Forbidden Love

Forbidden Love
Kencan pertama dengan Nando


__ADS_3

Seperti apa yang di katakan nya sebelum Jennifer turun dari mobilnya, Nando benar benar menjemput Jennifer siang ini. Pria yang mengenakan kaos warna biru tua dengan jaket hitam juga celana jins panjang warna senada itu melangkah dengan gaya coolnya melewati beberapa gadis yang selalu terpesona setiap melihatnya. Namun Nando bersikap cuek saja dan tidak mau balas menatap mereka satupun.


Nando mempercepat langkahnya begitu sudah dekat dari kelas Jennifer dan Mutia. Pria itu tersenyum membayangkan hubungannya dan Jennifer yang akan membaik mulai hari ini. Nando juga sudah berjanji pada dirinya sendiri akan menjadikan Jennifer satu satunya gadis yang ada di dalam hatinya. Meski sebenarnya sampai sekarang Nando sendiri tidak tau kenapa dirinya mau membantu Jennifer untuk melupakan Leo. Tapi yang jelas Nando akan berusaha sebisanya untuk membuat Jennifer nyaman berada disampingnya.


----------


Di kelas


Jennifer baru saja memasukkan buku buku tebalnya saat ponselnya berdering. Gadis itu berhenti dengan aktivitasnya kemudian meraih ponselnya yang ada diatas mejanya.


Jennifer mengeryit, Nando meneleponnya.


Sedangkan Mutia, gadis itu merasa aneh pada Jennifer yang tampak sangat ceria hari ini. Padahal biasanya Jennifer selalu saja murung karena perasaannya pada Leo.


“Halo..” Sapa Jennifer begitu mengangkat telepon tersebut.


“Ah ya ya.. Oke, aku sebentar lagi keluar. Kamu tunggu saja di depan kelas.”


Mutia semakin bingung sekaligus penasaran dengan siapa Jennifer berbicara.


“Siapa Jen?” Tanya Mutia pada Jennifer.


“Oh ini Nando yang telepon. Hari ini aku sama Nando mau makan siang bersama. Kamu mau ikut sekalian?”


Sesaat Mutia terdiam. Aneh sekali rasanya karena Jennifer tampak sumringah meski menyebut nama Nando. Padahal biasanya Jennifer akan langsung marah jika ada pembahasan tentang Nando.


“Mutia.” Panggil Jennifer setelah selesai memasukan buku bukunya ke dalam tas.


“Ah iya.. Emm.. Enggak deh Jen. Aku kebetulan harus pulang setelah ini. Kamu berdua aja sama Nando. Have fun yah..” Senyum Mutia yang langsung tersadar dari lamunannya tentang Jennifer dan Nando.

__ADS_1


“Ya sudah, aku duluan yah..”


“Hati hati...”


“Yaa..”


Mutia menghela napas pelan kemudian tersenyum menatap punggung Jennifer yang melangkah menjauh keluar dari kelas. Mutia ikut bahagia jika memang hubungan Jennifer dan Nando sudah membaik. Mutia juga berharap Nando bisa membuat Jennifer sepenuhnya melupakan perasaannya pada Leo.


Jennifer tersenyum ketika mendapati Nando yang berdiri dengan punggung yang di sandarkan di samping pintu masuk kelas. Hari ini adalah awal dari segalanya baginya untuk membuka lembaran baru dan mencoba cara baru untuk melupakan kakaknya. Yaitu dengan bantuan tunangannya sendiri, Nando.


“Udah?” Tanya Nando dengan senyuman yang menghiasi bibir tipisnya.


Jennifer menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Saat Nando mengulurkan tangannya Jennifer terdiam dan menatap tangan besar Nando yang menunggu sambutan darinya. Tetapi detik berikutnya Jennifer tersenyum kembali dan menyambut dengan senang hati uluran tangan Nando.


“Kita pergi sekarang yah..” Ujar Nando yang kembali mendapat anggukan kepala dari Jennifer.


