
Kau masih nyaman dibawah selimutmu, tak menyadari dengan kepulangan kekasihmu, Tanpa ingin menggagnggu tidur lelapmu Jungkook lantas kekamar mandi untuk membersihkan badanya, aku yang perlahan membuka matamu terkejut karena melihat ponsel dan dompet sudah berada di nakas , kau pun segera menyusulnya kekamar mandi, tanpa canggung kau pun ikut masuk kedalam bathup, memposisikan dirimu bersandar pada dada bidangnya,
" Kenapa tidak membangunkanku" tanyamu sambil tanganmu terus mengelus dada bidangnya,
" Aku tidak ingin mengganggu tidurmu sayang" jawabnya dengan suara mendesahnya,
" Jeon, aku menginginkanmu" ucapmu tanpa berpikir apapun, karena yang kau rasakan sekarang adalah menginginkan sentuhan pria Jeon itu,
" Kau menginginkanku nunna, lakukanlah. Lakukan apa yang nunna inginkan, Jeon Jungkook milikmu nunna" bisiknya lalu dengan sigap membalik tubuhmu untuk menghadapnya,
Tanpa aba aba kau dengan agresif menyerangnya, yah Jungkook agak kaget dengan tindakanmu tapi dia mengakui kalau kau adalah wanita yang begitu menggairahkan dimatanya, wanita yang membuatnya candu bahkan wanita yang bisa membuatnya tenang dikala depresinya menyerang. Akhirnya kau yang sangat agtesif memimpin permainan panas kalian kali ini, berkali kali kau mencapai puncak kenikmatan, tapi tidak dengan Jungkook, dia masih belum menunjukan kalau dirinya sudah mau mencapai puncak kenikmatan, tapi dengan kelebihan yang kau miliki lima belas menit kemudian Jungkook langsung membalik posisi, dia berada diatasmu, mengungkungmu dalam bathup, dan dengan sekalo dorongan,milik kalian bersatu sempurna, Pria itu mulai memaju mundurkan miliknya, semakin lama semakin cepat menghujammu, hingga badan pria itu menegang dan keluarlah cairan kenikmatannya dalam rahimu.
Jungkook jatuh terkulai dalam dekapanmu, kau memeluknya tanpa melepas penyatuan kalian, Pria itu berkali kali mencium bibirmu sebagai tanda kepuasanya atas layananmu padanya,
" Nunna, apakah hubungan kita ini akan terus seperti ini" bisik lelaki itu disela sela,aktifitasnya menggosok punggungmu,
" Maksudmu apa Jeon" jawabmu tanpa menatapnya,
" Nunna, aku ingin hubungan kita lebih serius dari ini, Nunna" rengeknya manja,
" Kau mau hubungan yang seperti apa Jeon" tanyamu lalu berbalik mengahdapnya,
" Menikahlah denganku nunna, jadilah istriku dan jadilah milikku selamanya" ucap Jungkook sambil menatapmu penuh harap,
" Dasar tidak romantis" sahutmu lalu beranjak dan membersihkan tubuhmu dibawah Shower,
Kau pun lantas keluar dari kamar mandi, kau pun sudah memakai baju tidurmu, Jungkook menyusulmu, kemudian berlutut dihadapanmu sambil menunjukan sebuah kotak kecil berisi cincin , yah Jungkook melamarmu,
" Min Yuna, will you merry me" ucapnya sambil berlutut dan membuka kotak kecilnya,
" Jeon, apa ini tidak terburu buru, kau tahu kan statusku masih istri orang, apa aku pantas menjadi istrimu" ucapmu lalu berjalan meninggalkannya,
" Nunna, aku tahu ini terburu buru tapi aku serius nunna, tapi kalau kau masih belum bisa menerimanya aku akan menunggu sampai kau bisa menerimaku nunna, Maafkan aku yang terlalu memaksakan, maafkan aku sekali lagi nunna" ucapnya lalu berdiri dan akan berjalan meninggalkan kamar.
Kau dengan cepat menahannya, kau tersenyum melihat ekspresinya yang hampir menangis,
" Aku belum menjawab , tapi kau sudah menyimpulkanya seorang diri, Jeon Jungkook apa kau memang benar benar mencintaiku" ucapmu sambil menatap manik kelamnya mencari kebohongan dari sorot matanya, dan sayangnya justru ketulusan dan kejujuranlah yang kau temuka disana,
__ADS_1
" Jadi apa jawabnmu nunna" tanya Jungkook sekali lagi dengan mata yang mulai berkaca kaca,
" Yes i will, Jeon. tak ada alasan aku menolakmu, kau pria yang sempurna, aku mau menikah denganmu, itu jawabanku" jawabmu diiringi senyum manis yang kau tunjukan pada priamu itu,
Dan tanpa membalas perkataanmu Jungkook lantas memelukmu erat, ******* lembut bibirmu, setelahya pria itu memaikaikan cincin di jari manis tanganmu, membuang cincin yang selama ini kau pakai menggantinya dengan cincin yang dia berikan padamu,
" Terima kasih nunna, aku janji selama nafas ini masih berhembus maka selama itu pula aku akan mencintaimu dan menjagamu" tuturnya lalu melepaskan pelukannya,
Tak lama kau menyuruh kalian pun turun, kau pun tak lupa membawa amplop yang cukup tebal yang berisi uang yang akan kau berikan pada salah satu BGmu yang ayahnya tengah sakit.
