
...🖤🖤...
Biundra terbangun dengan terkejut, mengusap wajahnya gusar karena mimpi aneh menerjangnya. Kepalanya menoleh kekanan dan kekiri?
"Hah?" Bingungnya. Biundra terbangun diapartemen Elenora? "Astaga Biu," memukul kepalanya pelan. Ia ingat bagaimana ia dan Elenora bergadang semalaman. Lalu dimana perempuan itu?
Biundra menyibakkan selimutnya dan berdiri untuk turun dari ranjang, meraih celananya yang tergeletak dilantai dan memungut kaosnya yang ada ujung kasur, memakainya dengan cepat sembari keluar kamar mencari pemilik apartemen.
"El,,," panggilnya.
Tidak ada sahutan, membuat Biundra bergerak menyusuri setiap sudut mulai dari dapur, ruang tamu hingga kamar mandi luar dan kamar mandi yang terletak didalam kamar. Tidak ada siapapun.
Biundra berjalan menuju nakas didekat ranjang, meraih ponselnya yang terus menimbulkan suara notifikasi pesan. Dari Floretta. Biundra membukanya, isinya hanya kalimat pertanyaan soal keadaannya, karena Biundra semalam mengatakan sedang tidak enak badan kan, Biundra membalas sekenaknya. Jari-jari kekarnya mulai mencari nama kontak Elenora, dan tanpa basa-basi dia menekan tombol panggilan.
Biundra menimang sebentar, Elenora menjadi sering mengabaikan panggilannya. Panggilan ketiga dan deringan keempat mungkin, akhirnya terjawab.
"Ya Biu, kenapa?"
__ADS_1
"Lo dimana? Kok gue ditinggal sendiri?"
"Kampus."
"Gak usah bohong El, jangan lo pikir gue gak tau. Lo gak ada jadwal kelas hari ini." Biundra menempelkan ponsel ditengah-tengah telinga dan bahu, karena kedua tangannya sedang digunakan untuk menuang air didalam teko dingin kegelas kosong, lalu setelah penuh dia kembalikan kedalam kulkas agar tetap dingin. "Lo ninggalin gue?"
"No, bukan karena ada kelas, tapi ngerjain tugas kelompok." Elenora tampak tenang, hal itu membuat jantung Biundra berdegub kencang, ini tidak seperti dia. "Nanti kalau sudah selesai gue ke apartemen lo deh, ada titipan dari bu Floretta soalnya."
"Hmm..."
"Yaudah gue matiin ya, lo ganggu anjiir." Biundra belom mengiyakan tapi panggilan sudah terputus membuatnya menggeram kesal.
...🖤🖤...
"Sumpah gue gak tau kenapa merasa ada yang aneh dari Biu."
"Dia kenapa?"
"I don't know, sikapnya aneh banget," Elenora menggigit kuku-kukunya gusar, "he has never treated me like that. Dia,,, dia aneh."
__ADS_1
Lynne menarik atensi Elenora dari pikiran jauhnya. "Fill me in, Elenora. Lo ngelakuin itu lagi sama Biundra?"
Elenora mengangguk kecil, membuat kedua temannya mengaga dengan kedua mata membola besar, mungkin terkejut, Elenora menunduk memainkan ujung kemeja yang ia kenakan. "K-kalian tau kan? K-kalau gue gak bisa menolak Biu, apapun itu, dia selalu berhasil membius gue."
Movie berdiri, berpindah duduk semula didepan Elenora menjadi disamping kiri Elenora, mengelus bahunya pelan. "Gue kira lo sudah gak akan terlibat ranjang lagi sama Biundra, El."
Ya. Itu memang keinginannya sejak Biundra memutuskan akan fokus pada dosen fakultas sastra itu. Elenora juga tidak pernah terpikirkan soal Biundra yang datang dan langsung membuat hawa apartemennya mendadak panas tadi malam.
Elenora menoleh pada Lynne yang mengelus punggungnya dengan lembut. "Yaudah gak apa-apa. Mungkin Biundra masih belum terbiasa tanpa lo El, makanya dia masih butuh lo."
"Kalau masih butuh gak akan dibuang, Lyn." Bantah Clara, Clara benar? Kalau memang Biundra masih belum bisa melepaskannya, kenapa waktu itu laki-laki itu memutuskan untuk berhenti dari hubungan aneh mereka. Clara terlihat masih tidak habis pikir pada Elenora yang membiarkan Biundra menyentuhnya setelah laki-laki mengatakan hal menyakiti perasaannya. "Pulang ini, ganti password apartemen lo El, gue gak mau tau."
Elenora hanya diam disana, mungkin benar soal password yang belum dia ubah.
"Lo butuh privasi, Biundra gak boleh sembarangan masuk ketempat yang bukan lagi rumahnya. Biundra sendiri yang memutuskan untuk pergi, jadi gak ada lagi yang harus membuat dia kembali." Sungguh. Clara tampak bijak hari ini, semua kalimat yang keluar dari mulut Clara sangat dalam dan masuk kedalam otaknya.
"Yang penting lo pakai pengaman aja tadi malem, dilihat dari modelnya, sepertinya Biundra tipe laki-laki yang tidak akan menikahi wanita yang tidak dia cintai." Ketiganya menoleh pada Movie yang berdiri, setengah membungkuk untuk menaruh piring berisi kentang goreng.
Tidak ada tanggapan. Movie, Lynne dan Clara menoleh ketempat Elenora. "JANGAN BILANG!!????"
__ADS_1
Elenora memasang wajah menyesal.
^^^To be continued 🖤🖤^^^