
Pagi ini seperti pagi biasanya, Nando menjemput Jennifer yang sudah bersiap dan sedang sarapan pagi bersama dengan tuan dan nyonya Ardiansyah, kedua orang tuanya. Kali ini bahkan mereka ber empat sarapan bersama dengan di selingi obrolan ringan dan candaan yang keluar dari bibir tuan Ardiansyah.
Nando dan Jennifer yang mendengar candaan itu hanya tersenyum saja. Mereka berdua juga merasa sangat terhibur dengan candaan yang di lontarkan oleh tuan Ardiansyah.
“Oh ya, bagaimana perkembangan hubungan kalian berdua?” Tanya tuan Ardiansyah yang langsung berhasil membuat Nando dan Jennifer berhenti mengunyah makanan dalam mulutnya. Mereka berdua saling menatap sebentar seperti sedang saling bertanya satu sama lain.
“Kalian setiap hari menghabiskan waktu bersama. Papah percaya pada kalian berdua. Itu sebabnya papah nggak pernah protes ataupun marah meski kamu sering di pulangkan malam oleh Nando. Lalu bagaimana keseriusan hubungan kalian berdua?”
Jennifer dan Nando tampak berpikir mendengar apa yang di pertanyakan oleh tuan Ardiansyah. Mereka berdua tidak tau harus berkata apa sekarang. Karena mereka berdua juga belum pernah membicarakan tentang hubungan mereka berdua.
“Hem.. pah, untuk saat ini aku sama Nando merasa lebih nyaman dengan hubungan yang sekarang. Untuk yang lebih seriusnya itu memang adalah tujuan kami berdua. Tapi untuk saat ini sepertinya lebih baik jika aku sama Nando begini saja dulu.” Jawab Jennifer berusaha untuk bijak menyikapi pertanyaan yang di lontarkan oleh tuan Ardiansyah tentang keseriusan hubungan mereka berdua.
Tuan dan nyonya Ardiansyah saling menatap kemudian tersenyum dan sama sama menganggukkan kepala memahami alasan bijak yang di katakan putrinya. Mereka yakin Nando dan Jennifer tau mana yang baik dan mana yang buruk. Mereka berdua juga sangat yakin Nando bisa menjaga Jennifer dengan baik.
“Baiklah kalau memang begitu. Tapi satu pesan papah sama mamah untuk kalian berdua. Dalam suatu hubungan itu akan ada rasa pahit di tengah rasa manis yang sedang kalian rasakan. Maka dari itu sangat penting untuk kalian sama sama bersikap dewasa dalam menghadapi setiap permasalahan yang akan kalian berdua hadapi nantinya.” Kali ini nyonya Ardiansyah yang memberi petuah. Wanita itu tersenyum begitu penuh perhatian pada putri dan calon menantunya.
Nando tersenyum mendengarnya. Pria itu sangat setuju dengan apa yang di katakan oleh tuan dan nyonya Ardiansyah. Karena Nando sendiri tau bagaimana dirinya harus bersikap dalam komitmen bersama yang dia sepakati dari awal dengan Jennifer.
“Om sama tante nggak usah khawatir. Saya sebagai yang lebih tua akan berusaha untuk selalu mengerti dan memahami bagaimana Jennifer. Saya juga akan menjaga Jennifer dengan sebaik baiknya.” Kata Nando dengan penuh keyakinan.
__ADS_1
Jennifer tersenyum mendengarnya. Meski Nando terkadang terlalu membanggakan dirinya sendiri, namun Jennifer tidak bisa memungkiri bahwa Nando adalah pria yang baik dan bijak dalam menyikapinya.
“Ya.. Kami percaya itu nak. Om benar benar menitipkan Jennifer sepenuhnya sama kamu.”
“Siap om. Om tidak perlu mengkhawatirkan apapun.” Angguk Jennifer membalas dengan sangat yakin.
Tuan Ardiansyah tersenyum begitu juga dengan nyonya Ardiansyah. Mereka berpikir putrinya memang tidak salah memilih Nando sebagai pasangan. Karena Nando tidak hanya pintar dan cerdas. Tapi Nando juga sangat dewasa dan penuh pengertian. Benar benar tipe pria yang sangat mereka berdua harapkan untuk bisa membimbing dan menjaga Jennifer di masa depan nanti.
