
...🖤🖤...
"Yuhuuu, ada yang baikan nihhh..." Ledek Arnav saat melihat Biundra diantar oleh Elenora sampai ke kelas. Arnav tau tentang pertengkaran mereka, karena Biundra selalu mengadu padanya. Biundra menjulurkan lidahnya sembari mengguncang tangannya dan tangan Elenora yang bertautan.
Elenora ikut menjulurkan lidah.
Arnav menggeleng saat melihat reaksi keduanya. Perempuan itu sudah berjalan pergi menuju gedung fakultasnya. Tidak jauh jarak gedung mereka, Elenora hanya cukup berjalan menyebrang melewati taman untuk sampai digedung fakultasnya.
Ada hal baik yang telah terjadi. Semua teman Biundra sudah paham, jika Elenora mengantar Biundra kefakultasnya bahkan sampai mereka bergandengan, itu berarti Biundra habis menginap diapartement perempuan itu dan mereka menghabiskan waktu semalaman bergadang.
Elenora berjalan melambaikan tangannya pada perempuan mungil yang berpapasan dengannya.
Arnav menatap Biundra setelah melihat kejadian dihadapannya. Arnav hanya menggeleng heran ketika melihat Biundra tersenyum lebar, merentangkan tangan saat perempuan yang berpapasan dengan teman dekatnya itu menghampirinya. Biundra mencium puncak kepala perempuan itu banyak sekali, hingga membuat perempuannya terkekeh kecil saat sudah berhambur dalam pelukannya.
Melihat tindakan itu dua teman Biundra hanya memutar bola mata malas. Dan bersikap seakan-akan tidak ada uda insan yang sedang bermesraan.
"Kak Biu barengan sama kak El ya?" Tanyanya.
"Iya sayang." Merangkul kekasihnya dengan lembut.
__ADS_1
Jesslyn memeluk manja. "Hari ini jadi jalan kan kak? Aku mau ke pantai."
"Loh katanya mau nonton."
Jesslyn menggeleng. "Emh, tiba-tiba pengen ke pantai aja, ya kaakk..."
"Siap sayang, kemanapun kamu mau aku temani." Mengecup puncak kepala Jesslyn lagi.
Dua teman Biundra yang mendengar langsung berakting seakan-akan mereka memuntahkan isi perut.
...🖤🖤...
Huft.
Elenora ingin dimanja juga oleh Biundra.
"Apa lagi nihhh...." Movie menyikut punggung Elenora, menyadarkan perempuan itu dari lamunan di perhatikan oleh laki-laki di sebrang sana.
Elenora menatap Movie malas, menerima sodoran cup coffe dari Clara. "Biasalahh..."
"Gak usah iri deh, kan lo tetep jadi prioritas Biundra meski dia punya pacar."
__ADS_1
Ucapan Movie membuat Elenora kesal, fakta itu dia tepis secara kuat. "Sekarang udah enggak, kayaknya Biu serius sama Jesslyn."
"Halah, palingan gak sampai sebulan entar juga putus. Terus lo yang disuruh jadi selingkuhannya." Ucap Movie, itu sudah mereka lalui selama mengenal Elenora.
"Kali ini beda, Biu gak pernah bawa pacarnya kerumah. Kemarin nyokapnya telepon gue kalau Biu bawa pacarnya pulang." Dua temannya menatap kaget, sedangkan Elenora tersenyum tipis. "Bahkan gue gak pernah lihat pacar Biu sebelumnya pakai kaos punya Biu setelah bermalam bersama,"
"Soal di kenalin ke keluarga ya gak usah pusinglah, mau bagaimanapun, kan keluarga Biundra udah setujunya sama lo. Amanlah." Movie nyerocos tidak kalah seru.
Elenora mencibir kesal.
"Kalau kaos gak usah di pusingin dong El, ya elah cuma kaos doang." Movie menambahkan.
"No. Gue pernah nanya, kata Biu dia gak suka pakaiannya di pakai sama orang lain. Terus gue tanya, kenapa gue boleh. Dia jawab karena gue temennya."
"Eum," Movie menimang dan melirik Clara, temannya menggeleng karena tidak tau akan menangapi apa. "Jadi si Jesslyn cuma dianggep temen dong."
"Ihhh Movie," Elenora kesal. "Kalau Jesslyn dibolehin pakai kaos Biu, itu berarti Biu udah anggap Jesslyn bukan orang lain."
Clara dan Movie sama-sama menepuk dahinya karena perempuan di hadapan mereka sedang dalam mode begoo.
^^^To be continued 🖤🖤^^^
__ADS_1