
Nando menghentikan mobilnya ketika sampai di jalanan yang cukup sepi. Ya, sekarang Jennifer dan Nando memang sedang berada di jalan karena Jennifer yang sudah akan pulang.
“Kok berhenti?” Tanya Jennifer menatap bingung pada Nando yang tiba tiba menepikan dan menghentikan mobil Jennifer.
Nando menghela napas kemudian menoleh menatap pada Jennifer yang menatapnya penuh tanda tanya.
“Jennifer.. Sekarang aku menyadari sesuatu. Dan itu karena apa yang aku rasakan sepanjang hari ini tanpa kamu disamping aku.”
Jennifer semakin tidak mengerti dengan apa yang Nando katakan.
“Maksud kamu apa? Dan memangnya apa yang kamu sadari?” Jennifer tidak bisa menyangkal. Jennifer merasa deg degan takut jika Nando merasa kecewa padanya yang jauh lebih memilih bersama Mutia dan Lala dari pada pergi bersamanya seperti hari hari biasanya.
Sekali lagi Nando menghela napas. Pria itu kemudian mendekatkan dirinya pada Jennifer dan menatapnya dengan sangat serius.
“Jennifer, aku terpikirkan dengan hubungan kita.” Ujar Nando.
Kedua mata Jennifer sedikit melebar mendengarnya. Gadis itu merasa jantungnya semakin cepat detaknya karena apa yang Nando katakan. Apa lagi Nando juga menatapnya dengan sangat serius.
“Hari ini aku benar benar tidak bisa fokus dengan pekerjaan aku. Bahkan saat membahas rencana kerja sama dengan client aku sampai mendapat teguran.”
Napas Jennifer mulai tidak beraturan. Rasa takut juga mulai merayapi hatinya.
“Mungkin karena kita tidak bersama hari ini jadi aku terus memikirkan kamu. Sungguh Jennifer, demi Tuhan. Aku tidak bisa menyingkirkan bayangan kamu. Aku terus memikirkan kamu.”
Jennifer menelan ludah. Ada perasaan aneh yang mulai menguasai hati Jennifer mendengar apa yang Nando katakan. Perasaan yang Jennifer sendiri tidak bisa mendeskripsikannya.
“Kali ini aku serius Jennifer. Tolong jawab dengan jujur. Bagaimana perasaan kamu sama aku sekarang? Apa kamu sudah mencintaiku sekarang?”
__ADS_1
Jennifer mengerjapkan beberapa kali kedua matanya dengan sangat pelan. Jennifer pikir Nando tidak akan lagi melontarkan pertanyaan seperti itu padanya.
Dengan perasaan aneh yang menguasai hatinya Jennifer mencoba untuk tenang. Gadis itu menarik napas dalam dalam kemudian menghembuskannya dengan perlahan. Jennifer tidak ingin sampai salah berbicara pada Nando. Karena ini juga menyangkut perasaan dan hatinya.
“Jujur Nando aku juga merasa ada yang kurang setiap tidak sama kamu. Cuma mungkin karena tadi siang aku terlalu asyik dengan Mutia dan Lala sehingga aku sampai lupa waktu. Dan aku merasa aku mulai tergantung sama kamu. Aku juga sudah berhasil melupakan kakak aku. Aku sudah tidak merasakan rasa sakit atau cemburu lagi setiap melihat kak Leo dengan kak Sinta. Mungkin aku mencintai kamu tapi aku tidak menyadarinya selama kita dekat. Aku juga ingin serius kok dengan hubungan kita.”
Perlahan senyuman Nando mengembang menghiasi bibirnya mendengar apa yang Jennifer katakan. Pria itu merasa sangat senang dan bahagia karena ternyata perasaannya pada Jennifer tidak bertepuk sebelah tangan. Jennifer juga mencintainya.
“Jadi apa kamu mau menikah sama aku?” Tanya Nando yang tidak ingin lagi menunda nunda waktu.
Jennifer tertawa. Entah kenapa gadis itu merasa malu sendiri mendengar pertanyaan Nando. Jennifer tau jika pasangan sudah menikah itu artinya pasangan tersebut bebas melakukan apa saja berdua. Mulai dari tinggal berdua, tidur berdua bahkan semuanya bisa di lakukan berdua.
