
Nando dan Jennifer turun dari mobil mewah Nando begitu mereka sampai di parkiran kampus. Mereka berdua kemudian melangkah beriringan dengan tangan saling bertautan yang memang selalu menjadi bisik bisik para kaum hawa yang melihatnya. Hanya saja sekarang tidak ada seorang pun yang berani berkata kasar pada Jennifer karena tidak ingin bernasib sama seperti Kiki.
“Aku masuk kelas yah..” Senyum Jennifer begitu mereka berdua sampai tepat di depan kelas Jennifer.
“Oke.. Nanti siang aku jemput kamu lagi.” Balas Nando ikut tersenyum.
Jennifer hanya menganggukkan kepala saja sebagai balasan. Namun saat tiba tiba Nando mencium keningnya, Jennifer pun mematung. Di cium oleh Nando memang sudah bukan lagi hal baru bagi Jennifer. Namun di cium keningnya di depan banyak teman kampus mereka benar benar membuat Jennifer kaget.
“Aku jalan dulu..” Ujar Nando tersenyum kemudian memutar tubuhnya dan berlalu begitu saja tanpa memperdulikan ekspresi kaget Jennifer. Nando bahkan tertawa geli diam diam merasa lucu dengan ekspresi Jennifer.
Sementara Jennifer, Gadis itu terus menatap punggung Nando yang perlahan menjauh darinya hingga tepukan di bahunya membuatnya tersadar.
Jennifer menoleh dan membulatkan kedua matanya begitu mendapati Lala yang ada di sampingnya.
“Ya Tuhan, Lala.. Kamu sudah kembali?” Tanya Jennifer masih dengan keterkejutan yang menguasainya.
“Tentu saja. Aku juga masih ingin kuliah Jen. Dan yah.. Aku akui aku sangat merindukan kamu juga Mutia.” Jawab Lala.
Jennifer tertawa merasa sangat senang karena sahabatnya kembali dan mereka bisa kembali berkumpul lengkap seperti dulu.
“Demi Tuhan Mutia. Aku juga kangen banget sama kamu.. Rasanya kebersamaan kita tidak lengkap tanpa kamu.” Ujar Jennifer berhambur memeluk Lala erat.
Lala tertawa mendengarnya. Meski selama bulan madu di luar negeri dengan Azka dirinya sangat di ratukan, namun Lala juga tidak bisa bohong bahwa dirinya merindukan saat saat bersama dengan kedua sahabat yang sudah dia anggap seperti saudara itu.
__ADS_1
“Tapi Jen.. Kamu banyak berhutang padaku.”
Ucapan Lala membuat Jennifer mengeryit. Gadis itu kemudian langsung melepaskan pelukannya pada Lala dan menatapnya dengan penuh tanda tanya.
“Banyak berhutang sama kamu? Tentang apa?” Tanya Jennifer yang merasa tidak menjanjikan apapun pada Lala. Justru sebaliknya, Jennifer merasa Lala yang berhutang oleh oleh untuknya karena baru saja pulang dari liburan dan bulan madunya dengan Azka.
“Tentang cerita panjang lebar hubungan kamu dan Nando yang tiba tiba dekat dan katanya begitu lengket seperti prangko kemana mana berdua.” Jawab Lala memainkan kedua alisnya meledek Jennifer.
Jennifer kemudian tertawa. Selain karena ekspresi lucu Lala, Jennifer juga merasa lucu sendiri dengan kedekatannya yang terjalin begitu saja dengan Nando secara tiba tiba itu.
“Aku tau Lala pasti mengatakannya sama kamu kan?”
“Tentu saja, aku tidak mau melewatkan satu pun informasi tentang kamu dan Nando. Itu benar benar sangat menghiburku Jen.. Dan juga Azka bahkan tidak menyangka kamu bisa meluluhkan hati seorang gay seperti Nando.”
“Hem Lala, tentang Nando dan Daniel yang katanya berhubungan itu benar benar hanya isu belaka. Aku yakin Nando normal. Oke?”
“Oke oke.. Aku paham. Yang nggak mau tunangannya di isukan yang tidak baik.” Sindir Lala.
