsel yang ada di saku jaket biru tuanya. Pria itu membuka akun sosial medianya. Senyumnya mengembang saat melihat Leo yang meng upload moment kebersamaannya dengan Sinta di pantai. Tidak hanya photo saja, bahkan juga video yang memperlihatkan betapa mesra dan bahagianya mereka berdua.


“Kalau di lihat lihat Leo dan Sinta itu benar benar sangat serasi ya. Mereka juga sangat romantis.” Ujar Nando membuat Jennifer langsung menoleh kepadanya.


“Aku tidak asal bicara. Kalau kamu tidak percaya kamu bisa melihatnya sendiri. Lihatlah betapa mereka sangat bahagia bermain pasir di pinggir pantai.” Kata Nando lagi sambil memperlihatkan layar ponselnya pada Jennifer.


“Percayakan?” Tanya Nando tersenyum meledek Jennifer.


Jennifer menggelengkan kepalanya. Air mata sudah menggenang di kelopak matanya membuat Nando yang melihatnya menghela napas. Namun Jennifer juga tidak ingin di tertawakan. Gadis itu terus berusaha menahan air mata tersebut agar tidak menetes membasahi kedua pipinya.


“Kamu sadar nggak Jennifer kalau perasaan kamu sama Leo itu adalah dosa besar?” Nando menatap Jennifer dengan tatapan sendu nya. Pria itu merasa kasihan pada Jennifer yang salah mencintai seseorang yaitu kakaknya sendiri. Namun Nando juga tidak bisa mencegahnya mengingat perasaan itu datang begitu saja tanpa lebih dulu memberitahu.


“Lebih baik sekarang kamu pergi Nando. Biarkan aku sendiri.” Usir Jennifer melengos menghindari tatapan Nando.


“Enggak. Aku kesini itu mau ngajak kamu buat makan siang. Dan sebagai tunangan kamu, aku nggak menerima penolakan apapun.” Tegas Nando membuat Jennifer tersenyum miris.

__ADS_1


“Kamu tidak punya hak apapun untuk memaksaku Nando. Kamu bukan siapa siapa aku.”


Setelah berkata seperti itu, Jennifer kemudian bangkit dari duduknya lalu melangkah meninggalkan Nando yang menghela napas dan menggelengkan kepalanya. Namun Nando tidak menyerah begitu saja. Di tolak ajakannya bukan berarti dirinya harus mundur. Nando ikut bangkit dan melangkah cepat mengejar Jennifer yang meninggalkannya. Pria itu benar benar ingin membantu Jennifer agar bisa melupakan Leo, kakaknya.


“Jennifer tunggu.”


Nando meraih pergelangan tangan Jennifer kemudian sedikit menariknya membuat tubuh Jennifer begitu dengan tubuhnya.


“Lepasin aku Nando..” Tekan Jennifer marah.


“Nggak.” Tegas Nando menolak.


“Ingat siapa kamu sekarang Jennifer. Kamu adalah tunanganku. Jadi di depan umum kamu harus bersikap baik padaku. Atau kamu mau aku kasih tau Leo dan kedua orang tua kamu tentang perasaan kamu?”


Jennifer menggelengkan kepalanya. Nando selalu saja mengancamnya. Pria itu selalu memaksakan kehendaknya pada Jennifer tanpa sedikitpun memikirkan bagaimana rasanya menjadi Jennifer yang selalu di tindas dan di ancam.


“Kamu..”


“Ikut aku..” Sela Nando yang kemudian menggandeng tangan Jennifer dan menariknya dengan pelan.


Jennifer yang tidak ingin Nando benar benar memberitahu Leo dan kedua orang tuanya tentang perasaannya pun terpaksa mengikuti Nando. Meski sebenarnya gadis itu ingin sekali memberontak dan berlari sejauh mungkin dari Nando.


Nando menggandeng Jennifer melewati banyak sekali kaum hawa yang sedang berdiri di koridor kampus. Mereka tampak sangat iri karena pada akhirnya Jennifer yang di anggap berhasil memenangkan hati seorang Nando. Apa lagi mereka juga tau apa yang Nando lakukan pada Kiki yang sudah membuat Jennifer malu. Hal itu membuat mereka tidak lagi berani meneror ataupun berkata tidak pantas pada Jennifer.


“Aku benar benar nggak nyangka seorang Nando Arseno akan begitu sangat tergila gila pada sosok Jennifer yang biasa saja. Bahkan Nando begitu marah saat tau Kiki yang menempelkan photo ciumannya dengan Jennifer kemarin. Nando langsung mengeluarkan Kiki dari kampus loh. Serem banget kan?”


“Iya.. Nggak mau ikut ikutan begitulah. Masih pengin kuliah aku mah.”

__ADS_1


Samar samar Jennifer mendengar obrolan dua gadis yang di lewatinya dengan Nando di koridor kampus. Jennifer benar benar sangat terkejut mendengarnya.


“Ya Tuhan.. Jadi benar benar bukan Nando pelakunya?” Batin Jennifer bertanya tanya pada dirinya sendiri.


__ADS_2