Forbidden Love

Forbidden Love
Tidak perlu di pikirkan part 2


__ADS_3

Nando mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Pria itu mengendarai kendaraan beroda empat mewahnya dengan menikmati alunan musik yang dia sukai.


Ketika sampai di gerbang kompleks tempat Jennifer dan keluarganya tinggal, Nando mengeryit karena mendapati Jennifer yang sedang berjalan kaki dan tampak sangat terburu buru. Karena penasaran, Nando pun sedikit mempercepat laju mobilnya kemudian membunyikan klakson yang berhasil membuat Jennifer menoleh padanya. Dan dengan Jelas Nando melihat sendiri Jennifer yang tersenyum begitu lega begitu mendapati mobilnya.


Nando menghentikan mobilnya tepat di samping Jennifer yang kemudian langsung masuk begitu saja.


“Kamu kok...”


“Ngomongnya nanti aja. Mending sekarang jalan dulu. Ayo buruan..” Sela Jennifer tidak sabaran.


Nando meskipun kebingungan tapi tetap menuruti apa mau Jennifer. Pria itu kembali melajukan mobilnya membawa Jennifer menjauh dari gerbang kompleks perumahannya.


Nando merasa sangat penasaran karena tidak biasanya Jennifer sudah keluar rumah padahal dirinya belum sampai di kediaman keluarganya. Apa lagi melihat ekspresi dan ketidak sabaran Jennifer yang meminta agar Nando segera melajukan mobilnya. Itu benar benar membuat Nando sangat ingin tau apa yang sedang terjadi pada gadis itu.


“Jadi apa kamu bisa jelaskan sekarang ada apa sebenarnya? Kenapa kamu keluar rumah dan jalan kaki sampai gerbang kompleks? Itu lumayan jauh loh sayang jaraknya. Apa ada sesuatu yang membuat kamu terpaksa melakukan itu?”


Nando tidak bisa berprasangka baik sekarang. Dan entah kenapa pemikiran Nando langsung tertuju pada Leo yang kemarin sore menghadangnya dan seakan menyuruh agar Nando menjauh dan menyudahi hubungannya dengan Jennifer.


Jennifer menundukkan kepalanya kemudian menghela napas berat. Perdebatan kakaknya dan papahnya kembali terngiang di telinganya. Jennifer tidak menyangka jika mereka berdua bahkan sampai mendebatkan tentang hubungannya dengan Nando. Tapi di sisi lain Jennifer merasa aman karena sang papah justru mendukung hubungannya dengan Nando. Namun ada satu hal yang membuat Jennifer sangat terkejut dan terpikirkan sampai sekarang, yaitu tentang kakaknya yang pernah tinggal seatap dengan Sinta saat masih berada di Amerika.


Nando menyipitkan kedua matanya menatap Jennifer yang malah menunduk lesu. Rasa penasarannya semakin besar dengan pikiran mengarah pada Leo yang dia cap sebagai biang kladi dari apa yang sedang di rasakan oleh Jennifer sekarang.

__ADS_1


Tidak sabar menunggu, Nando pun memilih untuk menepikan dan menghentikan mobilnya di jalanan yang cukup ramai pagi itu.


“Hey..” Dengan lembut Nando menyentuh dagu Jennifer dan menuntun wajah gadis cantik itu agar menatapnya.


“Kok malah lesu begitu? Apa kamu belum siap cerita sama aku?”


Jennifer menatap Nando yang begitu sabar dan lembut menyikapinya. Hal itu yang membuat Jennifer merasa tidak akan rela jika sampai hubungan yang sudah berhasil di rajutnya dengan Nando harus berantakan hanya karena rasa keberatan tidak beralasan Leo.


“Kalau memang belum siap aku akan sabar menunggu. Kamu tidak perlu memaksakan diri sayang..” Kali ini Nando berkata bohong pada Jennifer demi membuat gadis itu nyaman. Karena sebenarnya Nando sedang merasa penasaran dengan apa yang terjadi. Nando juga sangat ingin mengetahuinya tapi dengan sabar berusaha dia tahan sendiri.


“Enggak. Aku mau cerita sekarang.” Geleng Jennifer berkata dengan lirih.


“Ini tentang kita, kak Leo, juga papah.”


“Kenapa?” Tanyanya lirih.


