Forbidden Love

Forbidden Love
Ada aku


__ADS_3

Dalam perjalan menuju bandara, Jennifer terus saja diam. Gadis itu begitu fokus memikirkan kemungkinan apa yang akan terjadi jika dirinya bertemu dengan Sinta yang sekarang sudah menjadi istri Leo. Sinta sekarang adalah kakak iparnya.


Nando yang menyadari kediaman Jennifer hanya diam saja. Nando tau apa yang berada di pikiran Jennifer sekarang. Apa lagi kalau bukan tentang Leo dan Sinta.


Sekitar setengah jam perjalanan, mereka sampai tepat di depan bandara. Karena memang jarak bandara dari kampus lumayan jauh.


Kebetulan begitu Nando dan Jennifer keluar dari mobil mewah Nando, Leo dan Sinta juga baru keluar dari bandara. Keduanya begitu kompak mengenakan baju serba hitam. Leo juga terus memeluk mesra pinggang Sinta saat berjalan.


Jennifer yang melihat itu menelan ludah. Kemesraan keduanya selalu berhasil membuatnya cemburu.


Nando yang memang selalu berhasil menebak apa yang ada di pikiran Jennifer menghela napas melihat kediaman Jennifer yang terus menatap pada Sinta dan Leo. Sepertinya mereka berdua belum menyadari kehadiran Jennifer juga Nando.


Nando mendekat pada Jennifer yang masih berdiri dengan pintu mobil yang masih menghalangi tubuh rampingnya. Pria itu meraih tangan Jennifer lembut membuat Jennifer langsung beralih menatapnya.


Genggaman tangan besar Nando membuat Jennifer tiba tiba merasa sangat lemah.


“Jangan khawatir. Ada aku disini. Aku selalu di samping kamu sebagai tunangan kamu Jennifer.”


Air mata Jennifer menetes mendengarnya. Namun dengan cepat Jennifer langsung mengusapnya.


“Aku yakin kok kamu pasti bisa melupakan perasaan kamu pada Leo. Kamu tau kan itu akan menjadi dosa yang tidak akan di ampuni Tuhan kalau sampai kamu teruskan.” Lanjut Nando lagi.


Jennifer tidak bisa berkata apa apa karena apa yang Nando katakan memang benar. Mencintai Leo adalah dosa besar yang pernah dia lakukan.


“Sudah jangan sedih. Kamu harus selalu baik baik saja apapun alasannya Jennifer. Jangan menuruti hawa nafsu kamu yang tidak seharusnya itu.” Senyum Nando.


“Itu Leo dan Sinta sudah keluar dari bandara. Ayo kita ke mereka.” Ajak Nando yang kemudian menarik lembut tangan Jennifer.

__ADS_1


Sebelum mengikuti Nando mendekat pada Leo dan Sinta, Jennifer lebih dulu menutup pintu mobil Nando. Setelah itu keduanya melangkah beriringan dengan tangan saling bertautan mendekat pada Leo dan Sinta yang langsung sadar dengan kehadiran Nando dan Jennifer.


Leo tersenyum menatap adiknya yang mendekat ke arahnya dan Sinta. Pria itu merasa Jennifer terlihat sangat serasi dengan Nando, tunangannya.


“Jennifer..” Gumam Leo yang membuat Sinta yang berdiri di sampingnya tersenyum. Dalam hati Sinta sangat berharap Jennifer tidak akan bertingkah konyol lagi seperti pada awal mereka berdua di kenalkan oleh Leo.


Begitu Jennifer dan Nando sampai di dekatnya, Leo langsung melepaskan rangkulannya pada pinggang Sinta kemudian refleks memeluk Jennifer yang memang dari dulu sangat dia jaga dan dia sayangi.


Jennifer yang mendapat pelukan tiba tiba itu terkejut. Tangannya yang di genggam oleh Nando langsung balas menggenggam tangan Nando dengan sangat erat sebagai isyarat dirinya sedang meminta bantuan pada Nando secara tidak langsung.


Nando yang mengerti dengan maksud Jennifer berusaha memutar otaknya untuk berpikir. Nando tidak mungkin melarang secara langsung saat Leo memeluk Jennifer. Sedang Nando sendiri tau Leo memang sangat menyayangi Jennifer yang adalah adik satu satunya.


