Forbidden Love

Forbidden Love
Insiden Kecil


__ADS_3

Setelah pertemuanmu dengan keluarga Park di pemakaman Nyonya Park, Kau tak mendengar lagi kabar dari mereka. Kegiatanmu sekarang hanya dirumah mengurus keperluan Jungkook, sedangkan posisi sekretaris Jungkook sudah diisi oleh sepupunya yaitu Choi Yeonjun, Kau tidak mengizinkan Jungkook mengambil sekretaris wanita, karena traumamu terhadap kejadian yang menimpamu dan Jimin.


Saat ini kau tengah memasak datanglah Jungkook yang masih bertelanjang dada menghampirimu, tanpa basa basi Pria Jeon itu memelukmu erat hingga membuatmu susah bergerak,


" Jeon, bisa lepas dulu? aku tidak bisa bergerak nanti masakanku gosong ini" ucapmu lalu melepaskan tangan kekarnya dari pinggangmu,


" Aishhh Noona, aku menyukai aroma tubuhmu, jadi aku hanya ingin menghirupnya sebentar" rengeknya seperti anak kecil yang merengek pada ibunya minta dibelikan mainan,


"Aigoo bayi besarku, sebentar lagi yaa, nanti kau boleh memelukku sepuasmu tapi tunggu masakanku selesai semua" tegurmu dan satu ciuman hinggap dipipinya,


" Baiklah, aku akan memakai baju dulu , ah sayang nanti kita kerumah Yoongi hyung, tiba tiba aku pengin masakan yang Yoongi hyung buat" ucapnya sambil berlari meninggalkanmu didapur,


" Dasar, aku yang hamil dia pula yang ngidam" gumammu sambil tertawa seorang diri.


Kau melanjutkan kegiatanmu membuat sarapan, beberapa masakan sudah terhidang dimeja, dan kau tengah menunggu suamimu turun untuk sarapan, kau mengambil ponselmu dan menghubungi seseorang, beberapa kali kau mencoba menghubunginya dan setelah tiga kali, orang yang kau hubungi pun menjawab panggilanmu,


" Yeoboseo, ada apa pagi pagi menghubungiku, mengganggu saja" sahut seseorang dalam panggilanmu,


" Oppa, apa ini pagi pagi sudah menggerutu seperti itu" ucapmu sedikit kesal pada oppamu,


" Kau tahu ini hari libur, waktunya oppa melepaskan rindu oppa dengan kasur kesayangan oppa. Ada apa pagi pagi menghubungi oppa" tanya oppamu dengan suara khas orang bangun tidur,


" Oppa!! Jungkook ingin makan masakanmu, bisakah oppa memasakaanya, nanti siang kami akan kesana," jawabmu riang ,


" Baik, datanglah. Oppa tunggu nee" ucap Yoongi yang akhirnya mengiyakan kemauanmu itu,


" Ahh terima kasih oppa" ucapmu dengan wajah yang berseri seri,


" Ya sudah, oppa mau sambung tidur" sahut Yoongi yang langsung memutuskan panggilanmu secara tiba tiba,


" Dasar kakek tua, seenaknya saja mematikan panggilan," kesalmu dengan ulah sang oppa yang sering memutuskan secara sepihak,


Kau pun akhirnya beranjak untuk membuat kopi kegemaran Jungkook, dan tak lama Jungkook pun turun dengan pakaian santainya dan langsung duduk disampingmu,


Kau pun mengambilkan makanan untuknya dan untuk kau sendiri, tak pembicaraan suasana hening hanya terdengar dentingan sendok dan garpu yang beradu, kau dengan telaten menambah lauk kedalam piring Jungkook, persaan bahagia kini Jungkook rasakan. sikap hangatmu membuatnya begitu nyaman berada didekatmu,

__ADS_1


Jungkook yang sedari kecil sudah ditinggal ibunya karena sakit sakitan akibat ulah ayahnya yang sering melakukan kekerasan dan juga suka bermain perempuan, membuat Jungkook harus kehilangan sosok ibu diusianya yang menginjak tiga tahun. Kematian sang ibu justru membuat sang ayah semakin gila dalam bermain perempuan dan menelantarkan Jungkook dengan seorang pembantu dirumah besarnya.