Sekali lagi Jennifer menghela napas. Namun kali ini dengan kasar. Jennifer yakin dengan menceritakan apa yang tidak sengaja di dengarnya tadi pada Nando akan membuatnya tidak merasa terbebani.


“Tadi aku nggak sengaja mendengar perdebatan papah dan kak Leo.. Mereka sedang mendebatkan hubungan kita. Kak Leo dengan rasa keberatannya terus mencari alasan sebab ketidak setujuannya pada hubungan kita. Dan papah, papah terus mencoba meyakinkan kak Leo bahwa aku bahagia dengan kamu Nando. Tapi ada satu hal yang papah katakan yang membuat aku sangat kaget dan terpikirkan sampai sekarang.”


“Apa itu?” Tanya Leo yang menyimak baik baik apa yang di ceritakan oleh Jennifer padanya.

__ADS_1


“Papah bilang papah tau tentang kak Leo yang tinggal serumah dengan kak Sinta saat di amerika.” Jawab Jennifer menatap Nando sendu.


Nando terdiam sesaat kemudian tertawa mendengarnya. Pria itu merasa lega karena ternyata tuan Ardiansyah percaya sepenuhnya padanya.


“Jadi sebenarnya kamu sedang memikirkan perdebatan antara kakak dan papah kamu atau kenyataan bahwa Leo dan Sinta pernah tinggal satu rumah di Amerika saat mereka belum menikah?” Tanya Nando masih dengan sisa tawanya.


Jennifer mencebikkan bibirnya. Jennifer juga tidak tau kenapa dirinya bahkan sampai menghindar hanya karena mendengar bahwa Sinta dan Leo pernah tinggal satu atap dulu saat mereka masih berstatus pacaran.


“Kamu masih merasa cemburu pada kakak kamu begitu?” Tanya Nando lagi menatap Jennifer dengan tenang.


Jennifer mengerjapkan beberapa kali kedua matanya. Selama dirinya merasa aman dan nyaman bersama Nando, Jennifer sedikitpun tidak pernah lagi memikirkan tentang kakaknya. Jennifer juga tidak ingin tau apapun tentang Sinta dan Leo. Karena Jennifer merasa sudah punya kehidupan sendiri dan tidak seharusnya mengurusi kehidupan rumah tangga kakaknya.


“Bukan cemburu, aku hanya terkejut. Apa lagi papah sampai mengatakan bahwa laki laki yang baik itu adalah laki laki yang bisa menjaga kehormatan perempuan.” Jawab Jennifer.


Nando tersenyum geli. Kali ini Nando merasa ikut tersindir dengan kata itu. Karena Nando tidak merasa bisa menjaga kehormatan Jennifer. Dulu Nando bahkan beberapa kali memaksa Jennifer bahkan sampai melecehkan gadis itu di toilet kampus.


“Untuk masalah ini aku juga bukan pacar yang baik sebenarnya. Aku pernah memaksa kamu, aku juga sering mencumbu kamu. Itu nggak seharusnya aku lakukan sama kamu sayang.. Tapi kamu nggak perlu khawatir, karena aku akan bertanggung jawab. Aku nggak mungkin meninggalkan buah mangga yang sudah aku gigit sedikit. Aku akan mengupasnya kemudian menikmatinya dan menanam bijinya hingga tumbuh pohon yang berbuah lebat. Aku akan menjadi suami yang baik untuk kamu.” Kata Nando yang membuat Jennifer tertawa mendengarnya.


“Kamu terlalu berlebihan dengan kata bijak kamu itu.” Saut Jennifer merasa geli.


Nando tertawa kemudian melepas seatbelt yang di melingkupi tubuh Jennifer. Setelah itu, Nando menarik lembut tubuh Jennifer dan mendekapnya dengan penuh cinta dan kasih sayang untuk gadis itu.

__ADS_1


“Sudah.. Tidak perlu di pikirkan apapun yang kamu dengar tadi. Karena apapun yang terjadi nanti, aku akan tetap mencintai kamu. Aku akan tetap menikahi kamu. Dan aku akan membuat kamu menjadi perempuan yang paling bahagia di dunia ini.” Bisik Nando sambil menciumi rambut tergerai Jennifer.


Jennifer hanya menganggukkan kepalanya saja. Gadis itu percaya dan yakin Nando akan menepati semua ucapannya.


__ADS_2