Forbidden Love

Forbidden Love
Leo vs Nando part 2


__ADS_3

Nando berusaha tenang duduk berhadapan dengan Leo yang terus saja menyudutkannya menyuruhnya untuk mengakui sesuatu yang Nando tidak melakukannya. Yaitu mendekati Jennifer dengan maksud terselubung.


“Disini tidak ada kedua orang tuaku ataupun adikku Jennifer tuan Arseno yang terhormat. Jadi anda bisa katakan apa sebenarnya tujuan anda mendekati adik saya.” Leo kembali menyuruh Nando untuk mengatakan tujuan yang Nando sendiri tidak merasa mempunyai tujuan tersebut.


“Atau sebenarnya kamu tidak benar benar mencintai adikku? Kamu hanya ingin menyakitinya begitu?”


Rahang Nando mengeras. Kedua tangannya mengepal erat hingga buku buku jarinya terlihat memutih saking emosinya.


“Nando, aku yakin kamu masih mengingat saat pertama kali aku mendatangi dan menanyakan tentang hubungan kamu dan Jennifer. Saat itu kamu diam dan menghindar. Kamu juga terlihat sangat tidak suka dengan pertanyaan yang aku ajukan.”


Nando melengos. Melihat wajah Leo, rasanya Nando ingin sekali melayangkan tinju kerasnya. Jika saja Leo bukan kakak dari gadis yang di cintainya, mungkin Nando sudah membuatnya babak belur sekarang.


“Pertanyaan kamu benar benar tidak masuk akal Leo. Aku tidak mengerti dengan apa yang kamu maksud. Dan asal kamu tau Leo, aku benar benar mencintai Jennifer. Dan aku serius ingin memiliki dan menikahi Jennifer. Aku juga akan menjadikan dia perempuan satu satunya yang akan selalu aku cintai.”


Leo tertawa mendengar apa yang Nando katakan. Pria itu menggeleng merasa sangat lucu dengan apa yang baru saja keluar dari mulut Nando.


“Kamu ini lucu sekali Nando.. Kamu benar benar sangat pintar berbual. Kamu hebat. Selain berhasil membuat Jennifer menjauh dari keluarga, kamu juga berhasil membuat perutku terasa seperti di gelitiki.”


Nando menghela napas. Menghadapi Leo memang tidak bisa dengan emosi. Nando harus pintar memutar otak untuk membalikan ucapan Leo.


“Aku benar benar heran sama kamu Leo. Sepertinya kamu sangat tidak ingin melihat adik kamu bahagia. Kamu tau bukan? Jennifer selalu merasa nyaman dan aman bersamaku. Tapi sepertinya kamu begitu sangat tidak suka dengan kebahagiaan kami berdua. Kamu bahkan menegurku dan Jennifer malam itu dengan alasan yang sangat sangat tidak masuk akal. Di depan Sinta pula. Apa kamu pikir yang ingin di cintai dan mencintai cuma kamu saja? Hey Leo, asal kamu tau, orang lain juga berhak untuk bahagia.”


Ekspresi Leo langsung berubah mendengar apa yang Nando katakan. Wajahnya yang tadi begitu sumringah meledek Nando langsung berganti menjadi memerah menahan amarah. Kedua tangannya juga terkepal dengan erat karena Nando yang berbalik berkata sangat sinis padanya.


“Kamu sudah punya kehidupan sendiri dengan Sinta, Leo. Seharusnya kamu sudah tidak perlu lagi mengurusi hubunganku dengan Jennifer. Sebaliknya, harusnya kamu mendo'akan yang terbaik untuk adik kamu Jennifer. Bukan malah merecoki hubungan kami seperti ini.”


Rahang Leo mengetat. Pria itu mulai tidak bisa menahan emosinya sekarang.

__ADS_1


“Kamu..”


“Aku belum selesai berbicara Leo.” Sela Nando yang membuat Leo langsung bungkam namun emosinya semakin memuncak sampai rasanya ubun ubunnya seperti mendidih.


“Aku selalu berusaha untuk melindungi Jennifer dengan baik. Aku selalu berusaha untuk membuatnya tersenyum dan bahagia. Aku selalu ingin memastikan yang terbaik untuk perempuan yang saat ini sangat aku cintai Leo. Ingat, kalau kamu bukan kakak dari kekasihku, mungkin aku sudah membuat kamu tidak bisa berbicara sekarang. Aku diam bukan berarti aku tidak berani. Tapi karena aku menghormati kamu sebagai kakak dari tunanganku.” Tegas Nando membuat kedua mata Leo menyipit tidak suka.


“Aku tidak akan membiarkan siapapun merusak kebahagiaanku dengan Jennifer. Ingat itu.” Sekali lagi Nando menegaskan.


