FWB (Friends With Benefit)

FWB (Friends With Benefit)
Ajakan party


__ADS_3


...🖤🖤...


"Hai... Kok sendiri?"


Sapaan suara serak membuat Elenora mendongak, perempuan dengan penampilan yang bisa membuat Elenora sakit mata sedang berdiri diambang pintu. Elenora tersenyum tipis. "Hai Xena, iya nih, jam kelas dimundurin karena dosen ada halangan,"


"Temen-temen lo ada ditaman."


Elenora mengangguk. "Iya. Gue ngerasa panas duduk disana, makanya gue kekelas aja."


Xena mengangguk samar, dia berjalan mendekat dan duduk disebelah Elenora. "Nanti malam lo free gak El?"


"Kenapa memangnya?"


"Senior Jaka lo tau kan?" Xena terkekeh melihat Elenora menggeleng. "Yang baru gabung club music bareng lo, dia ngajak ke club, katanya mau ngerayain karena bentar lagi dia mau sidang."


Mendengar hal itu membuat Elenora berpikir sebentar, mungkin saja hal itu dapat membuatnya melupakan sejenak soal keluh kesah perasaannya. Elenora menatap Xena. "Boleh deh,"


"Really?"


"Yes, i do."


"Great." Xena tersenyum senang. "Gue jemput ya?"


"Galaksi ikut?"


Xena mengangguk, mengerucutkan bibinya. "Lo sama Galaksi kalau gitu,"


"Nanti biar gue bilang sama dia," Elenora menopang dagu dengan kedua tangannya, menatap Xena yang diam bersenandung menatap kearah lain. "Xen, sejak kapan?"

__ADS_1


"Hah?" Xena menatap bingung pada Elenora. "Apanya?"


"Suka sama perempuan," Xena diam, hal itu membuat Elenora menegapkan punggung. "Sorry sorry, gak usah dijawab."


Xena terkekeh. "Santai aja, kenapa? Penasaran ya sama gue, atau lo mau coba sama gue."


"Dih,"


Respon Elenoran membuat Xena kembali tertawa. "Sejak kapan ya, mungkin sejak SMA."


Elenora mengangguk, dia menatap Xena dengan teliti, sangat disayangkan jika perempuan dengan paras cantik tapi memilih jalan tidak normal. "Lo tau?"


"What about?"


"Dunia punya norma."


Siapa yang tidak tau akan hal itu, Xena hanya diam tanpa merespon.


"Gue sama sekali gak masalah berteman dengan seseorang yang memiliki penyimpangan sosial, but i hope i can help you out of that problem." Elenora ikut tersenyum melihat Xena. "You are very beautiful, sangat disayangkan jika ketidak normalan itu masuk kedalam diri lo."


"Eh?"


Xena tertawa melihat keterkejutan Elenora, tentu saja Elenora kaget, Xena berbicara seakan dia tau soal perasaan yang Elenora miliki pada Biundra.


"Siapa sih yang gak bisa lihat lo itu suka sama Biundra? Mungkin cuma dia doang yang gak paham."


"Eh?"


Elenora kaget untuk kedua kalinya. Dia mendongak melihat Xena berdiri dan melambaikan tangannya sebelum melangkah keluar. Astaga. Elenora menekan dadanya, apakah selama ini rasa sukanya begitu terlihat hingga Xena yang baru dia kenal saja dapat melihat itu.


...🖤🖤...

__ADS_1


Elenora duduk dikantin bersama Movie, satu sahabatnya sedang ada urusan mendadak yang tidak bisa diganggu sedikitpun. Elenora melambaikan tangannya ketika melihat Clara mencari keberadaannya, perempuan itu yang menawarkan diri untuk membeli minuman. Clara duduk, menaruh tiga cup ice americano ke atas meja.


"Disini selalu ramai."


"Tidak heran." Tanggap Movie sembari memainkan game online didalam ponselnya. Movie manaruh ponsel sebelum menyeruput ice dihadapannya. "Oh ya, nanti malam club yuk? Bill on mas Ivano."


Movie terkekeh menatap kedua temannya, Clara mengangguk. "Okay, gue aja mas Gerario yaa.."


"Aman, nanti gue kabarin Lynne biar bawa Jason sekalian. Semakin banyak semakin seruuu.." Riang Movie, keduanya menatap Elenora yang belum menjawab ajakan Movie. "Lo El?"


Elenora melirik. "Gue gak ikut, soalnya ada senior yang baru gabung di club music ngadain acara gitu, sebentar lagi dia mau sidang skripsi, jadi kami sebagai anggota ya harus dateng."


Clara mendesah kesal. "Yahhh, gak seru dongg.."


"Mau ngerayain dimana?" Tanya Movie.


"Di club, tapi gue gak tau club mana."


Movie berjingkrak riang. "Kabarin kita dimana yahh, nanti kita ketempat lo aja. Setelah acara lo sama club music selesai, lo bisa gabung sama kami, gimana?"


Menimang sebentar, Elenora mengangguk setuju dan mendapatkan sorakan dari kedua temannya.


"Masuk club music harus bisa mainin alat musik apa El?" Tanya Clara, "setau gue lo gak pernah mainin alat musik apapun, kenapa mendadak masuk club music."


"Iihh iyaa, gue juga kaget pas lo cerita mau masuk club music."


Elenora menggaruk pelipisnya, "gue bisa main piano, lagian gue masuk kesana juga karena Galaksi ngajak."


"Senurut itu lo sama Galaksi."


Clara tertawa mendengar ucapan Movie, "namanya juga usaha mau buka hati Mov,"

__ADS_1


"Gak juga sihh," Elenora mendengus kesal, dia menatap air ice didalam cup dengan kosong. Dia tidak berpikiran untuk membuka hati kepada laki-laki lain, ia hanya ingin mencoba mendapatkan teman banyak seperti keinginan Biundra, sayangnya keinginan itu telah menjadi kesalahannya.


^^^To be continued 🖤🖤^^^


__ADS_2