FWB (Friends With Benefit)

FWB (Friends With Benefit)
Apartemen Xena


__ADS_3


...🖤🖤...


Sampai menjelang malam Biundra menghabiskan waktu diapartemen Xena. Dia tiduran dikasur wanita itu dengan banyak bungkus cemilan ringan. Memainkan ponsel dari menonton youtube sampai bermain game online sudah dia sambangi, tapi belum ada yang mampu mengalihkan perhatiannya dari sosok perempuan yang ada didalam pikirannya.


Xena yang duduk dimeja belajar, dengan lampu kecil yang menyala, dengan kertas Hvs yang sudah banyak coretan hanya menatap heran. Untung saja Biundra datang tidak dengan tangan kosong, kalau sampai hal itu terjadi mungkin laki-laki itu sudah dia tendang sejak siang.


"Bi, lo ada masalah?" Xena mulai jengah, dia lihat Biundra memang menonton video atau bermain game, tapi sesekali ia mendengar laki-laki itu menghela napas, seperti banyak yang sedang dia pikirkan. "Tumben loh, lo itu main keapart gue sampai malem gini, biasanya lo paling betah satu sampai dua jam doang kan?"


"Bosen aja."


"Lo? Bosen, tumben ihh." Xena belum pernah melihat seorang Biundra merasa bosan dalam hidupnya, "kenapa nih?"


"Emang gue gk boleh merasa bosen?" Biundra masih menanggapi dengan santai, memainkan ponsel.


"Terserah deh." Xena kembali menghadap meja belajarnya. Membiarkan Biundra fokus pada ponsel dan perasaan aneh. Xena tidak perduli, dia masih sibuk dengan kertas dihadapannya.


Sekitar tiga puluh menit kemudian Biundra mulai merasa bosan, dia bangkit dari tidurannya dan memilih keluar kamar, tidak memperdulikan pertanyaan Xena dibelakangnya. Biundra menyusuri apartemen kecil milik Xena, berusaha membuang pikiran anehnya yang kembali menyerang.


Sebuah tumpukan kertas menarik perhatiannya, Biundra duduk disofa panjang, meraih beberapa tumpuk kertas dan mulai iseng membaca. Mulai dari catatan yang tidak dia pahami hingga satu daftar nama yang membuatnya tertarik. Biundra memposisikan duduknya menjadi tegap, membaca satu persatu daftar nama dikertas.

__ADS_1


Biundra berdiri, membawa kertas itu kedalam kamar dan menaruh dihadapan Xena, membuat perempuan berantakan itu menggeram kesal. Dia sedang sibuk dengan tugasnya, Biundra malah datang mengacaukan.


"Apa sih Bi,"


"Ini daftar apa?"


Xena meraih kertas tersebut. "Lo gak bisa baca, daftar nama member club music terbaru."


"Kenapa ada nama Elenora?"


"Lah, lo gak tau?" Xena menaruh kesisi lainnya, agar tidak menghalangi kertas tugasnya. "Mungkin sekitar semingguan kali, Elenora ikut club music."


"Kenapa dia bisa masuk?"


"Galaksi ikut club music?"


"Um," Xena mengangguk. "Dari awal kali, dia member pertama sewaktu gue buat club itu." Xena kaget ketika mendadak ketika Biundra keluar dari kamarnya. "Kemana Biiiii,"


Panggilan teriaknya tidak didengar, Xena tertawa kecil sembari keluar kamar, melihat bahwa tidak ada sosok Biundra diapartemennya lagi. Xena tidak perduli dengan apa yang akan Biundra perbuat dengan wajah menyeramkan itu.


...🖤🖤...

__ADS_1


"Ehh, hai Bi..."


Biundra hanya mengangguk pada sosok laki-laki pemilik lesung pipi dalam itu, matanya langsung tertuju pada pemilik wajah cantik, sebelum ia mengatakan lebih jauh. Biundra masuk dan menatap Galaksi.


"Gal, bisa keluar bentar gak? Ada yang mau gue omongin sama Elenora."


Galaksi tampak kaget, begitu pula dengan Elenora. Namun karena melihat wajah serius Biundra, membuat Galaksi berdiri dari duduknya, padahal mereka sedang menata novel milik Elenora dirak.


"Sebentar ya El,"


Elenora mengangguk. Mata datar Biundra mengikuti langkah kaki Galaksi hingga kepintu.


"Gal,"


Galaksi berbalik menghadap Biundra lagi, melepaskan tangannya dari handle pintu. "Ya?"


"Pulang aja deh, kayaknya bakal lama."


Kalimat itu membuat Elenora berdiri, menatap bingung pada Biundra. "Ada apa sih Bi?"


Biundra menatapnya, tajam. "Gue cuma gak mau Galaksi mendengar hal yang gak ingin didengar." Biundra menatap Galaksi lagi untuk mendapatkan persetujuan.

__ADS_1


Karena merasa tidak diperlukan, Galaksi mengangguk dan kembali kedalam untuk mengambil kunci mobilnya.


^^^To be continued 🖤🖤^^^


__ADS_2