Setelah selesai sarapan, Jennifer dan Nando pun pamit lebih dulu pada tuan dan nyonya Ardiansyah. Mereka berdua keluar beriringan dari kediaman keluarga Ardiansyah dan masuk bersamaan ke dalam mobil mewah Nando.
“Kita jalan sekarang.” Ujar Nando yang hanya di angguki kepala oleh Jennifer sebagai tanda setujunya.
Nando melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang berlalu dari pekarangan luas kediaman keluarga Ardiansyah. Pria itu beberapa kali menghela napas memikirkan apa yang tadi di pertanyakan oleh kedua orang tua Jennifer. Yaitu tentang keseriusan hubungan mereka. Sedang Nando sendiri, dia masih merasa kurang yakin dengan perasaan Jennifer padanya.
“Hem.. Nando.. Apa ada yang membuat kamu merasa tidak nyaman dengan pertanyaan mamah sama papah tadi?” Tanya Jennifer berusaha untuk hati hati dalam bertanya pada Nando tentang apa yang dia tebak sendiri dalam benaknya.
Nando menoleh menatap sebentar pada Jennifer kemudian tertawa.
“Jujur, sebenarnya memang berhubungan dengan apa yang tadi om dan tante tanyakan tentang keseriusan hubungan kita Jennifer. Bukan tidak nyaman sih, tapi lebih ke arah bingung.”
__ADS_1
Jennifer mengangkat sebelah alisnya.
“Bingung kenapa?” Tanya Jennifer penasaran.
Nando menghela napas kemudian mengurangi kecepatan laju mobilnya sebelum akhirnya benar benar menepikannya di pinggir jalan yang pagi itu memang cukup sepi karena memang hanya ada beberapa kendaraan saja yang lewat.
“Jadi.. Bagaimana perasaan kamu sama aku sekarang sayang?” Tanya Nando menatap Jennifer serius.
Jennifer terkejut dengan pertanyaan yang Nando lontarkan. Gadis itu mendadak bingung juga gugup.
“Aku tau aku tidak seharusnya menanyakan tentang ini pada kamu.. Apa lagi mengingat kesepakatan kita dulu. Tapi sayang, demi Tuhan.. Aku benar benar ingin tau dan mendengar sendiri dari mulut kamu bagaimana perasaan kamu sama aku sekarang. Aku tidak bermaksud memaksa. Aku hanya ingin mengetahui bagaimana perasaan kamu sama aku sekarang. Itu saja. Tapi kalau memang kamu keberatan dan tidak ingin menjawabnya aku tidak akan memaksa.” Ujar Nando panjang lebar.
Jennifer menelan ludah mendengarnya. Gadis cantik itu tidak menyangka Nando akan menanyakan tentang bagaimana perasaannya sekarang pada Nando. Tapi Jennifer juga tidak bisa memungkiri kebersamaannya dengan Nando mampu mengalihkan dunianya sehingga pelan pelan Jennifer mulai bisa mengikis perasaannya pada Leo. Jennifer bahkan sudah tidak ingin lagi tau apapun yang Leo dan Sinta lakukan. Karena setiap harinya Jennifer hanya memikirkan akan bagaimana dan melakukan apa dengan Nando jika bersama.
Jennifer menghela napas kemudian mengembangkan senyuman di bibirnya membalas tatapan serius Nando padanya.
“Aku masih belum tau Nando. Tapi aku juga tidak bisa bohong, bersama kamu aku mengalami hal yang tidak pernah aku rasakan. Salah satunya adalah aku bisa mengikis pelan pelan perasaan aku sama kakak aku. Aku juga bingung dan penasaran setiap menjelang tidur karena memikirkan akan kemana kamu mengajak aku pergi. Mungkin ini bisa di katakan usahaku berhasil dalam melupakan perasaan aku sama kakak aku. Dan yah... Aku merasa kurang jika sehari saja tidak bertemu dengan kamu Nando.”
Senyuman di bibir Nando mengembang mendengar apa yang Jennifer katakan. Pria itu merasa bahagia karena jika benar Jennifer sudah berhasil melupakan kakaknya itu artinya ada celah baginya untuk masuk dan menguasai hati gadis itu.
__ADS_1
“Apa itu artinya aku harus lebih ekstra lagi berusaha menjatuhkan kamu ke dalam pelukanku sayang?” Tanya Nando dengan senyuman di bibirnya.
“Mungkin bisa di katakan begitu tuan muda Arseno.” Jawab Jennifer di barengi tawa pelannya.