“Hey, aku serius.” Jennifer bersikukuh. Gadis itu yakin sekarang bahwa isu tentang Nando gay tidak benar adanya.
“Iya iya... Aku percaya. Ya sudah lebih baik sekarang kita masuk kelas. Jangan sampai Mutia salah paham karena kita hanya mengobrol berdua.”
Jennifer melirik Mutia yang duduk sendiri di bangkunya. Mutia memang sedang menatap kearahnya dan Lala dengan kedua mata meenyipit seperti orang yang sedang mencurigai sesuatu.
__ADS_1
“Kamu benar. Mutia seperti harimau yang sedang mengintai mangsanya sekarang.” Tawa Jennifer meledek Mutia.
Lala tertawa dan menganggukkan kepala setuju. Mutia memang orang yang sangat peka dalam segala hal. Mereka berdua kemudian masuk ke dalam kelas dan mendekat pada Mutia yang sejak tadi anteng duduk di tempatnya menatap Jennifer dan Lala yang asik bersenda gurau di depan kelas mereka.
Sembari menunggu dosen datang, Jennifer, Mutia juga Lala asik bercerita. Mereka benar benar mencurahkan kerindukan karena lama tidak bertemu. Mutia dan Jennifer juga banyak bertanya tentang bagaimana sikap dan perlakuan Azka pada Lala. Tentu saja karena Mutia dan Jennifer merasa sedikit khawatir mengingat Azka dan Lala sebelumnya tidak saling mengenal dan tiba tiba harus menikah karena suatu insiden yang bahkan tidak pernah sedikitpun mereka duga.
Saat dosen datang mereka bertiga dengan sangat terpaksa harus menjeda obrolan asiknya. Itu mereka lakukan karena tidak ingin mendapat amukan dari dosen tersebut.
Selama kelas berlangsung baik Jennifer, Mutia, maupun Lala mereka sama sama mencoba untuk fokus dengan apa yang sedang di jelaskan oleh dosen. Mereka bertiga bahkan memikirkan tempat yang nyaman untuk mereka mengobrol dan menceritakan apa yang tidak bisa mereka lalui bersama selama Lala dan Azka berada di luar negeri untuk bulan madu.
Tanpa terasa kelas selesai. Dosen keluar dari kelas yang diikuti oleh mahasiswa dan mahasiswa yang berhamburan keluar juga.
“Sepertinya kita harus pergi ke suatu tempat untuk melanjutkan obrolan kita yang tertunda tadi. Jujur aku benar benar sangat penasaran dengan kedekatan kamu dan Nando Jen.” Ujar Lala membuat Jennifer dan Mutia tertawa. Karena tidak bisa selalu bersama Lala memang banyak tertinggal informasi tentang hubungan Jennifer dan Nando.
“Lala, sebentar lagi Jennifer akan di jemput oleh kekasihnya. Dia akan sangat sibuk sepanjang hari. Mungkin kamu harus sedikit bersabar untuk mendengar cerita tentang kedekatan mereka secara langsung dari Jennifer.”
“Tidak tidak.. Aku ingin mengobrol panjang lebar dengan kalian berdua. Aku juga ingin tau bagaimana proses kamu dan Azka berkomunikasi selama di luar negeri La.” Tolak Jennifer menggelengkan kepalanya.
Namun baru saja Mutia hendak membuka mulut untuk berbicara, tiba tiba suara ketukan pintu berhasil mengalihkan perhatian mereka bertiga. Ya, Nando sudah berdiri disana untuk menjemput dan mengajak Jennifer makan siang bersama seperti biasanya.
“Apa aku bilang.. Mereka benar benar sangat lengket.” Gumam Mutia yang bisa dengan jelas di dengar oleh Jennifer juga Lala.
Lala hanya diam saja. Dia tau bagaimana rasanya dekat dengan orang yang membuat nyaman. Dan Lala menyamakan perasaannya dengan perasaan Jennifer sekarang.
__ADS_1
“Tunggu sebentar.” Ujar Jennifer kemudian bangkit dari duduknya.
Jennifer melangkah menghampiri Nando yang menunggunya di depan pintu tanpa membawa tas selempangnya.