Forbidden Love

Forbidden Love
Sisi lain Leo part 2


__ADS_3

Leo melangkahkan kakinya di lorong apartemen yang masih dia yakini sebagai tempat tinggal wanita bernama Ellen. Wanita yang Leo yakini akan bisa membantunya.


Begitu sampai didepan pintu utama apartemen tersebut, Leo pun berhenti melangkah. Pria itu tidak langsung memencet tombol bel di samping pintu apartemen tersebut. Leo lebih dulu diam sampai akhirnya menghela napas seperti sedang meyakinkan dirinya sendiri bahwa dirinya tidak datang ke tempat yang salah. Leo sangat yakin Ellen pasti masih seperti dulu. Ellen masih mau membantunya dan melakukan apa saja untuknya.


Dengan keyakinan yang begitu kuat, Leo memencet tombol disamping pintu apartemen tersebut hingga tidak lama kemudian pintu tersebut terbuka.


Leo tersenyum saat Ellen sendiri yang membukakan pintu untuknya. Leo juga bisa melihat ada keterkejutan dibalik tatapan Ellen saat pertama kali mendapati dirinya.


“Hay Ellen..” Sapa Leo dengan senyuman manis yang menghiasi bibirnya.


Ellen menelan ludah. Leo adalah pria yang pernah sangat dia cintai. Pria yang hampir saja membuatnya gila. Pria yang juga membuat Ellen melakukan suatu dosa yang tidak sekalipun Ellen sesali sampai detik ini.


“Ya.. Hay juga Leo.” Balas Ellen berusaha sesantai mungkin. Ellen tidak ingin lagi bodoh dengan mengejar Leo, karena toh dirinya juga sudah punya bagian dari seorang Leo dalam hidupnya.


Leo diam. Masih dengan senyuman yang menghiasi bibirnya, Leo menatap penampilan Ellen dari atas sampai bawah.


“Lama tidak bertemu Ellen. Bagaimana kabar kamu sekarang?”


Pertanyaan Leo membuat Ellen terdiam sesaat. Dalam benaknya wanita itu bertanya tanya kenapa tiba tiba Leo datang ke apartemennya.


“Seperti yang kamu lihat Leo, aku baik. Bahkan sangat baik.” Jawab Ellen pelan.


Leo menganggukkan kepalanya. Pria itu terus memperlihatkan senyuman di bibirnya pada Ellen.


“Kudengar kamu sudah menikah dengan salah satu teman SMA kita dulu.” Leo mulai membuka obrolan.


Ellen menghela napas. Dirinya memang sudah menikah. Tapi itu dulu dan tidak lagi sekarang. Karena sekarang Ellen sedang menikmati hidupnya dengan putra tercintanya yang setiap hari semakin bertambah pintar.

__ADS_1


“Hem.. Dengan Alan wijaya bukan?” Tanya Leo kemudian.


Ellen memalingkan wajahnya. Sampai sekarang bahkan perasaan itu masih sama. Masih begitu kuat untuk Leo. Padahal Ellen sendiri sudah tau Leo sudah menikah.


“Aku sudah bercerai dengan Alan. Jadi aku rasa tidak perlu ada pembahasan tentang itu Leo.”


Leo mengangkat kedua alisnya. Pria itu mengerti dengan apa yang Ellen katakan. Siapapun pasti tidak ingin masa lalunya di ungkit kembali.


“Baiklah. Tapi Ellen, kamu tidak menyuruhku untuk masuk ke dalam?”


Ellen menatap Leo yang tetap begitu gagah dan tampan di matanya. Wanita itu kemudian menghela napas.


“Silahkan masuk.” Ellen masuk lebih dulu ke dalam apartemennya mempersilahkan untuk Leo masuk.


Leo yang memang punya tujuan datang ke apartemen Ellen pun mengikuti Ellen dan masuk ke dalam apartemen wanita itu yang kemudian pintunya kembali di tutup.


“Terimakasih Ellen..” Senyum Leo membalas. Pria itu mendudukkan dirinya di sofa ruang tamu tepat di seberang sofa yang menjadi tempat duduk Ellen sekarang.


“Mommy...”


Suara seorang anak laki laki tampan berusia 8 tahun membuat Ellen juga Leo menoleh secara bersamaan. Ellen yang melihat sosok tampan putranya yang berdiri tidak jauh dari sofa yang di dudukinya menelan ludah dan mendadak merasa khawatir.