Hingga di saat Jungkook menginjak usia 17 tahun sang ayah meninggal karena kecelakaan akibat mabuk dalam mengendarai mobilnya. Di usia yang masih sangat muda Jungkook sudah harus belajar mengurus perusahaanya, dan disitulah Jungkook sering mengalami serangan panik attack. Dan harus mengkonsumsi obat penenang saat serangan panik attacknya kambuh.


Akan tetapi setelah dia menjalin hubungan denganmu penyakitnya tak pernah kambuh lagi. Kau yang begitu mengasihinya membuat penyakit itu hilang dengan sendirinya.


Kini kalianpun semakin bahagia dengan hadirnya baby Jeon dalam rahimmu. Kalian dipertemukan saat kalian saling membutuhkan walaupun berawal dari hubungan cinta terlarang namun pada akhirnya takdir mempersatukan kalian dalam ikatan suci pernikahan,.


Saat ini kau dan Jungkook tengah bersiap siap untuk kerumah oppamu, seperti biasa kau hanya menggunakan baju simple yang menjadi kesukaanmu, bahkan kau hanya menggunakan aksesoris cincin kawin, dan kalung pemberian Jungkook, tanpa riasan yang berlebihan juga barang branded yang menempel ditubuhmu,


Kau pun menghampiri priamu yang sudah menunggumu,


" Jeon, kita berangkat sekarang, aku ingin mampir dulu ke pusat perbelanjaan terlebih dahulu, ada tas keluaran terbaru, aku ingin membelinya" ucapmu sambil mengulurkan tanganmu menggenggam tangan Jungkook,


" Baru kali ini aku mendengar, istriku ingin membeli sesuatu" kata Jungkook yang langsung menyambut uluran tanganmu dan menuntunnya berjalan,


" Ah sekali kali, aku ingin menguras isi black cardmu Tuan Jeon" ucapmu sambil tertawa riang,


" Apapun lakukanlah sayang, asal kau bahagia" sahut Jungkook sambil mengusap lembut pucuk kepalamu,


Dan setelahnya keadaan hening, kau masih dengan posisi ternyamanmu yaitu menaruh kepalamu dipundak Jungkook, hingga Jungkook pun telah memarkirkan mobilnya dipusat perbelanjaan dengan sempurna.


Sebelum turun kau dan Jungkook tak lupa memakai masker, Dengan pakaian sederhana kalian tak akan ada yang mengira kalian adalah orang terpandang dinegeri ini. Kau dan Jungkook yang nampak santai berjalan memasuki area pusat perbelanjaan, kau sesekali melihat kanan kiri untuk melihat apakah ada barang yang menarik perhatianmu. Dan sampailah kalian ke sebuah toko baju dan tas branded yang kamu ingin beli.


Jungkook meminta ijin untuk ke toilet, sedangkan kau masuk dan mencari barang yang kau ingin beli, tak lama Jungkook pun menyusulmu masuk dan duduk dikursi yang disediakan toko tersebut. Kau dengan santainya mengambil beberapa dasi untuk Jungkook, lalu kau juga mengambil syal, lah terakhir kau mengambil tas yang kau inginkan sedari rumah.


Tapi tiba tiba datanglah seorang wanita dengan angkuhnya merebut tas itu darimu, dan memandang sinis kearahmu, sebab melihat pakaian yang kau kenakan sangat sederhana tanpa ada merk.Kau yang kaget menahan tas tersebut, tapi dengan kasar wanita tersebut menepis tanganmu dan hampir saja kau terjatuh, Jungkook yang ingin membantumu pun kau larang dengan kau menggelengkan kepalamu sebagai kode.


