
...🖤🖤...
Biundra dan Elenora duduk didepan televisi, mereka saling diam menatap kearah depan, televisi menayangkan drama komedi, tapi tidak ada satupun tawa yang keluar dari mulut keduanya. Helena permisi sebentar saat mendapatkan telepon dari salah satu geng arisannya, mengatakan akan ada pertemuan sebentar. Membuat Biundra ditinggalkan disini.
"Kelihatannya ada yang makin serius nih,"
Elenora menoleh, Biundra sedang berbicara sendiri atau mengajaknya bicara? Laki-laki itu bersuara tanpa menoleh padanya. Elenora hendak menulikan pendengaran karena takutnya jika menjawab, ternyata Biundra malah sedang berbicara sendiri. Kan tidak lucu!!
"Galaksi menginap?"
Nah, ini baru ditujukan untuknya.
"Lo gak denger, tadi pas gue jelasin sama tante Helen?"
"Ya kali aja itu cuma alasan, Queen of many reason." Ujarnya ketus. "Buktinya sampai ganti kata sandi segala, takut gue nyelonong masuk pas lo lagi asik gitu,"
"Maksud lo apaan dah Bi? Gak paham gue,"
Biundra tidak membalas, laki-laki itu diam dan kembali menatap kedepan. "Gimana?"
"Apanya?"
Baru Biundra menoleh padanya, tapi tatapan kali ini membuat Elenora terintimidasi. "Enak sama Galaksi apa sama gue?"
"Lo ngaco deh," Elenora menghembuskan napasnya. "Gak usah urusin soal gue, mending lo urus hubungan lo sama bu Floretta aja."
"Kenapa? Hubungan kami baik-baik aja."
"Bukannya lo dulu ngerengek minta dibantuin untuk putus?"
"Gak, setelah gue pikir lagi, Floretta udah sempurna buat gue."
"You sure?"
__ADS_1
"1000% yakin. Why?"
"I'am not sure, from her." Membuat Biundra memposisikan duduknya menyamping.
"Menurut lo dia gak yakin sama gue?"
"No, bukan seperti itu,"
"So what!!" Nada suara Biundra meninggi. "You think that she is not serious with me?"
Elenora menggeleng samar. Dia sangat ingin menjelaskan pada Biundra tentang Floretta yang dia lihat dipameran lukisan. Tapi bibirnya kelu, Biundra menatapnya dengan sangat tajam.
"Bi,"
"Lo gak berhak buat sok tau masalah perasaan Floretta sama gue El. Okay, i know you care about me. But, you have no right!! you are nobody!!!"
Elenora menunduk. Air matanya jatuh, tapi ia tetap mencoba tegar dan menghapus jejaknya sebelum menatap Biundra lebih tajam. "Terus lo ngatur gue boleh gitu!!!! you are also nothing to me,"
"Your mine!!!"
"FUUUUCKKK!!!!!" Teriak Biundra, sembari berdiri membuat Elenora berhenti tapi tidak dengan air matanya. "Gue gak suka sama sikap lo El,"
"What about me? Menurut lo gue suka sama sikap lo. Enggak Bi. Sama sekali gak suka. Lo itu egois, bangs*t!!" Napas Elenora memburu, dadanya naik-turun berusaha menahan amarah meskipun nadanya terus meninggi. "You treat me like a queen, a princess, and yours, but you never make me feel you are satisfied with me. Look at me, do you love me?"
Biundra tidak menjawab, laki-laki itu hanya berdiri mematung menatapnya yang terus saja menghapus air mata.
"Ada apa ini?"
Keduanya menatap kaget kearah pintu, Helena berdiri khawatir memandang Elenora. "You cry?"
Elenora menggeleng. "No, i do not mean. Sorry,"
Helena bergerak cepat menuju Elenora, saat melihat perempuan itu malah mengeluarkan air matanya lebih banyak saat mulutnya mengatakan tidak. "What the hell are you doing, Biundra!!"
"No maa, Biu...."
__ADS_1
"You make her cry," Helena menatap Biundra tajam. "Kami tidak pernah mengajarkan kamu menyakiti perempuan apa lagi Elenora."
"Dan mama tidak tau apa yang sudah Elenora buat pada Biundra,"
"What!! Apa yang dia lakukan?" Biundra tidak berani menjawab. "Elenora tidak akan pernah punya niat jahat jika bukan kamu duluan yang memulainya."
"Mama defended her?"
Helena kembali menatap Biundra sembari beranjak dari duduknya. "Jadi kamu mau mama membela mu? Lalu katakan apa yang membuat Elenora menyakitimu."
"Dia,,,,,"
"Katakan yang jelas Biundra. Apa yang Elenora lakukan padamu!!"
"Calm down ma,"
"Then say so..." Helena menatapnya marah.
"El,,,, dia,,," Biundra menelan salivanya. "Dia,,, Galaksi...."
"Are you jealous?" Biundra mendongak menatap mamanya dengan terkejut, dia tidak menjawab pertanyaan tersebut. Laki-laki itu malah menunduk dan semakin kebingungan. "If you don't have feelings for her, don't act like she's yours. Jangan menyakiti perasaannya terlalu dalam. Get out of my sight, Biundra Collins!!!"
Biundra meraih jaket dan kunci mobilnya, lalu berjalan keluar apartement Elenora dengan marah.
Helena kembali duduk, meraih dagu Elenora untuk menatap kearahnya. "Oh my God. That bastard makes your face swell."
Elenora terkekeh kecil. "Tante tau?"
"Soal apa? Perasaanmu terharhadap Biundra?" Helena menggeleng kecil. "Aku ibumu Elenora, aku yang mengasuhmu sejsk kecil, aku yang merawatmu, tidak mungkin aku tidak tau perasaanmu."
"Tante..."
"Jangan perdulikan laki-laki kekanak-kenakan itu," Helena menghapus jejak air mata Elenora. "Masih ada Kavindra yang lebih baik dari Biundra."
Elenora tertawa, kalimat terakhir nyonya Collins mampu menghilangkan kesedihannya.
__ADS_1
^^^To be continued 🖤🖤^^^