Forbidden Love

Forbidden Love
Sekarang dan selamanya


__ADS_3

Dalam perjalanan menuju kampus Jennifer terus saja diam. Gadis itu masih memikirkan apa yang terjadi semalam. Namun bukan memikirkan sikap Leo melainkan memikirkan rasa tidak enak hatinya pada Nando yang mendapat cacian secara tidak langsung dari kakaknya Leo. Nando bahkan juga hampir mendapat bogem mentah dari Leo jika saja Nando tidak bisa menahannya dengan tangkas.


Nando yang merasa aneh dengan kediaman Jennifer melirik diam diam gadis itu. Nando bisa menebak apa yang saat ini sedang Jennifer pikirkan. Apa lagi jika bukan sikap Leo yang tiba tiba sangat overprotektif pada Jennifer.


Nando menghela napas pelan. Sikap Leo benar benar membuat Jennifer ragu. Pria itu secara tidak langsung seperti tidak rela jika Jennifer berhasil melupakannya. Sekarang bahkan Nando berpikir Leo juga mempunyai perasaan yang sama seperti perasaan Jennifer padanya. Suatu pemikiran yang searah dengan apa yang di pikirkan oleh Sinta, istri Leo sendiri.


“Kamu kenapa?” Tanya Leo membuat lamunan Jennifer tentang Leo buyar seketika.


“Masih mikirin tentang semalam yah?” Nando kembali bertanya.


Jennifer menatap Nando yang sedang fokus dengan kemudinya. Gadis itu menghela napas kemudian menganggukkan pelan kepalanya.


“Aku nggak tau kenapa tiba tiba kak Leo bersikap seperti itu. Padahal dulu saat tau aku punya hubungan sama kamu saja dia begitu bersemangat dan terus menggodaku. Tapi sekarang, aku bahkan berpikir kak Leo cemburu dengan kedekatan kita. Suatu pemikiran yang sangat konyol bukan?” Ujar Jennifer dengan ekspresi sendunya.


Nando tertawa geli mendengarnya. Jennifer begitu sangat gampang terbuka padanya sekarang.


“Kok ketawa sih?” Tanya Jennifer mengeryit bingung.


“Maaf maaf.. Aku tidak bermaksud menertawakan kamu. Tapi aku harus jujur. Kalian itu benar benar konyol.” Jawab Nando masih dengan tawanya.


Jennifer menyipitkan kedua matanya tidak terima dengan apa yang Nando katakan dengan mengatakan bahwa dirinya konyol.


“Apa maksud kamu?”


“Wow tenang tenang.. Jangan salah paham dulu oke? Biarkan aku menjelaskan.”


Jennifer menghela napas kasar. Gadis itu melipat kedua tangannya di bawah dada merasa kesal karena di tertawakan.


“Kalian itu adalah saudara kandung bukan? Kamu mencintai kakak kamu sendiri. Dan di saat kamu berusaha melupakan perasaan itu, kakak kamu justru seolah sedang berusaha menarik kembali ke dalam perasaan salah itu. Aku berpikir bahkan kakak kamu juga punya perasaan yang sama seperti perasaan kamu sama dia. Lucu bukan?”

__ADS_1


Jennifer hanya diam saja. Gadis itu tidak berharap kakaknya juga memiliki rasa itu. Karena Jennifer tau perasaan itu salah dan tidak seharusnya tetap di teruskan.


“Aku berharap itu hanya pemikiran kita saja. Kak Leo sangat mencintai kak Sinta. Aku tau itu.” Lirih Jennifer.


Nando yang merasa iba dengan apa yang sedang di rasakan oleh tunangannya pun menghentikan mobilnya. Pria itu kemudian meraih pundak Jennifer dan mengusapnya lembut.


“Tidak perlu di pikirkan sayang. Ingat, kamu tunanganku. Yang harusnya kamu cintai itu adalah aku, bukan orang lain apa lagi sampai kakak kamu.”


Jennifer berdecak mendengar apa yang Nando katakan.


“Aku rasa kamu harus sedikit mengurangi sikap sombong kamu itu Nando.” Cibirnya.


Namun Nando malah semakin tertawa mendengar cibiran tersebut. Nando memang tidak terlalu suka merendah. Pria itu selalu berbicara menurut kenyataan.


