Forbidden Love

Forbidden Love
Kekecewaan Jennifer


__ADS_3

“Jadi kamu nggak bisa ikut kita?” Tanya Mutia pada Jennifer yang sedang merapikan buku buku miliknya kemudian memasukan ke dalam ransel yang di kenakan nya.


Jennifer tersenyum kemudian menggelengkan kepalanya.


“Aku benar benar minta maaf.. Aku nggak bisa kali ini.” Jennifer merasa tidak enak sebenarnya. Tapi Jennifer juga tidak mungkin membatalkan rencananya dengan Nando begitu mendadak. Apa lagi Jennifer juga sudah pernah mengabaikan Nando demi bisa bersama dengan kedua sahabatnya.


“Oke oke.. Aku mengerti kok. Kamu have fun ya.. Cepet cepet nikah biar bisa sama sama terus.” Ujar Lala mengedipkan sebelah matanya menggoda Jennifer.


“Apaan sih kamu La. Ya sudah, aku duluan ya.. Kalian berdua hati hati di jalan nanti.”


Mutia dan Lala menganggukkan kepalanya dengan kompak. Mereka berdua hanya tersenyum menatap kepergian Jennifer.


“Nggak nyangka banget ya, Jennifer bisa benar benar jatuh cinta pada Nando yang dulu kita semua kira gay.” Ujar Mutia.


“Iyah.. Tapi apapun itu semoga saja hubungan mereka langgeng terus sampai ke pelaminan. Bahkan sampai ajal menjemput mereka.” Lala mengangguk setuju. Lala juga mengatakan dengan tulus harapannya pada hubungan Jennifer dan Nando.


“Ya sudah yuk jalan. Suami kamu bukannya sudah menunggu kita di parkiran sejak tadi?”


“Oke..” Angguk Lala yang kemudian bangkit dari duduknya dengan bantuan dari Mutia yang mengulurkan tangan pada Lala.


 ------------


“Nando tunggu !!”


Nando baru saja hendak melangkah dari depan ruang rapat saat tiba tiba Daniel memanggilnya. Pria itu menoleh dan mengeryit mendapati Daniel yang melangkah begitu buru buru menghampirinya.


“Ada apa?” Tanya Nando begitu Daniel sudah sampai di depannya.


Daniel menghela napas pelan.


“Ada yang menunggu kamu di ruangan kamu. Katanya namanya Ellen. Dia bilang ada yang penting yang mau di bicarakan sama kamu.” Ujar Daniel menjawab.


Nando mengeryit. Pria itu merasa baru kali ini mendengar nama Ellen. Nando juga merasa tidak mempunyai janji dengan siapapun. Karena setelah ini Nando akan pergi bersama dengan Jennifer.


“Kamu bisa mewakiliku kan? tolong kamu saja yang temui dia. Jennifer sudah menungguku.”


“Aku sudah mengatakan itu. Tapi dia menolak dan bersikeras untuk berbicara secara langsung dengan kamu. Dia juga bilang dia mengenal Jennifer dan Leo.”


Nando semakin mengeryit bingung. Bagaimana mungkin ada orang asing yang bisa mengenal Jennifer dan Leo juga dirinya sedang Nando saja merasa tidak pernah mengenal wanita bernama Ellen itu.


“Dia...” Daniel mengurungkan niatnya untuk mengatakan lagi pada Nando tentang sosok Ellen begitu mendapati Ellen yang keluar dari lift dan melangkah menghampirinya juga Nando.


“Itu dia.” Gumam Daniel membuat pandangan Nando langsung terarah pada Ellen.

__ADS_1


Nando menyipitkan kedua matanya. Sosok cantik Ellen benar benar sangat asing baginya. Nando yakin dirinya sama sekali tidak pernah mengenal wanita itu.


“Selamat siang tuan Arseno.” Sapa Ellen ramah begitu sampai tepat di depan Daniel dan Nando.


Daniel melirik Nando sebentar. Daniel yakin Nando juga tidak mengenal sosok asing di depannya.


“Hem ya, siang juga nona. Maaf sebelumnya, Daniel bilang anda mencari saya karena sesuatu yang ingin anda bicarakan dan itu penting. Tapi sekali lagi maaf, karena saya juga ada hal penting yang tidak bisa saya tinggalkan. Jadi saya pikir kalau memang anda mempunyai hal penting untuk di bicarakan, anda bisa menyampaikan pada Daniel. Daniel pasti akan menyampaikannya pada saya nanti.”


