Forbidden Love

Forbidden Love
Nando galau


__ADS_3

Nando tersenyum saat melihat Jennifer bangkit dari duduknya kemudian melangkah mendekat kearahnya. Pria itu berpikir Jennifer sudah siap untuk diajak pergi berdua seperti biasanya. Karena setelah makan siang Nando memang sudah mengosongkan jadwalnya sampai menunda pertemuan dengan client penting demi bisa menghabiskan waktu bersama dengan Jennifer seperti biasanya.


“Nando maaf.. Untuk siang ini aku nggak bisa ikut sama kamu.”


Ucapan Jennifer begitu sampai tepat di depannya membuat senyuman di bibir Nando memudar.


“Lala baru pulang dari honeymoon nya dengan Azka. Dan aku kangen banget sama dia. Kami bertiga sudah merencanakan akan pergi bersama siang ini. Tidak apa apa kan?”


Nando menelan ludah. Padahal Nando berniat mengajak Jennifer ke suatu tempat yang belum pernah mereka berdua datangi. Namun mendengar apa yang Jennifer katakan Nando tidak bisa melarang. Nando tau bagaimana kedekatan Jennifer dengan kedua sahabatnya. Nando juga tidak mungkin egois dengan meminta agar Jennifer lebih memilih dirinya meskipun itu dengan cara yang lembut.


“Aku benar benar minta maaf sama kamu Nando. Untuk sekali ini saja kita tidak pergi bareng dulu. Atau nggak nanti malam saja kamu datang ke rumah. Kita makan malam sama sama.”


Nando menghela napas pelan kemudian kembali mengembangkan senyuman di bibirnya. Sungguh Nando sangat kecewa sebenarnya. Tapi Nando juga tidak bisa berbuat banyak. Nando tidak mau memaksa yang pasti akan membuat Jennifer merasa tidak nyaman nantinya.


“Iya nggak papa.. Tapi kamu jangan lupa makan yah.. have fun ya sama mereka.” Nando mengusap lembut puncak kepala Jennifer membuat si empunya merasa lega dan senang karena Nando mengerti dengan maksudnya.


“Iya.. Kamu juga jangan lupa makan yah..”


Nando hanya menganggukkan kepalanya saja sebagai jawaban. Pria itu berusaha menahan diri agar tidak memperlihatkan kekecewaannya pada Jennifer. Nando tidak ingin Jennifer merasa tidak enak hati padanya karena tidak bisa pergi bersamanya siang ini.


“Ya sudah kalau begitu aku kembali ke kantor ya..”


Nando menatap pada Mutia dan Lala yang juga sedang menperhatikannya dari dalam kelas. Nando tersenyum dan menganggukkan kepalanya sebelum berlalu dari hadapan Jennifer. Dengan sangat berat hati karena kali ini tidak bisa menghabiskan waktu dengan gadis yang sangat di cintainya itu Nando melangkahkan kakinya menjauh. Ini pertama kalinya Nando tidak mendapatkan hasil seperti biasanya saat menjemput Jennifer. Dan itu karena Jennifer yang ingin menghabiskan waktu bersama kedua sahabatnya, yaitu Mutia dan Lala.


Tapi sekali lagi, Nando hanya bisa diam dan pasrah saja. Nando tidak mau egois dengan mementingkan perasaannya sendiri dan memaksa Jennifer untuk mengikuti kemauannya.

__ADS_1


Sementara itu, Jennifer kembali masuk ke dalam kelas setelah Nando tidak lagi terlihat. Gadis itu melangkah menghampiri Mutia dan Lala dengan senyuman manis yang menghiasi bibirnya.


“Jen, memangnya nggak papa kamu menolak ajakan Nando dan lebih memilih untuk pergi sama kita berdua? Kita mah kalau kamu mau sama Nando nggak papa. Kita ngerti kok.” Ujar Mutia yang merasa tidak hati pada Nando. Mutia juga tidak ingin hubungan Jennifer dan Nando yang sudah dekat akan renggang karena Nando yang merasa di abaikan oleh Jennifer.


“Idih apaan sih kamu Tia ngomongnya. Nando ngerti kok. Dan lagi pula kan nggak setiap hari juga. Untuk hari ini saja aku ingin sama sama kalian berdua terus.”