Merasa tidak bisa lagi menahan emosinya, Leo pun bangkit dari duduknya. Pria itu mendekat secepat kilat pada Nando. Kedua tangannya mencengkram kerah kemeja lengan panjang warna coklat susu yang Nando kenakan. Kedua matanya menatap nyalang dan begitu tajam pada Nando yang malah tersenyum karena berhasil membuat Leo terbakar oleh emosinya.


“Berani kamu mengancamku Nando?!” Tekan Leo penuh amarah.


Nando tersenyum penuh kemenangan. Caranya berhasil. Leo marah dan terbakar oleh emosi karena apa yang Nando katakan.


“Kakak?!”


Suara Jennifer yang begitu lantang membuat Leo dengan cepat menoleh kearah pintu dimana Jennifer berdiri disana. Leo menelan ludah terkejut dengan kehadiran tiba tiba adiknya itu. Begitu juga dengan Nando yang tidak menyangka Jennifer akan datang ke perusahaannya. Padahal saat mengantar Jennifer ke kampus tadi, Nando sudah memastikan sendiri bahwa Jennifer sudah masuk ke dalam gedung kampus.


Leo yang tidak mau adiknya marah, segera melepaskan cengkramannya di kerah kemeja Nando. Leo benar benar tidak menyangka aksinya akan di lihat oleh Jennifer secara langsung.


“Emm.. Dek ini nggak seperti yang kamu lihat. Kakak.. Kakak hanya sedang bercanda dengan Nando. Ya kan Nando?” Leo gelagapan dan mencoba mencari alasan dengan meminta dukungan dari Nando. Namun Nando hanya diam saja enggan untuk mendukung kebohongan Leo pada Jennifer. Karena sebenarnya Nando sendiri juga sedang khawatir Jennifer akan marah padanya. Nando khawatir Jennifer akan menyalahkannya.


“Bercanda? Kak, aku dengar sendiri apa yang kakak katakan sama Nando tadi. Memangnya apa salah Nando sama kakak? Kenapa kakak sampai mencengkram kerah kemeja Nando seperti itu?” Jennifer tidak percaya dengan alasan Leo karena tadi mendengar sendiri ucapan penuh penekanan Leo pada Nando.


Leo mendesis. Dirinya tidak tau harus menjawab apa sekarang. Karena tidak ingin mati kutu di depan Nando, Leo pun memilih untuk pergi. Pria itu melewati Jennifer begitu saja tanpa berkata apapun.


Sementara Nando, dia juga tidak tau harus berkata apa pada Jennifer.

__ADS_1


“Ya Tuhan..” Lirih Jennifer yang tidak menyangka dengan apa yang kakaknya lakukan pada Nando.


Setelah Leo pergi, Jennifer pun bergegas mendekat pada Nando. Gadis itu berdiri tepat di depan Nando dan menatap serius wajah tampan Nando.


“Sayang aku...”


“Kamu nggak papa kan? Kakak aku nggak sampai main fisik sama kamu kan?” Sela Jennifer bertanya dengan ekspresi khawatir menatap Nando.


Nando terdiam sesaat mendengar pertanyaan penuh ke khawatiran Jennifer. Itu benar benar di luar dugaannya. Jennifer mengkhawatirkannya.


“Nando, kamu nggak papa kan?” Jennifer mengulang pertanyaannya membuat Nando langsung kembali dari lamunan sesaatnya.


“Ah ya.. Aku nggak papa kok.” Senyum Nando merasa tersanjung dengan ke khawatiran Jennifer padanya.


“Syukurlah kalau begitu. Maafin kak Leo ya.. Akhir akhir ini dia memang sedikit aneh dan gampang sekali terpancing emosi.” Ujar Jennifer dengan ekspresi sendu.


Nando tertawa geli. Pria itu menoel gemas ujung hidung Jennifer.


“Iya.. Aku ngerti kok. Kamu nggak perlu khawatir. Ah ya, kamu ngapain kesini? Kan kamu mau ada kelas lagi.”


Jennifer langsung mengeluarkan sebuah kotak kecil dari tas selempangnya kemudian menyodorkannya pada Nando.


“Aku lupa mau kasih ini sama kamu tadi.”


Nando mengeryit melihat kotak kecil tersebut kemudian langsung menerimanya tanpa ragu.


“Ini apa?” Tanya Nando bingung juga penasaran.

__ADS_1


“Nanti juga kamu tau sendiri. Ya sudah aku ke kampus lagi ya... Mutia nungguin aku di bawah. Bye..” Senyum Jennifer kemudian berlalu begitu saja meninggalkan Nando yang kemudian tertawa sendiri karena tingkah menggemaskan Jennifer kali ini.


“Hadiah?” Gumam Nando bertanya tanya sendiri.


__ADS_2