Kalian makan malam tanpa ada perbincangan berarti,
" Nunna, amplop apa itu"? tanya nya yang heran dengan amplop yang sedari tadi jadi perhatiaanya,
" Amplop ini berisi uang, Jeon,,kau tahu kalau salah satu BG mu ada yang sedang sakit dan digantikan anaknya" jawabmu sambil melirik kearah priamu itu,
" Iya, aku tahu, namanya Herman. dan sekarang anaknya yang menggantikannya, kenapa sayang" ucapnya lalu mengelus pucuk kepalamu,
" Nunna hanya ingin membantunya Jeon, boleh kan" sahutmu dengan senyum manis yang kau tunjukan,
" Terima kasih Jeon, kau memang pengertian" balasmu lalu mencium sekilas pipinya,
" Bi, panggi Rayyan kesini" kata Jungkook mengarahkan salah satu Art nya untuk memanggil BG yang kau maksud,
Tak berapa lama Rayyan datang menghadap kalian berdua, dia tampak sedikit takut dihadapan Jungkook, pemuda itu terus menundukan kepalanya,
" Apa ayahmu belum sembuh, sehingga kau masih menggantikan pekerjaannya disini" tanya Jungkook pada sang BG yang masih menunduk ketakutan,
" Masih tuan" jawabnya singkat lalu menundukan kepalanya kembali,
" Apa kau sanggup menggantikan posisi ayahmu " tanyamu ramah,
" Saya akan berusaha nona" sahutnya lalu mengangkat kepalanya menghadap kalian.
" Baguslah, tapi apa kau tak ingin melanjutkan sekolah, usiamu masih terlalu muda untuk melakukan pekerjaan ini" katamu lalu berdiri dan berjalan kedekat jendela, dan memandang keluar rumah,
" Kalau saya melanjutkan sekolah nanti adik saya takut tak bisa bayar sekolah nona, jadi ya lebih baik saya bekerja supaya adik saya tidak putus sekolah," jawabnya sendu,
__ADS_1
" Baiklah kalau itu sudah menjadi keputusanmu, Ini aku ada sedikit rejeki ambilah, itu bisa untuk membeli peralatan sekolah adikmu dan membayar iurannya disekolah" ucapmu lalu memberikan amplop yang cukup tebal pada Rayyan BG baru mu.
" Tapi ini kebayakan nona, saya tidak bisa menerima ini, " ucapnya gugup dan gemetar memegang amplop yang kau berikan,
" Kau terima saja, jangan menolak niat baik kekasihku , terima atau kau akan aku pecat" kata Jungkook sedikit menggertak,
" Baiklah tuan, nona. saya terima. terima kasih banyak , terima kasih sudah berbaik kepada saya dan ayah saya" sahutnya sambil membungkukan badanya berkali kali dihadapanmu,
Jungkook hanya menarik bibirnya sebagai jawabanya, sedangkan kau menepuk lemut punggungnya lalu menarik lembut tangan Jungkook untuk berjalan kekamar kalian,.
" Ray, kau beruntung bisa bertemu langsung dan nona juga tuan memberikan bantuan padamu, tuan dan nona orang baik,jadi baik baiklah kamu bekerja, sekarang kau pulanglah dan urusi administrasi sekolah adikmu, baru setelah selesai kau boleh datang lagi untuk bekerja," kata Alex sambil tersenyum melihat juniornya yang masih tidak percaya memegang amplop berisi uang sampai 100 juta.
" Baiklah bang, Ray ijin pulang dulu ya" sahut Rayyan dengan senyum sumringahnya,
" Pulanglah, hati hati dalam membawa amplopmu itu, ahhh atau kau minta Derry antar kamu" kata Alex yang sedikit khawatir pada Rayyan,
" Baiklah bang, nanto saya minta bang Deri buat ngantar Rayyan"sahutnya lalu berjalan berdampingan denga Alex dan Bi Inah ke arah dapur. Tak lama Rayyan pulang diantar Derry.
Sedangkan kau dan Jungkook masih menikmati pemandangan malam hari kota jakarta dari balkon lantai tiga rumah yang kalian tinggali selama di Jakarta, kau masih dengan posisi ternyamanmu duduk dipangkuan priamu sambil memeluknya erat,,,
" Jeon, terima kasih sudah mau menerimaku apa adanya, aku bahagia bisa bertemu denganmu" ucapmu lalu mencium tiap inci wajahnya,
" Sama sama nunna, dan terima kasih juga sudah menerima lamaranku, aku bahagia akhirnya kau mau menerimaku, dan aku ingin pernikahan kita lakukan secepatnya" ucapnya sambil sesekali menciumi lehermu.
" Jeon, aku tahu ini akan sedikit sulit. tapi apakah kau sudah siap dengan segala konsekuensi dari hubungan cinta terlarang kita ini" ucapmu tiba tiba menghentikan aktifitasnya,
" Nunna, aku tidak peduli dengan semua itu, aku tahu ini cinta terlarang tapi apakah kita tak berhak bahagia seperto pasangan lainya" ucapnya sedikit emosi,
" Nunna tahu kau pasti akan menjawabnya seperti ini, Saranghae Jeon Jungkook" ucapmu lalu mendekap erat pria yang kini telah sepenuhnya mengisi hatimu itu,
" Nado Saranghae nunna, aku lebih mencintaimu" sahutnya membalas pelukan hangatmu,,,
Tapi tiba tiba kau merasakan mual, dan kau langsung turun dari pangkuannya dan berlari kekamar mandi untuk mengeluarkan semua isi perutmu, Jungkook yang kaget pun berlari menyusulmu, dia membantumu dengan memijat lembut punggungmu dan juga lehermu, tapi saat kau ingin berbalik tiba tiba pandanganmu menggelap....apa yang terjadi dengan Yuna???????
🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔
__ADS_1