Forbidden Love

Forbidden Love
Tidak ada alasan


__ADS_3

Selama seminggu Sinta terus mendiamkan Leo. Wanita itu memang tetap meladeni Leo seperti membuatkan teh ataupun kopi saat Leo sedang fokus bekerja di rumah. Namun sikapnya saat sedang berdua dengan Leo begitu dingin seolah tidak lagi perduli. Itu karena ucapan Leo malam itu masih terngiang di telinganya. Ucapan yang benar benar menyayat hatinya dan menimbulkan luka perih tak berdarah.


Sinta menghela napas pelan kemudian mendongakkan kepalanya menatap bintang yang bertaburan di langit. Malam ini bulan tidak tampak sempurna dan hanya terlihat sedikit membentuk sabit.


Saat sedang asik menatap hamparan bintang di langit, tiba tiba bayangkan kebersamaan dan kemesraannya dengan Leo melintas di depan indra penglihatannya.


Tanpa sadar Sinta tersenyum. Hubungan mereka sudah terjalin cukup lama. Mereka bahkan sempat tinggal bersama saat masih sama sama tinggal di Amerika. Hampir setiap saat mereka berdua menghabiskan waktu bersama dan hanya berpisah saat hari libur tiba. Itupun jika Leo pulang ke indonesia.


Leo adalah pria yang hangat dan penuh kasih sayang juga kelembutan. Hal itu yang lambat laun membuat Sinta luluh hingga akhirnya yakin dan mau menerima Leo sebagai kekasihnya dan pada akhirnya mereka sepakat untuk menjalani hubungan serius sampai ke jenjang pernikahan seperti sekarang.


“Kenapa? Kenapa sekarang kamu berubah hanya karena adik kamu sering menghabiskan waktu dengan kekasihnya Leo? Apa sebenarnya yang kamu inginkan?” Batin Sinta merasa sangat pilu sendiri.


“Apa sebenarnya kamu diam diam juga mencintai Jennifer, Leo?”


Sinta tersenyum miris membayangkan kemungkinan kemungkinan tersebut. Itu memang sangat mustahil jika di pikirkan oleh orang lain. Tapi jika mereka tau bagaimana dekatnya Leo dan Jennifer selama ini mereka pasti akan mengerti dan bisa saja percaya. Apa lagi melihat bagaimana sikap Leo sekarang.


“Ya Tuhan... Hamba mohon jangan biarkan semua itu terjadi. Hamba tidak mau jika sampai suami hamba melakukan dosa besar dengan mencintai adik kandungnya sendiri.”


Sinta terus membatin sendiri. Wanita itu benar benar tidak siap menghadapi kemungkinan buruk itu. Rasanya tidak pantas jika dirinya harus bersaing dengan adik iparnya sendiri untuk bisa sepenuhnya menguasai hati suami yang sangat dia cintai.


Leo memejamkan kedua matanya menarik napasnya panjang kemudian menghelanya dengan perlahan. Jika itu sampai terjadi Sinta tidak tau dirinya harus bersikap bagaimana.

__ADS_1


“Sayang...”


Sinta tersentak saat tiba tiba Leo memeluknya mesra dari belakang. Sinta membuka kembali kedua matanya. Mendapat pelukan hangat dan nyaman itu Sinta merasa sangat aman dan terlindungi.


“Tolong jangan terus mendiamkan aku.. Aku benar benar tidak bisa kalau kamu terus mendiamkan aku. Aku kangen sama kamu sayang.. Aku kangen manjanya kamu. Aku juga kangen pelukan hangat kamu.” Bisik Leo menempelkan dagunya di bahu Sinta.


Sinta hanya diam saja. Seminggu ini mereka memang mesra seperti sebelum mereka berdebat. Meski memang Leo terus bersikap lembut dan memeluknya setiap mereka berada diatas ranjang namun Sinta tetap diam dan dingin. Sinta bahkan beberapa kali menolak ajakan Leo untuk bercinta. Hatinya masih terasa perih karena ucapan Leo. Dadanya terasa sesak setiap mengingat kembali bagaimana Leo yang menatapnya tajam dan penuh amarah.


“Demi Tuhan aku minta maaf sayang.. Aku janji tidak akan melakukan itu lagi. Aku janji tidak akan mendebat kamu lagi.” Leo kembali berucap namun Sinta terus saja diam masih enggan untuk menyauti.