Sementara Leo, pria itu mengeryit menatap bocah tampan yang menurutnya sosoknya sangat tidak asing.


“Dia siapa?” Tanya Leo menatap Ellen dengan penuh tanda tanya.


Ellen langsung gugup. Wanita itu bahkan sampai mengepalkan kedua tangan yang berada di masing masing sisi tubuhnya.

__ADS_1


“Eum.. Itu.. Dia anakku dengan Alan. Sebentar, mungkin dia mau tidur lagi.” Jawab Ellen yang bergegas bangkit dari duduknya kemudian menghampiri putranya dan menyuruhnya untuk kembali masuk ke dalam kamarnya.


Sedangkan Leo, pria itu benar benar merasa sangat penasaran dengan sosok tampan bocah tersebut. Leo merasa bocah tampan tersebut sangat tidak asing menurutnya. Namun Leo kemudian mengedikkan kedua bahunya. Pria itu tidak ingin ambil pusing dan berusaha mengabaikannya. Tujuannya datang ke tempat Ellen bukan untuk tau tentang putra Ellen, melainkan untuk meminta bantuan Ellen agar bisa membuat Jennifer dan Nando berpisah.


Sekitar setengah jam menunggu, Ellen kembali menghampiri Leo. Wanita itu melangkah dengan ragu karena kini dirinya harus kembali berhadapan dengan sosok yang pernah hadir dalam masa lalunya. Sosok yang tidak lain adalah ayah kandung dari putra kesayangannya.


“Aku yakin kamu datang bukan tanpa alasan kan Leo? Ada apa?” Tanya Ellen yang tidak ingin lagi mengulur waktu.


Leo tersenyum mendengarnya. Pria itu kemudian menghela napas. Ellen selalu tau apa yang Leo mau.


“Sepertinya aku memang datang pada tempat yang tepat. Aku memang sedang sangat membutuhkan bantuan kamu Ellen. Tapi tenang saja, kali ini tidak gratis. Aku akan memberikan berapapun yang kamu mau asal kamu mau membantuku.”


Ellen mengeryit. Dulu mungkin dirinya sangat bodoh karena mau saya menuruti semua kemauan Leo hanya karena cintanya yang tidak pernah terbalaskan oleh Leo. Bahkan saat Leo patah hati karena gadis yang di cintainya ternyata sudah bersama pria lain dulu, Ellen selalu berusaha ada di samping Leo hingga akhirnya hal itu terjadi. Hal yang mungkin tidak pernah di sadari oleh Leo.


“Kamu adalah teman yang baik. Aku yakin kamu tidak akan tega melihat teman kamu kesusahan bukan? Dan aku akui aku sedang berada di masa sulit sekarang Ellen. Aku butuh bantuan dari kamu.” Lanjut Leo.


Ellen menghela napas. Dulu melihat Leo bahagia dirinya juga ikut bahagia. Tidak perduli meski Ellen sendiri merasakan sakit di hatinya.


“Bantuan apa?”


Leo pun mulai menceritakan tentang hubungan Jennifer dengan Nando. Yang tentu saja Ellen juga tau siapa sosok Jennifer. Pria itu juga langsung mengutarakan niatnya meminta agar Ellen membantunya memisahkan Jennifer dan Nando.


Ellen terkejut mendengar apa yang di inginkan Leo. Wanita itu tidak menyangka jika Leo menyuruhnya untuk menghancurkan hubungan Jennifer dan kekasihnya. Padahal yang Ellen tau sejak dulu Leo sangat menyayangi Jennifer yang adalah adik satu satunya.


Setelah mendapat persetujuan dari Ellen yang bersedia membantunya, Leo pun bergegas untuk pulang. Pria itu tidak ingin membuat istrinya curiga karena pulang terlalu larut.


Leo tidak bisa menyembunyikan rasa leganya karena akhirnya Ellen mau membantunya. Leo berharap rencananya dengan Ellen berhasil. Karena Leo merasa sangat keberatan dengan hubungan Jennifer dan Nando. Leo ingin hubungan keduanya kandas sehingga mereka tidak jadi menikah seperti apa yang sudah keduanya rencanakan.

__ADS_1


__ADS_2