
...🖤🖤...
Hang-out hanyalah kalimat utama semata, aslinya Elenora hanya dijadikan obat nyamuk bagi teman-temannya. Sial*n.
Elenora menatap tajam pada sahabatnya yang tidak tahu diri itu.
"Katanya mobil lo dipakai Ivano, terus kenapa dia disini?" Masih menatap Movie tajam, yang ditatap malah cekikikan sembari menyandarkan tubuhnya di dada sang kekasih.
"Yakan emang dibawa Ivano El," senyumnya sangat lebar membuat Elenora ingin menjambak. "Terus dia nyusul kesini. Karena tau kita disini, yakan sayang?"
Ivano mengangguk, mengelus puncak kepala Movie dengan sangat lembut. "Iya, maaf ya,"
Movie menarik diri dari sandaran, "kenapa minta maaf sama El?"
"Ya dia seperti kesal sayang."
"Bukan seperti," Elenora beedecih. "Memang kesal."
__ADS_1
Bukannya ikut meminta maaf, Movie dan Ivano malah berdebat soal permintaan maaf itu. Haduh, Elenora malas menanggapi.
Elenora hanya mendengus kesal, dia memainkan ponselnya asal. Tidak usah perdulikan dua insan yang bermesraan setelah bertengkar itu.
Dari awal seharusnya Elenora paham. Mau telat atau tidak, Movie selalu bersikap santai saat mereka membuat janji. Tapi tadi, dua puluh lima menit sekali Movie akan menelpon menanyakan kabar dimana posisinya, seakan-akan takut kalau Elenora akan lupa dan datang telat. Dari situ saja Elenora sudah bisa menebak kalau ada seseorang yang menunggu mereka.
Katanya mereka akan menonton film, lalu kenapa sekarang malah duduk dicafe dengan dia memainkan ponsel menemani temannya bermesraan. Sial. Apa dia harus mencari pacar juga, uuhh, Elenora rindu Biundra.
Saat asik memainkan ponselnya, Elenora mendongak pada kerumunan orang dan bibirnya mengembang dengan sempurna kala melihat seseorang yang dia kenali bisa menjadi teman nyamuk disini. Lynne melambaikan tangannya tinggi, membuat Elenorra membalas dengan tidak kalah tinggi dengan wajah senang bukan main. Sayangnya kegembiraan itu hanya sebentar, senyum Elenora memudar saat Lynne terpisah dari kerumunan dan menarik seseorang dalam genggamannya. Sial*n itu Jason. Elenora melihat Movie dan Ivano.
"F*ck, this is double date right?" Elenora mendesah kesal. Dia duduk dengan lemas dan tidak menanggapi sapaan Lynne dan Jason yang bersalaman sapa dengan Ivano.
Elenora tidak menanggapi, dia kembali memainkan ponselnya. Movie hanya terkekeh. "Dia kesel karena Biundra gak bisa ikut."
"Anjiir, bukan itu." Akhirnya Elenora bersuara membuat keempat orang dihadapannya tertawa.
"Memang kemana Biundra? biasanya kamu bawa dia." Tanya Jason, laki-laki itu adalah komplotan Biundra. Pasti sudah paham bagaimana konsep persahabatan Biundra dan Elenora.
"Udah punya pacar baru." Movie menanggapi.
__ADS_1
Lynne menganga. "Keren, siapa lagi kali ini?"
Elenora mendengus. "Adik tingkat dia."
Jason menggeleng. "Satu kelas itu udah sering kasih tau Biundra loh soal jangan main perasaan perempuan nanti kualat. Dia malah jawab, 'emang gue perduli?' kami sampai bebal soal itu."
Movie mengetuk meja dua kali. "Sama dong kayak kami kasih tau Elenora buat confes ke Biundra. Dia selalu jawab 'kalian gak tau posisi gue' kami juga bebal."
"Gak usah bawa-bawa gue," Elenora menanggapi dengan malas.
Keempatnya menggeleng, setiap pertemuan membahasan soal Biundra memang tidak pernah lepas dari mereka.
Ivano memang tidak terlalu mengenal Biundra, dia hanya tau dari cerita semua teman Movie saja, dan terkadang saat berdua memang selalu membicarakan kisah menyedihkan Elenora. Ivano belum pernah mengobrol santai dengan Boundra, hanya sekali bertemu saar Biundra menjemput Elenora setelah itu tidak pernah bertemu. Sedangkan Jason, dia adalah teman dekat Biundra dan paham bagaimana perangai sahabatnya itu. Terkadang Jason dan Lynne juga membicarakan soal sahabat mereka masing-masing.
Entahlah, tidak ada yang paham soal hibungan rumit itu. Semua tau kalau Elenora memiliki rasa pada Biundra tapi tidak mereka bongkar pada laki-laki si peran utama. Biundra hanya menganggap Elenora sebagai teman dekat yang selalu membantunya untuk putus dari pacar-pacarnya ketika dia sudah bosan. Tidak ada yang tau bagaimana perasaan khusus Biundra pada Elenora.
"Udah gak usah sedih, mau gue kenalin gak sama temen gue. Emang sih gak seganteng Biu, tapi gue yakin 1000persen dia gak sebejat Biu." Semua tertawa, hanya Elenora yang menghela kesal. Bukan soal wajah, ini soal perasaan.
^^^To be continued 🖤🖤^^^
__ADS_1