Forbidden Love

Forbidden Love
Part 33


__ADS_3

Perdebatan panjang terjadi antara kakak dan adik cantik itu.


“Ceritakan semua yang tidak aku ketahui selama ini, Isa?” Teriak Agni sedikit menaikan nada bicaranya.


“Maafkan aku kakak, ini semua salah ku lelaki tua itu menjebak dan mengancamku.” Raisa tertunduk sedu sembari menceritakan kisahnya.


Dua puluh tahun yang lalu seorang lelaki berperawakan tinggi dengan kulit coklat eksotisnya menghampiri wanita yang sedang asik bergolek ria melenggok kesana kemari memamerkan tubuh sintalnya, ya dia adalah Raisa yang tengah menari di salah satu club malam di sekitar jalan Legian Bali.


Club yang ramai dikunjungi turis lokal dan mancanegara itu seolah tak pernah lekang oleh waktu, kala itu Bali tak mengenal pagi.


Lelaki jakung itu menghampiri Isa yang sudah mabuk parah paska putus cinta dengan kekasihnya.


Tanpa banyak bicara dan basa basi lelaki itu menggendong tubuh Isa dan membawa nya menuju salah satu resort tepi pantai didaerah Seminyak, kontaminasi alkohol dengan kadar 42% mengaliri pembuluh darah gadis itu hingga merenggut kesadaranya dan menyisakan ilusi bayang-bayang masa lalunya.


Dua sejoli itu bergumul dengan mesra seolah tanpa lelah saling memacu dan mencumbu, ya dia adalah Isa dan Frans.

__ADS_1


“Aku... aku inginnn... ohhh.” Gadis itu berteriak seakan dirinya seperti ingin meledak.


“Lepaskan, sayang... ya lepaskan saja.” Lirih serak lelaki jakung itu sembari menghujam dan menghentakkan pinggulnya. Lagi dan lagi sampai keduanya merasa lelah lantas tertidur dengan sendirinya.


“Aku tak menyangka ****** itu masih suci.” Umpat Frans dalam hatinya sembari menyesap bibir tebal gadis malang itu.


Ambisi untuk mengahancurkan keluarga kakak tirinya lenyap sejenak, bak tersihir akan gadis malang yang disebutnya ******.


Katakan ini adalah kesalah pahaman dalam keluarga inti mereka, Frans tidak benar-benar menginginkan Agni dalam hidupnya, dia hanya berniat untuk menghancurkan rumah tangga saudara tirinya seperti perintah sang ibu. Sungguh betapa bodoh lelaki itu.


Meski menyesal Isa seperti tak punya pilihan, lelaki jakung itu mengancamnya dengan membawa nama Agni. Hubungan yang semula berawal dari keterpaksaan lambat laun berubah menjadi candunya. Sampai suatu ketika Isa hamil dan Frans menghilang begitu saja sampai suatu saat perceraian Isa terjadi Frans kembali menghampirinya skema itu seolah memang sengaja diciptakan olehnya untuk kesempurnaan dendam mendiang sang ibu.


Pepatah mengatakan walau bagaimanapun darah memang lebih kental dari pada air, semarah apapun Agni tak akan mampu membenci adik kandungnya sendiri.


“Aku benar-benar kecewa dengan kebodohan mu yang membabi buta itu.” Teriak Ane pada Isa sebagai kakak tertua.

__ADS_1


“Kau memang berniat membuatku mati lebih cepat!” Tambahnya dengan teregah-engah.


Tiga bersaudara itu saling menangis diruang perapian sisi kiri mansion, yang tanpa mereka sadari beberapa orang menyaksikan itu dibalik ruang CCTV. Mereka turut larut dalam kesedihan terutama Jimmy, sementara Ray tak tau bagaimana harus menampilkan ekspresinya saat ini, tak hanya batinya yang berkecamuk namun otak nya serasa akan meledak melalui ini semua.


Diruang yang lain seorang lelaki renta berjalan sembari menghisap cerutunya menuju ruang basah bawah tanah, lalu menghampiri putra keduanya.


Lelaki renta itu memeluk dan berkata.


“Aku hanya punya dua orang putra saja, tapi kenapa mereka tak pernah akur.” Lirihnya perlahan.


“Aku harus menyelesaikan kesalah pahaman ini.” Sambung pria renta itu sembari mengeluarkan amplop coklat dibalik Coat hitam miliknya.


Sebuah gambar usang namun masih tercetak dengan jelas disana, sepasang kekasih saling memadu cinta dan bercanda, nampak mesra sekali. Wanita itu adalah istri keduanya yang tak lain ibu Frans yang tengah berselingkuh dengan lelaki muda terlihat sepuluh tahun lebih muda darinya.


“Kau tau penyebab aku menceraikan ibu mu, nak.” Pria renta itu membimbing putranya ke ruang yang lebih hangat sembari menceritakan kesalahpahaman diantara mereka.

__ADS_1


Berharap kepelikan ini akan segera berakhir, dan dia bisa menikmati sisa usianya dengan ketenangan, tanpa beban dan air mata lagi.


"Sebenarnya aku sudah sangat lelah untuk urusan dunia yang pelik ini, aku kembali berfikir bagaimana bisa bibitku yang unggul bertumbuh menjadi produk daur ulang sepertimu." Sambung nya lalu menghisap cerutu nya lebih dalam sampai terbatuk-batuk.


__ADS_2