FWB (Friends With Benefit)

FWB (Friends With Benefit)
Menemui Biundra


__ADS_3


...🖤🖤...


Elenora bersandar dipintu, menatap keseluruh ruangan apartemennya yang padam. Setelah bertemu dengan Floretta, Elenora sempatkan untuk kerumah Lynne, memberikan kado ulang tahun untuk mama Lynne dan berbincang sedikit sembari memakan bagian kue ulang tahun. Dan kini dia berada diapartemennya, sendiri dan belum melangkah masuk.


Semua cerita Dosen s*xy bernama Floretta terus terngiang dalam ingatannya. Masalahnya, dadanya terus berdetak cepat tanpa berniat berhenti, astaga, bagaimana ini, bolehkah Elenora menjerit.


"AAAAARRRHHHHHHHHH!!!!!!!" Setelah berteriak, Elenora tertawa. Sembari berjingkrak senang dia berteriak. "Sumpah, sumpah, ini boleh nangis atau gimana sih."


Elenora meremas dadanya kala ponsel cantiknya berdering, menampilkan panggilan dari Biundra. Sebelum ia angkat, ia menarik nafas dalam dan dia hembuskan pelan.


"Ya..."


"Fuucckk anjiiirr fuuckkk, you are the most cunning person i have ever known,, in this world." Suara tawa terdengar dan banyak teriakan mendekati panggilan, sembari berteriak kasar, semua suara menghilang tertinggal suara musik keras. "Heiii, are you still there."


"Lo mabuk?"


"Hah? who is this?"


"Yours." Jawab Elenora. "Lo dimana Bi?"


Tidak ada jawaban, hanya ada suara tawa keras dari sebrang. Elenora mematikan panggilan dan mencari nomer lain untuk dihubungi.


"Hallo Jason,"


"Hei El, why?" jawab Jason dari sebrang.

__ADS_1


"Lo tau gak kalau Biundra dimana?"


"No," jawabnya cepat. "Ehh, tauu, malam ini temen-temen gue ngadain party gitu,"


"Club mana."


"Eum, lo inget gak club yang deket kantor mas Gerario." Sembari Jason mendengarkan, Elenora berjalan kekamar dan mengganti pakaiannya. "Kita hampir satu jam lebih nungguin dia, buat party aniversary mereka. Karena sibuk, hamoir tengah malam kita disuruh dateng ke club dekat kantornya sebagai permintaan maaf. You remember?"


"Oh yaa, gue inget." Terakhir, Elenora memakai jaket jeansnya. "Thanks Jas,"


"My pleasure. Gue kirim kontak Arnav ya, tuh anak always sober. Jadi lo bakal lebih mudah cari tau."


"Okey, thanks."


Sambungan tertutup. Elenora berjalan meraih tas dan kunci mobilnya. Dengan langkah cepat ia menuju keluar gedung.


"Siapa?"


"Hallo Arnav, ini gue Elenora."


"Oh El, kenapa?"


"Lo sama Biu ya?"


"Eum, ya. Why?" Masih samar terdengar racauan suara Biundra. "Diam anjiingg, ganggu aja.."


"Gue jemput Biu nih,"

__ADS_1


"Eh, gak usah El. Biu sama gue."


"Gak apa-apa, boleh ya."


Arnav tidak langsung membalas. "Gue takut anaknya marah."


"Marah kenapa?"


"Anu El,, gak tau gue, nih anak moodnya jelek banget. Ngeracau gak jelas."


"Yaudah biar gue yang bawa pulang aja ya Ar, soalnyaa ada yang mau gue omongin sama dia nih." Mencoba bernegosiasi. "Gue janji deh, gue yang tanggung jawab kalau sampai dia ngamuk sama lo."


"Serius ya,"


"Iya."


"Yaudah, sini deh."


...🖤🖤...


Elenora menatap wajah Biundra yang tenang, laki-laki itu sudah tidur dikamarnya. Saat sampai Elenora langsung melepaskan sepatu+kaus kaki, serta sweater laki-laki itu agar tidak kepanasan. Dia usap wajah tenang laki-laki itu, dan dia kecup dahinya.


Biundra sedikit lebih tenang, saat tangan Elenora sudah dia peluk erat. Selama perjalanan dari club sampai keapartemen, Biundra selalu mengigau memanggil namanya, terkadang mengumpat tidak jelas.


"Good night sweetheart."


^^^To be continued 🖤🖤^^^

__ADS_1


Hai guys, ada yang bau-bau ending nih. Hahaha.


__ADS_2