“Ayolah sayang.. Harusnya kamu merasa beruntung menjadi tunanganku. Kamu tau, diluar sana banyak yang mengantri ingin dekat denganku. Aku yakin kamu juga tau itu.”


“Terserah kamu sajalah.” Balas Jennifer yang enggan terlalu panjang menyauti ucapan penuh kebanggaan Nando.


Nando tersenyum kemudian meraih tangan Jennifer membuat lipatan tangan di bawah dada Jennifer seketika memudar. Tatapan Jennifer juga langsung terarah pada Nando yang mulai menatapnya dengan serius dan teduh.


“Lihat aku Jennifer..” Ujar Nando pelan.


Jennifer menurut dengan menatap tepat pada kedua mata Nando. Gadis itu menelan ludah. Harus Jennifer akui Nando memang tampan dan berkarisma.


“Aku akan melakukan segalanya untuk kamu. Karena aku juga merasa aku mulai mencintai kamu. Aku harap kedekatan kita ini bisa membuat hati kamu benar benar terbuka buat aku.”


Jennifer diam. Gadis itu tidak tau harus berkata apa sekarang. Tatapan Nando membuat tubuhnya terpaku sehingga terasa sulit untuk di gerakkan.


“Sekarang aku mau kamu cium aku..”

__ADS_1


Kedua mata Jennifer melebar mendengarnya. Gadis itu tidak menyangka Nando akan menyuruhnya untuk melakukan hal yang tidak akan mungkin bisa Jennifer lakukan secara sadar.


“Apa? Mencium kamu?” Tanya Jennifer lirih.


Nando mendekatkan wajahnya pada wajah Jennifer dengan senyuman yang masih menghiasi bibir tipisnya.


“Yang harus kamu lakukan hanya tutup mata kamu lalu sedikit memajukan wajah kamu. Cium aku Jennifer.” Bisik Nando tepat di depan wajah Jennifer.


“Kamu tidak akan tau hasilnya jika tidak mencoba. Tidak apa.. Tidak akan ada yang keberatan. Aku adalah tunangan kamu. Aku calon suami kamu.” Nando berusaha meyakinkan Jennifer.


Jennifer menghela napas. Kemudian memejamkan kedua matanya.


“Tidak papa Jennifer. Hanya ciuman saja. Lakukan dengan cepat.” Batin Jennifer meyakinkan dirinya. Gadis itu membenarkan apa kata Nando bahwa dirinya tidak akan pernah tau hasilnya jika tidak mencoba.


Pelan pelan Jennifer mendekatkan wajahnya pada wajah Nando. Begitu bibir mereka sudah saling bersentuhan, Nando memulai ciuman lembut cinta itu mengajari Jennifer. Awalnya Jennifer hanya diam saja namun lambat laun Jennifer mulai bisa mengimbangi ciuman lembut Nando.


Mereka berciuman cukup lama di dalam mobil di tepi jalan yang memang sedang padat kendaraan berlalu lalang pagi itu. Beruntung kaca mobil Nando menggunakan kaca gelap sehingga siapapun yang melintas di depan atau disamping mobil mewah Nando tidak akan melihat aktivitas yang sedang Nando dan Jennifer lakukan.


Jennifer melepaskan ciumannya saat merasa hampir kehabisan napas. Dengan napas tersengal gadis itu membuka kedua matanya yang langsung di sambut dengan senyuman manis oleh Nando.


Nando kemudian menangkup kedua pipi Jennifer lembut. Pria itu mendaratkan ciuman di kening Jennifer dengan lembut membuat Jennifer memejamkan kedua matanya.


Jennifer tidak bisa membohongi dirinya sendiri. Bersama Nando dirinya merasa menemukan tempat kedua. Tempat yang membuatnya merasa nyaman dan terlindungi.


“Dengar baik baik Jennifer. Sekarang aku berubah pikiran. Kamu tidak memerlukan waktu dua bulan itu untuk mencintaiku. Kamu bisa mencobanya sampai kapanpun karena aku tidak akan melepaskan kamu apapun alasannya. Kamu milikku sekarang dan selamanya. Mengerti?” Bisik Nando menempelkan kening dan ujung hidung mancungnya pada Jennifer.


Jennifer hanya bisa menganggukkan kepalanya. Jennifer yakin dirinya tidak salah memilih Nando.


Nando tersenyum lagi kemudian kembali meraih bibir Jennifer dan mereka berdua kembali berciuman dengan mesra.

__ADS_1


__ADS_2