“Aku mau. Tapi tolong bersabar sebentar. Setidaknya sampai aku selesai kuliah. Bagaimana?”
Nando menyipitkan kedua matanya. Menunggu sampai Jennifer selesai kuliah rasanya akan sangat lama. Tapi jika Nando memaksa juga pasti tidak akan baik pada akhirnya. Karena menikah adalah proses yang harus di jalani berdua dan dengan persetujuan berdua tanpa mengandung sedikitpun unsur paksaan.
Nando tersenyum geli mendengarnya. Pria itu meraih kedua pipi Jennifer dan membelainya dengan penuh kasih sayang.
“Itu bukan masalah besar. Asal kamu tetap bisa jaga hati kamu buat aku sampai hari itu tiba aku pasti akan dengan sangat sabar menunggu sayang.” Katanya menatap Jennifer lembut dan penuh perhatian.
Jennifer tersenyum mendengarnya. Kali ini Jennifer yakin dengan pilihan hatinya. Nando adalah pria yang tepat untuknya. Jennifer yakin Nando bisa menjadi suami yang baik untuknya.
Perlahan Nando mulai mendekatkan wajahnya pada wajah Jennifer. Jennifer yang tau apa yang akan Nando lakukan pun berinisiatif memejamkan kedua matanya. Namun sampai hampir satu menit menunggu Nando belum kunjung menciumnya. Karena penasaran, Jennifer pun akhirnya membuka kembali kedua matanya dan menemukan Nando yang sedang tersenyum geli menatapnya.
“Ngarep banget emang aku cium?” Tanya Nando membuat wajah cantik Jennifer langsung memerah.
Jennifer berdecak merasa kesal karena Nando meledeknya. Gadis itu kemudian mendorong bahu Nando agar menjauh darinya. Namun saat kedua tangannya menyentuh bahu Nando, Nando langsung menyentuhnya dan menggenggamnya.
__ADS_1
“Iihh.. Lepas.” Ketus Jennifer menatap Nando sebal. Gadis itu merasa sangat tersinggung dengan apa yang Nando lakukan. Jennifer merasa malu apa lagi Nando berkata seolah Jennifer adalah gadis gampangan.
“Sshhtt... Jangan marah sayang. Aku hanya bercanda. Oke?”
Jennifer melengos. Apa yang Nando lakukan kali ini cukup keterlaluan.
“Aku mau pulang sekarang.” Ujar Jennifer masih dengan nada ketusnya.
“Hey..” Nando meraih dagu Jennifer dan mengarahkan wajah cantik gadis itu agar kembali menatapnya. Nando benar benar tidak bermaksud membuat Jennifer marah padanya.
“Jangan membuang muka seperti itu. Baik lah, aku minta maaf. Aku janji tidak akan mengulangi lagi meledek kamu seperti tadi. Oke?”
Jennifer menghela napas kasar dengan tatapan yang mengarah tidak pada Nando. Gadis itu masih enggan menatap Nando.
Nando yang merasa bersalah pun langsung mencium sekilas bibir Jennifer. Dan berhasil, ciuman sekilasnya membuat Jennifer kembali menatapnya.
“Kamu...”
“Jangan marah yah.. Aku minta maaf sayang..” Sela Nando yang kemudian kembali meraih bibir Jennifer dan menciumnya dengan sangat dalam dan mesra.
Jennifer yang awalnya hanya diam dan pasrah saja dengan ciuman Nando, perlahan mulai aktif membalas ciuman itu. Gadis itu langsung melupakan rasa kesalnya pada Nando karena Jennifer percaya bahwa Nando memang tidak bermaksud menciumnya.
Cukup lama mereka berciuman hingga akhirnya Nando menyudahi ciuman penuh cinta tersebut karena Jennifer yang mulai kehabisan napas. Pria itu tersenyum sambil mengusap bibir bawah Jennifer yang basah karena ciumannya.
“Aku antar kamu pulang sekarang..” Bisik Nando.
Jennifer hanya menganggukkan saja kepalanya sebagai jawaban. Mereka berdua kemudian kembali membenarkan posisinya masing masing dengan Nando yang mulai kembali melajukan mobilnya untuk mengantar Jennifer pulang.
__ADS_1