“Kakak kangen banget sama kamu dek.. Maaf kakak nggak bisa hadir dalam acara pertunangan kamu dan Nando saat itu. Kamu tau sendiri kan kakak nggak bisa pulang tiba tiba.” Ujar Nando di balik punggung Jennifer.


Jennifer semakin mengeratkan genggaman tangannya pada tangan besar Nando meminta agar Nando mencari alasan supaya Leo segera melepaskan pelukannya. Pelukan yang membuat Jennifer takut akan semakin terperosok ke dalam dosa besar itu.


“Eemm.. Sayang udah dong peluknya. Aku juga pengin peluk Jennifer.” Ujar Sinta.


Ucapan Sinta membuat Leo tertawa. Pria itu kemudian segera melepaskan pelukannya pada Jennifer karena Sinta yang mengatakan ingin memeluk Jennifer juga.


Karena hal itu Jennifer pun merasa lega begitu juga dengan Nando.


Sinta mendekat pada Jennifer dengan senyuman yang menghiasi bibirnya. Wanita itu juga tidak ingin kalau sampai Jennifer salah melangkah dengan terus memendam perasaan terlarang pada kakaknya sendiri.


“Hay dek.. Kamu apa kabar?” Tanya Sinta kemudian memeluk Jennifer sekilas.


Jennifer berusaha untuk tenang dengan mengembangkan senyuman di bibirnya. Gadis itu tidak ingin terlihat lemah di depan Leo juga Sinta, kakak ipar barunya.

__ADS_1


“Aku baik kak. Kalian sendiri bagaimana kabarnya?”


“Tentu saja kami baik baik saja dek. Kami bahkan lebih dari baik baik saja.” Senyum lebar Leo menjawab.


Jennifer mengangguk mengerti. Siapapun pasti akan merasa sangat bahagia dan baik baik saja setelah pulang dari berbulan madu.


“Syukurlah kalau begitu kak.”


Leo kemudian beralih menatap pada Nando yang sejak tadi terus menggandeng tangan Jennifer. Bahkan dirinya memeluk adiknya itu tangan Nando terus saja bertaut dengan tangan Jennifer. Leo menyadari itu.


“Hay tuan muda..” Sapa Leo yang membuat Nando tertawa geli.


“Jangan bercanda. Aku adalah calon adik iparmu kak Leo.” Ujar Nando yang membuat Leo tertawa kemudian menganggukkan kepalanya mengerti. Melihat bagaimana Nando yang terus menggandeng tangan Jennifer membuat Leo merasa yakin bahwa Nando memang pria yang tepat untuk adiknya. Leo percaya Nando bisa menjaga Jennifer dengan baik.


“Oke oke.. Aku tunggu secepatnya kalian sah menjadi pasangan suami istri.”


Nando tertawa renyah begitu mendengar apa yang Leo katakan. Nando tidak sedikitpun membayangkan dirinya akan menikah dengan Jennifer. Namun karena sandiwara yang sudah terlanjur dia lakukan dengan Jennifer, Nando hanya bisa tertawa saja saat Leo menyinggung soal pernikahan.


“Ya sudah lebih baik sekarang kita pulang sekarang. Kalian berdua pasti lelah setelah lama dalam perjalanan udara.” Kata Nando kemudian.


“Oke, ayo sayang.” Angguk Leo yang kemudian kembali merangkul pinggang Sinta dan melangkah lebih dulu dari Nando dan Jennifer. Leo seolah sengaja memperlihatkan kemesraannya di depan Nando dan Jennifer.


Jennifer yang melihat itu hanya bisa menghela napas. Jennifer sesaat menundukan kepalanya berusaha agar tidak menangis melihat kemesraan kakaknya dengan istrinya.


“Lihat kan? Mereka sangat romantis dan serasi. Kamu jangan bodoh dengan terus memupuk perasaan terlarang kamu itu pada Leo. Kamu tau kan apa yang akan terjadi kalau sama om dan tante tau tentang perasaan kamu pada Leo?” Tanya Nando menatap Jennifer serius.


Jennifer hanya diam saja. Jennifer sudah bahkan selalu berusaha mengikis perasaannya pada Leo. Tapi itu semua benar benar tidak mudah baginya.

__ADS_1


__ADS_2