Tin tiiinnn....


Suara klakson mobil Nando membuat perhatian Sinta dan Leo teralihkan. Sinta tersenyum sinis. Wanita itu berpikir itu adalah saat yang tepat untuk dirinya mengetes keseriusan suaminya dalam meminta maaf padanya.


Leo menelan ludah. Masih dengan posisi memeluk Sinta dari belakang Leo menatap ke bawah ke halaman luas kediaman kedua orang tuanya dimana disana Jennifer dan Nando baru saja turun dari mobil mewah Nando.


Saat itu juga Leo sadar. Sikapnya memang terlalu berlebihan. Prasangkanya pada Nando terlalu buruk. Padahal Nando selalu bersikap baik dan lembut pada Jennifer.


“Sebenarnya perdebatan kita seminggu yang lalu itu adalah hal yang sangat gila Leo. Karena tidak alasan bagi kamu atau siapapun untuk marah melihat Jennifer dan Nando dekat. Mereka adalah sepasang kekasih, bahkan mereka sudah tunangan secara resmi. Acaranya bahkan begitu sangat besar besaran karena Nando memang bukan orang sembarangan.”


Leo tetap diam. Pria itu terus menatap pergerakan Jennifer dan Nando yang sedang mengobrol dan bercanda di samping mobil Nando. Saat itu lah Leo sadar bahwa adiknya memang sudah dewasa dan tidak sepatutnya dia terlalu mengekang. Apa lagi Jennifer juga terlihat sangat bahagia bersama dengan Nando.

__ADS_1


“Kamu lihat baik baik Leo. Jennifer begitu sangat nyaman dan bahagia dengan Nando.”


Pelukan Leo pada Sinta semakin erat dan itu dapat Sinta rasakan.


“Ya... Kamu benar. Aku memang sangat keterlaluan. Aku salah, dan aku akui itu. Aku benar benar minta maaf sayang. Aku janji sama kamu aku tidak akan mengurusi hubungan Jennifer dan Nando lagi. Aku akan memikirkan masa depan kita berdua saja. Aku akan memikirkan bagaimana semua yang terbaik untuk kehidupan kita ke depannya. Aku mohon.. Aku mohon maafkan aku..” Leo berkata dengan suara sedikit bergetar pertanda rasa penyesalan yang begitu besar dia rasakan sekarang.


Sinta tersenyum kemudian melepaskan dengan pelan pelukan erat Leo di pinggangnya. Wanita itu kemudian memutar tubuhnya menghadap pada Leo yang tampak sangat menyesal dengan kedua mata berkaca kaca.


“Iya.. Enggak papa kok. Asal kamu benar benar tidak akan melakukannya lagi. Aku pegang janji kamu sayang..” Senyum Sinta membelai lembut pipi tirus Leo.


“Jadi?” Tanya Leo yang masih merasa tidak yakin dengan permaafan dari istri tercintanya.


“Ya.. Aku maafin kamu.” Angguk Sinta yang membuat Leo langsung tersenyum lebar. Pria itu kemudian segera memeluk erat tubuh ramping Sinta. Leo merasa sangat lega juga bahagia karena akhirnya Sinta mau memaafkannya.


Sementara Sinta, wanita itu tersenyum geli di balik punggung lebar suaminya. Sinta tidak menyangka Leo bahkan sampai mau menangis meminta maaf padanya.


“Makasih.. Makasih sayang..” Bisik Leo memejamkan kedua matanya sambil sesekali menciumi rambut Sinta.


Sementara di bawah, Jennifer tersenyum dan melambaikan tangannya ke arah mobil Nando yang perlahan melaju berlalu keluar dari pekarangan luas kediaman keluarganya. Jennifer masih tidak menyangka dirinya akan merasa nyaman bersama Nando. Apa lagi tadi siang Jennifer juga berani mencium Nando meski harus di komando lebih dulu.


Wajah cantik Jennifer mendadak bersemu merah saat mengingat ciuman mesranya dengan Nando yang membuatnya sampai hampir kehabisan napas.

__ADS_1


“Ya Tuhan.. Apa yang aku lakukan tadi siang?” Batin Jennifer merasa malu sendiri. Gadis itu bahkan sampai menutup wajah bersemu merahnya menggunakan kedua tangannya.


__ADS_2