Keduanya kemudian melangkah beriringan di koridor kampus. Jika biasanya Nando menggunakan paksaan dan gandengan erat yang membuat Jennifer merasakan nyeri di tangannya, tapi tidak untuk kali ini. Tentu saja karena Jennifer juga begitu santai melangkah disampingnya dan dengan pasrah menerima genggaman lembut namun erat tangan besar Nando.


“Kamu tidak marah mendengar apa yang teman teman kampus katakan tentang kamu tadi?” Tanya Nando begitu mereka sampai di parkiran dan tepat berada di samping mobil mewah milik Nando.


Jennifer mengedikkan kedua bahunya tidak perduli. Mereka tidak tau siapa dan bagaimana dirinya. Dan Jennifer berpikir untuk tidak terlalu memusingkan apa yang mereka katakan.


“Bukankah kita harus fokus dengan hubungan kita? Emm.. Maksud aku dengan kita yang mencoba untuk bersama.” Ujar Jennifer yang kemudian sedikit meralat ucapannya sendiri.


Nando terkekeh geli. Jennifer benar benar tidak sama seperti gadis gadis lain yang memujanya. Karena itulah Nando merasa sangat penasaran dan ingin lebih dalam lagi mengetahui tentang Jennifer.


“Itu pemikiran yang cukup bagus.” Katanya sambil membukakan pintu mobil untuk Jennifer.


Jennifer tersenyum lalu masuk ke dalam mobil Nando. Setelah itu Nando menutup kembali pintu mobilnya dan menyusul Jennifer masuk.

__ADS_1


Dengan kecepatan sedang Nando mengendarai mobilnya. Dan untuk yang kedua kalinya hari ini mereka berdua mengobrol di selingi candaan di dalam mobil hingga akhirnya mereka berdua sampai di depan restoran yang memang di pilih sendiri oleh Jennifer.


Saat memasuki restoran tersebut, Nando kembali menggandeng tangan Jennifer. Mereka berdua memilih meja yang ada di pojok ruangan yang menurut mereka berdua akan nyaman untuk mereka kembali mengobrol saat makan nanti.


“Kamu mau pesan apa?” Tanya Jennifer setelah mereka berdua duduk di meja yang mereka pilih.


Nando terdiam sesaat. Bukan memikirkan tentang menu makanan yang akan di pesannya, melainkan karena sikap Jennifer yang tiba tiba perhatian padanya.


“Hem.. Aku samain aja sama kamu deh.” Jawab Nando dengan senyuman yang menghiasi bibirnya.


“Oke..” Angguk Jennifer.


Jennifer kemudian memanggil pelayan dan memesan makanan yang di inginkannya.


Selama menunggu pesanan datang, mereka kembali mengobrol. Kali ini keduanya benar benar serius ingin mengenal lebih dalam satu sama lain.


“Ternyata kamu nggak semanja dan sejutek yang aku pikirin yah..” Ujar Nando dengan senyuman tipisnya.


Jennifer berdecak.


“Aku bersikap pada seseorang ya tergantung aku nyaman atau enggak nya lah. Masa nggak kenal tiba tiba bermanja. Aneh banget.”


Nando terkekeh geli.


“Kalau kamu mau manja manja sama aku, aku nggak keberatan kok sayang. Kan aku tunangan kamu.”


Jennifer mendelik. Dia masih merasa tidak nyaman dengan panggilan sayang yang Nando lontarkan. Tapi Jennifer tidak bisa protes karena dirinya juga harus bisa membiasakan diri dengan sikap Nando yang suka berlebihan itu.


“Aku cuma bercanda kok.” Kata Nando lagi.

__ADS_1


Setelah menunggu akhirnya pesanan mereka datang. Jennifer tidak lupa mengucapkan terimakasih dengan senyuman yang menghiasi bibirnya pada pelayan di restoran tersebut. Dan hal itu berhasil membuat Nando semakin merasa ingin tau segalanya tentang Jennifer. Apa lagi hari ini hubungan mereka berdua benar benar di mulai lagi dari awal.


“Aku yakin, aku bisa membuat kamu melupakan Leo, Jennifer. Aku juga yakin aku bisa membuat kamu jatuh cinta sama aku.” Batin Nando memperhatikan Jennifer diam diam.


__ADS_2