
...🖤🖤...
"Hai, Elenora.." Elenora menoleh, melihat sosok laki-laki yang pernah bertanya kepadanya saat ia mencari Biundra waktu itu. "Sedang menunggu Biundra?"
"Yap." Jawab Elenora sembari tersenyum tipis, dia kembali memainkan ponselnya. Elenora bersikap acuh.
"Kalian memang deket banget ya?"
Elenora tersenyum tipis lagi dan kembali memainkan ponselnya setelah menanggapi laki-laki disampingnya dengan anggukan. Laki-laki itu ikut menyandarkan punggung dipembatas balkon menghadap pintu ruang kelas Biundra.
"Kalian kenal dari kapan bisa akrab gitu?"
Elenora melirik laki-laki itu lagi sebelum kembali pada ponselnya. "Dari SMP kamu berteman, maybe."
"Oh pantes."
Elenora hanya tersenyum tipis tanpa melihat lawan bicara, jangan anggap Elenora sombong, dia hanya canggung berbicara dengan orang asing. Biundra keluar setelah dosen pembimbingnya keluar. Laki-laki itu berjalan kearah Elenora dan merangkulnya.
"Ehh, Laksi.." Kedua tangan laki-laki itu menyatukan tinjuan mereka. Sapaan seorang laki-laki. "Lo belum balik??"
__ADS_1
"Ini mau balik, kelas kalian lambat banget."
Biundra terkekeh. "Gak usah heran deh," Biundra menatap Elenora yang sibuk pada ponselnya. "Gue balik duluan Lak,"
"Oke Bi, hati-hati." Laki-laki itu tersenyum, bahkan senyumnya semakin mengembang saat Elenora mendongakkan kepalanya.
Elenora tidak membalas senyuman laki-laki itu, dia hanya memasang wajah datar dan berjalan mengikuti tarikan Biundra.
Elenora melepaskan rangkulan Biundra dan menarik lengan laki-laki itu agar mempercepat jalan. Kepalanya sesekali menoleh kebelakang, melihat sosok Laksi Laksi yang diajak bicara oleh Biundra. Saat sampai di depan mobil, Biundra menarik tangannya, melepaskan diri dari Elenora yang terus menarik-nariknya.
"Lo, kenapa deh El?"
"Bi, itu tadi siapa?"
Elenora berdecak, mereka belum keluae dari area kampus dan Biundra sudah melupakan yang dimaksud oleh dirinya. "Astaga Biu, itu loh yang tadi lo sapa."
Biundra menunjuk kebelakang dengan ibu jarinya. "Oh, si Galaksi?"
"Jadi namanya Galaksi?"
Biundra mengangguk. "Iya Galaksi, kenapa sama dia?"
__ADS_1
"Uuuhh cakeeeppp, namanya cakep kayak orangnya. Biu kenalin gue sama dia doongg.." Rengeknya.
Biundra melepaskan tangan Elenora dari lengannya. Mengguncang tidak tentu arah. "Dih, ngapain minta dikenalin."
"Aah Biu, please please please!!! yaa..."
Biundra menggeleng mantap. "Apaan dah El, gak biasanya lo gini. Lagian kenapa mintanya di kenalin sama Galaksi sih?"
Elenora menggidikkan bahu. "Gue ngerasa dia tipe yang nurut kalau di atas ranjang gitu."
"Anjiirr.." Biundra menjitak kepala Elenora. "Cuma itu yang lo lihat dari laki-laki? Kalau lo cari yang nurut, ya besok gue bakal nurut sama permainan lo."
Elenora mengelus kepalanya. "Ogah ah, bosen sama lo Biu, pengen coba yang lain."
"Lo kira laki-laki itu makanan, bisa dibuat coba-coba." Biundra menggeleng kuat menolak permintaan Elenora. Dia sudah membuka pintu mobil, tapi sebelum masuk dia sempatkan untuk mengucap kalimat ancaman. "Gue laporan nyokap lo ya kalau berani macem-macem."
Elenora menatap kesal. "Gak asik lo," Elenora membuka pintu mobik dengan bibir menggerutu. "Padahal dia juga yang sering ngajak gue macem-macem."
Elenora menggeleng pelan, dia juga heran. Kenapa mendadak dirinya tertarik pada sosok Galaksi, Elenora duduk menatap kearah depan, dimana laki-laki bernama Galaksi sedang duduk disebuah motor besar berwarna hitam. Laki-laki itu memasang helm dengan sangat gagah, tidak lupa bibirnya tersunging senyuman manis saat mobil yang ia naiki melewati laki-laki itu.
"Bi, kenapa gue baru tau sih kalau di fakultas lo ada laki-laki ganteng gitu."
__ADS_1
Biundra menggeleng. Laki-laki itu paham siapa yang sedang Elenora bicarakan, dilihat dari tatapan Elenora yang tidak lepas dari sosok laki-laki di atas motor.
^^^To be continued 🖤🖤^^^