“Tunggu dulu tuan. Biar saya tebak. Tuan pasti akan bertemu dengan Jennifer kan siang ini?”


Nando benar benar tidak mengerti apa maksud dan tujuan wanita bernama Ellen itu tiba tiba menemuinya. Apa lagi sekarang wanita itu dengan begitu santai menebak seolah dia tau bagaimana hubungan Jennifer dan Nando saat ini.


“Tebakan saya benar kan tuan? Bagaimana kalau saya ikut anda saja sekalian. Saya juga merasa Jennifer harus mendengarkan apa yang ingin saya katakan.”


Daniel dan Nando saling menatap. Wanita bernama Ellen itu adalah wanita asing yang bahkan tidak pernah mereka kenal sebelumnya. Tapi tiba tiba Ellen mengatakan ingin mengatakan sesuatu yang penting yang juga harus di ketahui oleh Jennifer juga.


“Siapa anda sebenarnya?” Tanya Nando mulai merasa curiga.


“Baiklah, karena anda memaksa saya akan jujur sekarang. Saya Ellen thelma Basuki. Saya adalah teman sekolah dari Leo, kakak Jennifer. Dan saya menemui anda sekarang juga karena Leo yang menyuruh saya.”


Kedua mata Nando melebar sesaat mendengarnya. Pria itu yakin Leo pasti merencanakan sesuatu yang tidak baik padanya dan Jennifer.


“Saya tau bagaimana Jennifer. Saya mengenalnya saat dia masih sangat kecil dan masih menjadi adik kesayangan Leo. Saya tau Jennifer juga anda adalah orang yang baik. Maka dari itu saya menemui anda sekarang. Saya..”


“Oke cukup. Kamu ikut saya sekarang.” Sela Nando cepat.


“Daniel, tolong kamu urus semua pekerjaanku hari ini. Aku mungkin tidak akan kembali lagi nanti sore.” Ujar Nando pada Daniel.


“Oke..” Angguk Daniel patuh.


Setelah mendapat jawaban dari Daniel, Nando pun kembali menatap Ellen yang berdiri di depannya. Nando bukan pria bodoh. Jika sampai Ellen berniat tidak baik padanya, Nando yakin dirinya akan bisa menghadapinya dengan mudah.


“Ayo..” Ajak Nando yang kemudian langsung di ikuti oleh Ellen.


Daniel yang juga tidak mau sesuatu yang buruk menimpa Nando segera menghubungi seseorang dan memerintahkannya untuk mengikuti Nando guna mengawasi Ellen berjaga jaga jika memang wanita itu berniat tidak baik pada Nando.


Dalam perjalanan menuju kampus untuk menjemput Jennifer, Ellen menceritakan semuanya pada Nando. Ellen juga menceritakan tentang masa lalunya dan Leo termasuk tentang putranya yang adalah darah daging dari Leo.


Rahang Nando mengeras mendengarnya. Nando tidak menyangka jika Leo bahkan sampai berniat jahat padanya demi bisa memisahkan dirinya dan Jennifer.


Dalam waktu singkat Nando sampai di parkiran kampus. Dan disana Jennifer sudah menunggunya. Gadis itu tersenyum menatap mobil Nando yang tiba tepat 10 menit selama dirinya menunggu dan hampir saja mati kebosanan.


“Biar saya pindah ke belakang.” Ujar Ellen yang tau diri. Wanita itu pindah ke kursi belakang saat Jennifer mendekat ke mobil Nando. Ya, wanita itu memang sengaja menemui Nando dan menjelaskan semuanya. Bahkan Ellen juga berniat menjelaskan pada Jennifer tentang rencana kakaknya. Semua itu Ellen lakukan karena Ellen tau siapa dan bagaimana Jennifer. Ellen juga berencana meminta bantuan dari Nando dan Jennifer agar anaknya mendapat pengakuan dari keluarga Ardiansyah sebagai cucu.

__ADS_1


Jennifer masuk ke dalam mobil Nando tanpa menyadari ada Ellen di kursi belakangnya. Gadis itu duduk dengan tenang disamping kursi kemudi yang di duduki Nando.


“Kok tumben lama banget? Macet banget emang di jalan ya?” Tanya Jennifer pada Nando.