Lala dan Mutia saling menatap kemudian menghela napas pelan. Melihat Jennifer yang akhirnya bisa ceria dan bahagia karena Nando saja sudah membuat mereka sebagai sahabat ikut bahagia. Apa lagi Jennifer juga sepertinya sudah benar benar berhasil melupakan Leo, kakaknya sendiri.


“Lalu Jen, bagaimana dengan perasaan kamu pada kak Leo?” Tanya Lala yang berhasil membuat Jennifer langsung terdiam. Senyuman di bibir gadis itu bahkan ikut memudar karena pertanyaan yang di lontarkan oleh Lala tentang perasaan Jennifer pada Leo.


Jennifer menghela napas kemudian tertawa.


“Untuk itu aku pikir aku sudah bisa melupakan kak Leo. Memang belum sepenuhnya. Tapi aku sangat berharap aku bisa melupakan perasaan aku sama kak Leo sampai ke akar akarnya.” Jawab Jennifer dengan senyuman.


Jennifer dan Mutia kemudian saling menatap. Mereka tersenyum geli mendengar apa yang Lala katakan seolah Lala sedang menyombongkan diri bahwa Azka sangat meratukannya.


“Iya iya.. Paham deh yang lebih berpengalaman.” Sindir Mutia.


“Ih aku beneran tau. Siapa tau kan begitu menikah si Nando itu sangat memuliakan Jennifer. Kan keliatan banget tuh bagaimana ingin selalu dekatnya Nando dengan Jennifer.” Lala berusaha menjelaskan maksudnya.


“Udah udah lebih baik sekarang kita pergi sekarang.” Lerai Jennifer yang di angguki setuju oleh Lala dan Mutia.


Mereka bertiga kemudian melangkah keluar dari kelas untuk mencari tempat yang mereka anggap nyaman untuk bertukar cerita sebelum mereka kembali menghadiri kelas selanjutnya sore nanti.


-------------

__ADS_1


Daniel baru saja hendak menelepon Nando untuk memberitahukan tentang penolakan client agar pertemuan mereka di tunda saat tiba tiba Nando masuk kembali ke dalam ruangannya dengan wajah yang terlihat sangat tidak bersemangat. Daniel sendiri tau penyebab Nando mengundur pertemuan itu. Apa lagi jika bukan karena Nando yang ingin menghabiskan waktunya dengan Jennifer hari ini seperti biasanya.


“Aku baru saja mengambil handphone mau menghubungi kamu.” Ujar Daniel.


Nando melirik malas pada sahabat sekaligus tangan kanannya itu. Mood nya benar benar buruk siang ini.


“Hem.. Client kita menolak untuk pertemuannya di undur besok pagi. Dia tetap ingin sore ini karena besok dia harus terbang ke london katanya.” Daniel memberitahu apa yang sebenarnya pada Nando.


Nando berdecak pelan. Pria itu menyenderkan punggungnya di kursi kebesaran miliknya.


“Bagaimana? Apa kita batalkan saja kerja sama dengan dia?” Tanya Daniel.


“Nanti sore aku bisa kok. Nggak papa, atur saja jamnya.” Jawab Nando dengan nada yang tidak semangat.


“Loh bukannya kamu mau pergi sama Jennifer?”


Nando menatap sebal pada Daniel. Mengingat ketidak jadiannya pergi dengan Jennifer siang ini benar benar membuatnya jengkel.


“Kalau aku jadi pergi sama Jennifer aku nggak mungkin ada disini sekarang.” Ujar Nando dengan nada sedikit ketus.


Mendengar itu Daniel terdiam. Namun setelah mengerti dengan apa yang dimaksud oleh Nando, Daniel pun berusaha menahan tawanya. Sekarang Daniel tau kenapa Nando terlihat tidak semangat. Tentu saja karena Nando yang tidak jadi pergi dengan pujaan hatinya.


“Wow.. Sabar bung. Baiklah, aku mengerti. Aku akan menghubungi client kita lagi setelah ini. Kalau begitu aku keluar dulu. Telepon saja jika perlu pendengar yang baik untuk mencurahkan isi hati.”


Ucapan Daniel membuat Nando meliriknya galak. Namun bukannya takut, Daniel malah tertawa sambil berlalu keluar dari ruangan Nando.

__ADS_1


__ADS_2