
...🖤🖤...
Kepala Elenora bergerak kekanan dan kekiri mengikuti laki-laki dihadapannya, mata laki-laki itu terus melihat kearah pintu apartemen yang sengaja tidak dia kunci. Elenora menghela napas pelan.
"Lo yakin mau putus sama Jesslyn?" Elenora yakin Biundra hanya asal mengangguk. "Bukannya lo udah ngenalin dia sama orang tua lo?"
"Kapan?"
"Waktu lo ingkar janji buat nganter gue belanja." Mereka sudah baikan soal itu, tapi Elenora masih belum sempurna untuk memaafkan teman baiknya itu. "Kan lo bawa Jesslyn ke rumah?"
"Ngaco."
"Kak Biuu,, gak kunci pintu? Aku masuk ya.." Terdengar suara manis Jesslyn dari luar.
Elenora tersentak kaget saat Biundra menarik tangannya dan dia terjatuh di atas tubuh Biundra. Tadinya dia ingin protes karena tangannya sangat sakit, tapi tidak lagi sempat karena bibirnya sudah dihisap oleh Biundra. Elenora tau kalau ciuman panas ini hanya untuk membuat seseorang yang masuk ke dalam apartment cemburu. Tapi, sialnya posisi ini..
Posisinya yang berada diatas Biundra dan tangan laki-laki itu meremas pantatnya akan membuat siapapun yang melihat pasti terkejut terlebih yang sedang melihat mereka adalah kekasih Biundra. Penyatuan bibir mereka terlihat memburu, Biundra yang mengarahkan, Elenora hanya mengikuti permainannya. Pakaian Elenora sangat sexy hari ini, dress ketat berwarna hitam tanpa tali dan panjangnya hanya sebatas paha yang kini sudah sedikit naik berkat Biundra. Ini bukan pakaian Elenora, dia pinjam milik Clara.
"APA-APAAN INI...." Teriak seseorang.
Elenora yang memutuskan pangutan lebih dulu, entah kenapa Elenora merasa ciuman kali ini membuat dadanya berdebar lebih cepat. Terlihat Biundra juga menatapnya dengan tatapan bingung, sorotan laki-laki itu mengatakan ingin lebih. Ini kan sedang sandiwara? Sebelum-sebelumnya Biundra akan langsung berakting panik dan meminta maaf pada kekasih yang sedang memergoki mereka begini, tapi kenapa Biundra malah mematung menatapnya.
Elenora turun dari atas Biundra dan menatap Jesslyn yang berwajah marah. "Jesslyn, maaf, aku bisa jelaskan."
"Apa yang mau dijelaskan?" Jesslyn menatap Biundra, Elenora melirik, Biundra malah diam. "Begini yang namanya bersahabat?"
"No Jesslyn, aku...."
Jesslyn menghindar dari kejaran Elenora, entah kenapa harus Elenora yang berakting. Padahal biasanya, dia yang akan berakting diam karena sebagai selingkuhan.
__ADS_1
"Bi, ngomong dong sama Jesslyn." Elenora menghampiri Biundra, mengguncang tubuh laki-laki itu agar menyadarkan diri. Mata Elenora mendelik tajam.
Biundra hanya menatap kedua mata Elenora, lalu melihat ke Jesslyn. "Sayang, sorry, ini gak seperti yang kamu lihat." Elenora mengangguk, akhirnya Biundra sadar juga. "Aku gak tau tiba-tiba El naik keatasku, aku bingung jelasinnya...."
What?
Biundra bertindak seakan-akan Elenora yang menggoda? Okelah, Elenora pahami.
Dia berbalik melihat Biundra yang berusaha meminta maaf pada Jesslyn.
"Kakak suka sama kak Biu?"
Elenora menelan salivanya, dia melihat ke arah Biundra.
"Jawab enggak El, kita tadi cuma gak sengaja aja."
"Kak El..." Jesslyn memanggil Elenora, berusaha menguasi pikiran Elenora. Sedangkan Elenora sendiri, dia memang menyukai Biundra bukan?
"El..." Biundra tampak frustasi dengan jawabannya, Biundra masih ber-akting.
Elenora menatap Biundra. "Gue emang suka sama lo Biu, mau sampai kapan gue pendam perasaan gue sama lo."
"Kita udah janji ya El, persahaban kita gak boleh ada perasaan."
"Biu lo tau brengs*k gak sih?" Mata Elenora memanas, hatinya sangat sakit, ini pure tentang perasaannya. "Itu lo anj*ng. Siapa yang gak terbawa perasaan sama sikap lo yang kayak gini terus-terusan."
"Kalian sering melakukan ini?" Jesslyn menyela.
Biundra meraih bahu perempuan mungil itu. "Enggak sayang, ini enggak..."
"Always.."
__ADS_1
"ELENORA!!!" Biundra berteriak padanya. "Lo kenapa sih?"
"Lo yang kenapa Biu? Gue yang harusnya berhak atas lo, gue yang selalu ada buat lo." Elenora mengusap air matanya, dia menatap Jesslyn. "Kami selalu melakukan ini, bahkan sebelum kalian bersama."
"El," Biundra masih mencoba memperingatkan Elenora agar tidak melanjutkan kata-kata apapun. Biundra menatap Jesslyn berusaha meminta maaf. "Enggak sayang,"
Jesslyn menarik tangannya. "Aku kira kalian bersahabat baik."
Elenora berdecih. "Kamu pikir, ada persahabatan antara perempuan dan laki-laki?"
Jesslyn mengangguk, mungkin mengerti maksud dari Elenora bahwa tidak ada pertemanan yang normal dari laki-laki dan perempuan. Elenora menatap tangan Jesslyn yang mengepal kuat.
"Luapkan saja--"
PLAK..
"Jess," Biundra tampak kaget, Jesslyn memotong kalimat Elenora dengan menampar bagian pipinya.
"Terima kasih sudah membuat aku percaya sama sandiwara rendahan kalian."
Elenora menelan salivanya.
PLAK..
Jesslyn tidak membiarkan Elenora mengeluarkan sepatah katapun. "Kak El tidak lebih dari seorang pelac*r."
Elenora menatap datar pada Jesslyn, entah bagaimana Elenora seperti melihat keterkejutan dari wajah Jesslyn, perempuan itu bergegas memalingkan wajahnya.
"Kita putus,"
Biundra sempat berteriak memanggil nama kekasihnya, ralat, mantan kekasihnya, Jesslyn berlari keluar apartement Biundra setelah melempar cincin perak couple mereka kelantai.
__ADS_1
^^^To be continued 🖤🖤^^^