Kau berjalan kearah kasir untuk membayar barang yang kau ambil, dan lagi lagi wanita itu menyerobot lagi,


" Aku duluan, karena aku member vip disini, kau orang biasa minggir, cihh mana mampu kau bayar tas ini sedangkan dari tampangmu saja sudah kelihatan miskin" ucap wanita itu dengan angkuhnya,


"Maaf nona, tapi ini giliran saya, kenapa anda selalu menyerobot saya" sahutmu masih dengan nada sopanmu,


" Dengar, aku disini member vip jadi harus didahulukan" balasnya yang langsung memberikan kartu vip nya pada sang kasir,

__ADS_1


Kau dengan santainya memberikan kartu Vvipmu pada sang kasir , hingga sang kasir hampir tak percaya melihatnya, dan saat itulah Jungkook mendekat dan membuka maskernya,


" Sayang, apa kau sudah dapat barang yang kau inginkan" tanyanya lembut lalu memberikan kartumu yang akan kau pakai untuk membayar barang yang kau beli,


" Sudah Jeon," jawabmu singkat,


Kau perlahan membuka maskermu, dan tersenyum kearah kasir tersebut,


" Nona, saya bayar memakai kartu ini, maaf sudah membuat keributan ditokomu" ucapmu pada sang kasir,


Seketika kasir, dan wanita yang tadi begitu angkuh padamu langsung menunduk, dihadapanmu, Sang kasir mengambil kartumu lalu melakukan transaksi pembayaran,


" Terima kasih atas kunjungan anda tuan dan nona Jeon, maaf atas ketidak nyamanan tuan dan nyonya" kata sang kasir sambil membungkuk beekali kali dihadapan kalian,


" Tidak apa apa nona, saya maklum" sahutmu ramah pada sang kasir,


Kemudian kau berbisik pada wanita tersebuta, sedangkan Jungkook menatap tajam kearah wanita tersebut,


" Lain kali jangan memandang orang karena penampilan nona Hwang, karena penampilan bisa saja menipu, dan ingat karena kelakuanmu aku bisa saja menarik semua saham Min Group dari perusahaan orang tuamu detik ini juga," ucapmu sinis lalu menggandeng kembali tangan Jungkook untuk melanjutkan belanja beberapa bahan makanan yang akan kau bawa kerumah oppamu.


Kau dan Jungkook pun akhirnya masuk ke supermarket untuk membeli bahan makanan, beberpa bahan masakan pun sudah kau ambil , kau juga membeli susu kesukaan suamimu, setelah mendapatkan semua yang kau cari, kalian memutuskan untuk kembali melanjutkan perjalanan kerumah oppamu


Tak menunggu lama, kalian sampai di rumah oppamu, kau langsung masuk kedalam diikuti Jungkook dan BG oppamu yang kau suruh untuk mengangkut belanjaan yang kau beli tadi.


Dan saat kau masuk ternyata disitu sudah ada Tuan Hwang dan putrinya, Kau hanya tersenyum melihat mereka berdua, dan langsung memeluk oppamu,


"Oppa, Jungkook ngidam pengin masakan yang kau buat" ucapmu manja pada sang oppa,


" Nanti oppa masak ya, sebentar lagi, oppa lagi ada urusan sebentar dengan Tuan Hwang" kata oppamu yang masih setia memelukmu erat,


" Baiklah, Yuna sama Jungkook akan menunggunya oppa" sahutmu kau pun langsung berdiri dan meninggalkan mereka bertiga diruang tamu, sedangkan kau dan Jungkook menunggu diteras sambil menguping pembiraan oppamu dan Tuan Hwang, Hingga kau mendengar perkataan Tuan Hwang yang membuatmu kaget,??????


🤔🤔🤔🤔BERSAMBUNG🤔🤔🤔🤔🤔


__ADS_1



__ADS_2