
Sebulan kemuadian
Hari ini kau dan Jungkook akan melangsungkan pernikahan, Tapi pernikahan itu dilaksanakan secara tertutup, bahkan hanya Yoongi dan sahabatnya saja yang menghadirinya, tak ada tamu undangan dari rekan bisnis Jungkook ataupun oppamu.
Kau memasuki altar pernikahanmu di tuntun Yoongi, ini untuk yang kedua kalinya Yoongi menuntunmu kealtar pernikahan. Jungkook tersenyum manis dan mengulurkan tangannya untuk menyambut tanganmu
" Jung, aku serahkan adik kesayanganku padamu, bahagiakan dia. Jangan sampai kau menyakitinya, apabila kau menyakitinya maka kembalikan dia padaku" ucap Yoongi dengan suara yang terbata bata karena menahan sebak didadanya,
" Hyung, aku tidak bisa berjanji, tapi aku akan memberikan bukti bahwa aku akan mencintai dan menjaga adikmu ini sampai ujung nafasku" ucap Jungkook lalu menarikmu untuk berdiri lebih mendekat lagi disampingnya,
Yoongi tersenyum, lalu meninggalkan altar ,
Siang itu kau dan Jungkook pun mengikat janji pernikahan kalian dihadapan tuhan, kau pun tak bisa membendung airmata lagi,
" Jeon apakah kita ini maling, sehingga kita menikah pun dengan cara sembunyi sembunyi seperti ini." ucapmu sambil terisak dalam dekapan priamu itu,
" Usstt, jangan bicara seperti ini sayang, kita hanya ingin bahagia jadi jangan kau berpikir yang aneh aneh lagi tentang semua ini" sahutnya sambil mengeratkan pelukannya.
" Apakah pasangan seperti kita ini tak pantas bahagia" lirihmu dalam isak mu,
Tanpa aba aba Jungkook langsung menyumbat bibirmu dengan bibirnya. Jungkook ******* bibirmu kau pun hanya diam menikmati permainan bibirnya, Dan kalian mendapatkan tepukan dari beberapa sahabat kalian yang kebetulan menjadi saksi janji suci kalian. Satu persatu mereka memberikan selamat pada kalian.
" Yuna, aku harap kau bahagia kali ini" ucap Jieun kemudian memelukmu dan memgelus perutmu yang sudah agak membuncit,karena sudah memasuki usia tiga bulan.
" Terima kasih Jieun, aku harap kau segera menyusul" sahutmu berseloroh pada sahabatmu satu satunya itu,
" Cih, jangan menyindir" ucapnya lalu berjalan menghampiri Jungkook untuk memberikan ucapan selamatnya,
" Aigoooo adik oppa, sudah dua kali saja kau menikah, tapi oppa harap kau bahagia hmmm" ucap Seokjin yang kemudian memeluk erat dirimu,
" Oppa, makanya cepat cari pasangan, ingat umur kau ini sudah tua" sahutmu sambil tertawa,
__ADS_1
" Pria tua katamu, heiii Min Yuna aku ini belum tua" ucapnya lalu melepaskan pelukanmu dan beralih pada Jungkook, untuk memberikan ucapan selamatnya pada sahabat yang juga telah dianggap sebagai adik kecilnya,
" Jung,ingat jangan sampai kau menyakitinya, kalau kau sampai melakukanya maka aku sendiri yang akan membunuhmu" bisiknya kemudian menepuk pundak sahabatnya itu,
" Kau jangan khawatir" sahut Jungkook dengan senyum lebarnya,
Datanglah Namjoon dan Taehyung, kedua pria itu pun memelukmu bersamaan , tak lupa memberikan selamatnya padamu dan Jungkook. Dan yang terakhir Yoongi , pria itu memelukmu erat, airmatanya lolos juga ,
" Berbahagialah adik oppa, jangan lagi ada airmata kesedihan nee" ucapnya dengan senyum manisnya,
" Iya oppa, kau adalah orang yang selalu ada untukku, dan sampai kapanpun aku akan selalu menyayangimu oppa" jawabmu dengan senyum manis yang kau berikan pada oppa kesayanganmu,
" Bontot, " ucapnya kemudian memeluk Jungkook ,
" Hyung, terima kasih untuk semuanya" sahutnya sambil membalas pelukan sang kakak iparnya,
Begitulah siang itu kau menikah hanya dihadiri mereka yang selama ini dekat dengan kalian. Dan akhirnya sekarang kau menyandang status istri dari seorang Jeon Jungkook, pria yang lebih muda darimu, pria inilah yang telah menjadi penawar luka hatimu, menemanimu dikala kau tengah terpuruk, pria yang dengan ikhlas memberikan pundaknya untuk kau bersandar.