Nando menghela napas kemudian tersenyum tipis. Pria itu melirik sebentar pada Ellen yang berhasil membuat Jennifer mengeryit kemudian melongokkan kepalanya ke belakang.


“Loh, kak Ellen? Kok..” Jennifer terkejut dengan keberadaan Ellen di mobil Nando. Gadis itu memang masih sangat mengingat Ellen karena Jennifer juga pernah bertemu dengan Ellen beberapa kali.


“Hay Jen.. Apa kabar?” Senyum Ellen menyapa Jennifer dengan ramah.


Jennifer menatap penuh tanda tanya pada Nando sebelum akhirnya kembali menatap Ellen.


“Seperti yang kakak lihat. Aku baik baik saja. Maaf sebelumnya kak, kok kak Ellen bisa ada di mobil pacar Jennifer? Memangnya kak Ellen mengenal pacar Jennifer?”


Pertanyaan Jennifer membuat Ellen tertawa geli. Hanya wanita bodoh saja yang tidak mengenal sosok tampan berkarisma Nando.


“Aku rasa semua wanita pasti tau siapa pacar kamu ini Jennifer. Dan yah.. Aku memang sengaja menemui pacar kamu. Dan karena pacar kamu juga mau menemui kamu, makannya aku ikut sekalian.” Senyum Ellen berkata.


Jennifer mengeryit tidak mengerti dengan apa yang Ellen maksud. Gadis itu mulai berpikir buruk tentang Ellen sekarang.


“Memangnya ada apa kak Ellen menemui Nando? Apa ada sesuatu yang penting yang harus kalian bahas?”


“Bukan aku dan tuan Arseno saja, tapi juga kamu Jennifer. Kita bertiga. Dan ini ada hubungannya dengan kakak kamu, Leo.”


Kedua mata Jennifer melebar sebentar mendengar nama kakaknya disebut. Ya, Jennifer juga tau Ellen adalah salah satu teman dekat kakaknya dulu.


“Tolong jangan berputar putar kak, katakan saja secara langsung.” Nada bicara Jennifer mulai sedikit meninggi.


Nando yang mengerti perasaan pujaan hatinya pun berusaha untuk menengahi agar Jennifer tidak kalap dengan emosinya.


“Hem.. Kita cari tempat yang nyaman untuk mengobrol.” Ujar Nando pelan.


Jennifer menghela napas kasar. Gadis itu paling tidak suka jika ada orang yang terlalu bertele tele saat berbicara. Apa lagi sekarang nama kakaknya juga terseret.


“Oke...” Angguk Ellen setuju saja.


Nando kemudian segera melajukan mobilnya. pria itu mencari tempat yang di rasa nyaman untuk Ellen menceritakan semuanya pada Jennifer. Karena Nando merasa tidak mungkin dirinya yang menceritakan semuanya pada Jennifer. Nando tidak mau Jennifer salah menilainya.


Begitu sampai di tempat yang di rasa nyaman, Ellen pun mulai menceritakan semuanya pada Jennifer. Berawal dari suruhan Leo yang memintanya untuk merusak hubungan Jennifer dan Nando, sampai pada masa lalu dimana Ellen sangat mengagumi dan mencintai Leo sampai rela melakukan segala hal untuk Leo. Ellen juga menceritakan tentang putranya dengan Leo yang Ellen yakini tidak Leo tau keberadaannya.


“Aku tidak menginginkan apa apa Jennifer. Aku hanya ingin putraku mendapat pengakuan dari Leo dan keluarga kamu tentang keberadaannya. Aku bahkan tidak keberatan kalau harus melakukan tes DNA.” Ujar Ellen.


Jennifer menelan ludahnya tidak tau harus berkata apa sekarang. Jennifer yakin Ellen tidak mungkin berbohong. Apa lagi mengingat kakaknya dan Ellen yang dulu sangat dekat. Meskipun memang Leo tidak pernah menceritakan apapun tentang Ellen padanya.

__ADS_1


Nando yang melihat kediaman kekasihnya hanya bisa diam saja. Namun pria itu meraih tangan Jennifer dan menggenggamnya lembut, berusaha memberitahu Jennifer bahwa dirinya akan selalu ada dalam keadaan apapun untuk Jennifer.


“Ya Tuhan.. Kak Leo..” Batin Jennifer meneteskan air matanya. Jennifer tidak menyangka kakaknya sampai mempunyai niat jahat pada hubungannya dan Nando.


__ADS_2