
...🖤🖤...
Suara tawa seru menggemparkan seisi ruangan, gedung diskotik sudah dipenuhi pengunjung sejak satu jam yang lalu, dan club music sudah menyambangi gedung ini sejak dua jam yang lalu. Mereka merayakan senior mereka yang bernama Jaka, kabarnya laki-laki itu adalah siswa abadi, bukan karena bodoh, dia terlalu santai untuk hal pendidikan. Tahun ini dia mulai menekuni pendidikannya karena sudah mendapat ancaman dari rektor kamus, tidak lain adalah kakeknya sendiri. Jaka bergabung dalam club music bersamaan dengan Elenora, Jaka diminta untuk masuk kedalam club manapun karena selama ini laki-laki itu tidak memiliki jadwal kegiatan. Entahlah, memang suka atau karena iseng saja seperti Elenora, Jaka memilih masuk kedalam club music.
"Elenora kenapa diam saja," Jaka menyenggol lengan Elenora, mereka duduk bersebelahan. Elenora hanya menggeleng sembari terseyum. "Kamu sama Kavindra itu adik-kakak atau ada hubungan."
"Kak Jaka kenal sama Kak Kavi?"
"Enggak kenal, cuma tau aja. Dulu Kavindra sebelum masuk TNI kan sempat kuliah, jadi senior gitu. Lumayan terkenal karena ganteng sama humble," Jaka dan Elenora sama-sama tertawa kecil. "Waktu itu sempat lihat kamu sama Kavi, terus kalian pelukan didepan."
Elenora kembali tertawa, mengingat adegannya bersama Kavindra sewaktu pria itu mengantarkannya ke kampus. "Rumah El sama kak Kavi sebelahan kak, terus juga kami sudah akrab dari lama."
"Ouhh, kirain."
__ADS_1
"Hehe. Tau Biundra gak? Anak fakuktas arsitektur? Dia itu yang adiknya kak Kavi." Jelas Elenora.
Jaka terlihat mengangguk sembari menegak minuman pahit ditangannya. "Siapa sih yang gak kenal Biundra, mungkin semua perempuan diuniversitas kita udah dijelajahi sama itu laki-laki."
Elenora tersenyum, perkataan Jaka memang benar.
"Gilanya sekarang dia deket sama dosen, mantep emang." Elenora tersenyum lagi, dia tidak perlu menjawab lebih untuk sesuatu yang akan melukai hatinya sendiri. "Kesini sama siapa? Mau pulang bareng?"
"Nanti habis ini mau gabung sama teman-teman kak," menunjuk kearah dimana letak teman-temannya duduk. Jaka terlihat mengangguk-angguk mengikuti arahan telunjuk Elenora.
...🖤🖤...
"Kalian kemana dulu, bisa sampai terlambat." Tanya Ivano yang duduk sembari menghisap rokok elektrik. "Kami lebih dari satu jam disini."
Jason tertawa kecil. "Tadi ketemu sama tantenya Lynne, kebetulan datang dan ajak dinner sebentar." Jason tersentak kaget, melihat dua orang yang dia kenali sebatas teman sedang bercumbu mesra. "Sejak kapan."
__ADS_1
"Dari tadi Jas," jawab Movie. "Kita juga heran, bukannya dia dikenal gak suka cowok ya."
Jason menggeleng heran, "yaudah biarin deh."
Melihat seseorang yang datang bergabung lagi membuat semua penduduk meja VIP mendongak, Biundra datang dengan memeluk pinggang lengkuk Floretta. "Hai, kami boleh gabung?"
"Sok iye lo Bi," ejek Jason membuat Biundra tertawa, laki-laki itu sedang menyalami Ivano dan Gerario bergantian. Biundra tau kalau dua pria itu adalah pria dewasa, setidaknya dia harus sopan dibandingkan dengan Jason. Mata Biundra melihat kearah dua temannya yang sedang bermesraan.
"Lah, kayaknya kita pulang aja sayang." Menatap Floretta yang kebingungan karena Biundra mengajaknya pulang padahal mereka baru saja tiba.
"Kenapa balik Biu?" Lynne lebih dulu mengajukan pertanyaan.
"Mau tobat gue, itu si Xena udah lurus soalnya." Yang paham kalimat Biundra langsung tertawa, bagi yang tidak paham hanya menatap kebingungan dengan dahi berkerut, hampir membuat alisnya menyatu. Xena terlihat begitu manja memeluk leher Arnav, perempuan itu duduk dipangkuan Arnav. "Kocak emang,"
Biundra menarik pinggang Floretta agar duduk nyaman disampingnya, Floretta sudah terlihat nyaman berbincang dengan sesama perempuan disana. Terlebih bagi Lynne, Movie, dan Clara, karena mereka adalah seorang mahasiswa, setidaknya melepaskan kalimat canggung diperlukan saat ini. Biundra yang tengah asik memainkan rambut Floretta yang sedang asik berbincang dengan Lynne mendadak mood-nya turun, dia melihat teman baiknya tengah berjalan bersamaan dengan laki-laki yang posisinya saat ini sedang tidak dia sukai. Mata Biundra menatap pinggul ramping milik Elenora, bertengger tangan Galaksi lembut disana. Sialaan. Biundra tersenyum tipis sembari mengepalkan tangan.
__ADS_1
^^^To be continued 🖤🖤^^^