Menjalin cinta terlarang adalah suatu kebetulan yang sudah tuhan rencanakan. Dan kau justru sekarang sudah menyandang status istri sah dari seorang Jeon Jungkook, rasa bahagia kini tengah kau dan Jungkook rasakan. Jungkook bahagia karena keinginannya sudah terlaksana yaitu menikahimu sebelum baby Jeon lahir.
Memasuki rumah baru, kau pun mengedarkan pandanganmu, kau tersenyum melihat isi rumah karena itu sesuai seleramu.
" Apakah kau menyukainya sayang" bisiknya lembut, hingga membuatmu merinding sesaat setelah kau memasuki kamar yang akan kalian tempati,
" Aku suka Jeon," sahutmu lalu kau membalikan badanmu dan memeluknya erat.
" Sayang, boleh kah aku mengunjunginya" ucapnya dengan tangannya yang sudah berhasil membuka resletung gaunmu,
" Kau boleh mengunjunginya Jeon, tapi pelan pelan takut nanti baby kenapa napa oke" sahutmu sambil mengalungkan tanganmu dilehernya,
" Terima kasih sayang" sahutnya dengan senyum manisnya,
__ADS_1
Selama hampir tiga bulan, kalian tidak melakukanya , kini kau membolehkan Jungkook untuk melakukanya. Jungkook yang begitu candu dengan tubuhmu pun langsung menjamahmu tanpa henti. Kau menyadari bahwa priamu ini termasuk ganas dalam urusan ranjang, bahkan kau sendiri sampai kualahan meladeninya.
Jungkook mengakhiri penyatuanya denganmu dengan ambruk disampingmu, keringat bercucuran disekitar wajah tampanya yang menambah tingkat keseksian pria itu. Kau mengelap keringat diwajahnya dengan tanganmu, dengan lembut kau mencium keningnya, kau beruntung bisa menjadi wanitanya, karena pria inilah kau merasakan cinta yang begitu dalam.
Hingga tak sadar kalian terlelap dengan posisi saling berpelukan dibawah selimut tebal tanpa benang sehelai pun yang menempel pada tubuh kalian. Dua insan yang saling mencinta kini pun telah bersatu dalam sebuah ikatan pernikahan.
Malam menjelang, Kau menggeliat dan membuka matamu, pemandangan pertama adalah wajah tampan suamimu, dia begitu tenang dalam lelapnya, kau perlahan turun dari ranjangmu dan berjalan kekamar mandi untuk membersihkan badanmu. Hingga kau selesai dengan ritual mandimu Jungkook masih terlelap dalam tidurnya,
Kau pun memutuskan untuk turun kedapur karena kau merasa lapar.
Setengah jam kau berkutat dengan peralatan dapur kini terhidang beberapa masakan yang kau buat, dan tak lama Jungkook turun hanya dengan menggunakan celana pendek dengan rambut yang masih basah dan langsung menghambur memelukmu,
" Kau sudah bangun, duduklah kita makan dulu" Ucapmu lalu Jungkook melepaskan pelukannya dan duduk untuk menikmati makan malam yang telah kau sediakan,
" Kenapa tak membangunkanku" sahutnya dengan mulut penuh makanan,
" Kau tidur begitu lelap mana aku tega membangunkanmu" timpalmu kemudian memasukan makanan kedalam mulutmu,
Pembicaraan terhenti karena kalian fokus dengan makanan kalian, hingga selesai Jungkook pun melarangmu mencuci piring dan dia yang mengerjakannya, Kau pun naik kekamarmu.
Perlahan kau membuka pintu dan berdiri dibalkon untuk menikmati pemandangan malam ini. Berbagai kejadian yang terjadi selama ini terlintas kembali dalam ingatanmu, hingga sepasang tangan melingkar sempurna dipinggangmu,
" Apa yang kau pikirkan hmmm" ucap sipemilik tangan tersebut,
" Tidak ada, Jeon. terima kasih karena telah memberikanku banyak cinta selama ini, aku berharap setelah ini tak ada lagi halangan yang menghalangi kita, aku beruntung bisa menjadi istrimu, saranghae" ucapmu ,kau berbalik menatapnya,
" Noona sayang, jangan berterima kasih, pertemuan kita sudah tuhan rencanakan, dan aku akan membuktikan bahwa aku tulus mencintaimu, dan sangat sangat mencintaimu, nado saranghae Jeon Yuna" sahutnya lalu mendekapmu kembali.
Malam yang begitu indah, seakan mengerti dengan perasaan pasangan pengantin baru ini, pasangan yang lahir dari hubungan cinta terlarang.
🥰🥰🥰🥰BERSAMBUNG🥰🥰🥰🥰
__ADS_1